Simak 10+ Manfaat Cloud Computing

Simak 10+ Manfaat Cloud Computing

Sebelumnya, kita sudah membahas pengertian cloud computing. Semoga, kamu sudah paham mengenai pengertian, fungsi, jenis, bahkan kelebihan cloud computing. Dalam pembahasan kali ini, kamu akan semakin mendalami dan mengenal manfaat dari cloud computing.

Kamu perlu tahu manfaat cloud computing atau komputasi awan cukup banyak. Kita akan merangkumnya menjadi 10+1 manfaat cloud computing. Yuk, simak 10+ manfaat cloud computing ini.

1. Penghematan Biaya (Cost Saving)

Jika berbicara soal biaya, mayoritas dari kita akan setuju jika perlu adanya penghematan dalam menggunakan atau mengonsumsi sumber daya TI (teknologi informasi). Mengapa komputasi awan dapat menghemat biaya?

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Mari kita lirik salah satu penyedia komputasi awan, yaitu AWS. Pada situs whitepaper AWS, AWS mengatakan layanan komputasi awan ini bisa menghemat biaya karena massive economies of scale atau skala ekonomi yang sangat besar. Apa itu massive economies of scale?

Singkatnya, penyedia layanan komputasi awan akan mempersiapkan mulai dari data center, peralatan, hingga alat pendukung layanan lainnya secara masif yang akan digunakan oleh banyak customer. Jadi, mereka bisa menggunakan resource yang disediakan dengan harga yang lebih murah.

Sebagai contoh, ketika membeli tiket secara grup atau berkelompok, kamu bisa saja mendapat potongan tertentu, kan? Hal seperti itulah yang dimanfaatkan oleh penyedia layanan komputasi awan dan kita sebagai penggunanya juga bisa mendapatkan layanan yang lebih murah.

Selain itu, sistem pembayaran yang digunakan oleh berbagai penyedia layanan cloud computing, yaitu pay-as-you-go. Apa itu pay-as-you-go? Kamu hanya membayar sesuai dengan apa yang kamu gunakan.

Contohnya, kamu hanya menggunakan penyimpanan data. Jadi, kamu hanya membayar sesuai dengan besarnya penyimpanan yang kamu gunakan dan biaya transfer data jika ada.

Nah, biaya tersebut biasa disebut sebagai OpEx (Operational Expenses) atau biaya operasional. Sekarang kita bandingkan dengan biaya yang perlu kita bayar di depan. Biaya tersebut biasa disebut CapEx (Capital Expenditure).

Biaya penyimpanan yang hanya kita gunakan bisa lebih murah dibandingkan kamu membeli perangkat keras untuk penyimpanan yang banyak. Jika mempersiapkan data center atau perangkatnya sendiri, kamu akan merasakan cukup berat menyediakannya di awal.

Bahkan, peralatan yang sudah dibeli tersebut bisa saja belum digunakan seluruhnya. Sayang, kan, jika tidak digunakan cukup lama dan kita sudah mengeluarkan uang cukup besar?

Nah, kamu bisa menghemat biaya yang awalnya perlu memiliki CapEx yang besar, sekarang hanya perlu membayar OpEx yang mungkin saja mendapat harga lebih murah.

Namun, kamu perlu strategi yang baik ya, bukan berarti biaya operasional itu sudah pasti murah. Oh iya, kamu bisa pelajari CapEx dan OpEx ini di kelas Belajar Dasar Google Cloud, loh. Siapa tau kamu masih penasaran bagaimana komputasi awan ini bisa menghemat biaya.

2. Keamanan

Penyedia layanan komputasi awan memiliki sistem keamanan yang sudah terintegrasi pada layanan mereka. Kita tidak perlu khawatir lagi mengenai keamanan data center secara fisik ataupun keamanan sistemnya.

Namun, bukan berarti kita tidak perlu melakukan apa-apa lagi untuk mengamankan data kita. Dalam komputasi awan, ada istilah shared responsibility. Apa itu shared responsibility atau tanggung jawab bersama?

Nah, tanggung jawab bersama berarti bahwa penyedia layanan komputasi dan kita sebagai customer memiliki tanggung jawab dalam menjaga keamanan layanan tersebut.

Contohnya, kamu menggunakan layanan untuk men-deploy aplikasi. Sebagai penyedia layanan komputasi awan, mereka akan memastikan pihak luar tidak bisa mengacak-acak aplikasi kamu atau mengubah aplikasi kamu secara sembarangan. Namun, kamu perlu memastikan tidak ada celah dalam aplikasi kamu.

Jadi, masing-masing pihak, baik penyedia maupun customer, memiliki perannya masing-masing dalam keamanan layanan. Kamu bisa eksplorasi lebih banyak mengenai istilah ini di kelas Cloud Practitioner Essentials (Belajar Dasar AWS Cloud).

3. Mendunia dalam Hitungan Menit

Kamu bisa men-deploy aplikasi dengan mudah dan cepat. AWS mengatakan kamu bisa dengan mudah deploy aplikasi ke berbagai negara hanya dengan beberapa klik.

Melalui laman yang disediakan Google Cloud, mereka juga mengatakan kamu bisa dengan mudah mempersiapkan atau menghentikan server atau instance dalam hitungan detik. Artinya kamu bisa dengan mudah dan cepat untuk deploy aplikasi kamu.

Jadi, menurut kamu bagaimana? Kami yakin, kamu semakin penasaran dengan manfaat cloud computing lainnya, kan?

4. Meningkatkan Kolaborasi

Dalam pengembangan perangkat lunak, tidak menutup kemungkinan perlunya kolaborasi pengembang perangkat lunak dan yang lainnya, manager proyek dengan pengembang, dan sebagainya. Terutama saat memiliki tim secara global, kolaborasi ini menjadi hal yang sangat penting.

Tahukah kamu? Kolaborasi ini bisa terjadi saat tim menggunakan layanan cloud. Kamu dapat mengakses layanan tersebut dengan internet, saling terhubung dengan anggota tim lain, serta hal yang tidak kalah penting, yaitu meningkatkan kolaborasi.

Contohnya, kamu bisa berkolaborasi dengan menggunakan layanan cloud untuk membuat dokumen secara bersama-sama. Secara umum, itu termasuk salah satu layanan komputasi awan; secara spesifik, itu termasuk pada bagian SaaS (Software as a Service).

5. Skalabilitas

Wah, ternyata manfaat cloud computing tidak hanya dalam persoalan teknis, seperti keamanan; tetapi juga dapat membantu bisnis, baik itu meningkatkan kolaborasi maupun penghematan biaya.

Selain itu, kamu juga bisa mendapat manfaat skalabilitas saat menggunakan layanan komputasi awan. Apa itu skalabilitas yang dimaksud di sini? Skalabilitas ini memungkinkan aplikasi ataupun perangkat lunak yang kita gunakan atau deploy dapat menampung jumlah pengguna yang tidak menentu.

Contohnya, kamu memiliki aplikasi penjualan, tetapi hanya pada jam-jam tertentu memiliki jumlah pengguna yang signifikan. Apakah kamu akan terus menerus menggunakan resource yang besar, sedangkan pada jam-jam biasa jumlah penggunanya hanya sedikit?

Tentu saja tidak, kita perlu menghemat penggunaan resource tersebut. Oleh karena itu, skalabilitas ini memainkan perannya agar secara otomatis menyediakan layanan lebih banyak pada jam yang sudah kita tentukan atau kondisi tertentu.

Jadi, kita tetap membuat aplikasi kita tetap tersedia, tetapi tidak secara berlebihan digunakan pada waktu-waktu biasa.

6. Mencegah Kehilangan Data

Layanan cloud computing cukup terkenal memiliki layanan backup atau pencadangan. Kita dapat melakukan pemulihan data menggunakan data yang sudah dicadangkan sebelumnya.

Layanan komputasi awan biasanya secara default sudah mengaktifkan layanan pencadangan data ini, tetapi jika belum, kamu dapat mengaktifkannya berdasarkan kebutuhan.

Sudah tentu suatu bisnis tidak ingin kehilangan data. Tidak hanya bisnis, pengguna aplikasi kita juga tidak mau hal tersebut terjadi. Pastikan kamu selalu mencadangkan data penting, ya, saat menggunakan layanan komputasi awan.

7. Membantu Pemulihan Bencana (Disaster Recovery)

Penggunaan layanan komputasi awan bukan berarti akan selalu aman dari bencana, baik itu bencana alam maupun bencana secara digital. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Layanan komputasi awan akan memastikan data kamu tetap aman saat terjadi bencana.

Biasanya, penyedia komputasi awan memiliki prosedur pemulihan setelah terjadinya bencana. Kamu juga perlu memiliki strategi untuk meminimalisir adanya kehilangan data saat terjadi bencana.

Contohnya, kamu bisa menduplikasi data kamu ke berbagai available sets atau data center. Jadi, jika di daerah A terjadi bencana, tetapi yang terkena dampak hanyalah available sets AB, kamu masih bisa memulihkan data kamu dari available sets lainnya, misalkan AA dan AC.

8. Fleksibilitas

Perubahan proses atau strategi bisnis sangat memungkinkan fleksibilitas, terutama pada saat banyak hal yang tidak menentu, seperti pendapatan yang tidak kunjung meningkat, sulitnya mengambil pasar, dan lain-lain.

Perubahan bisnis juga memengaruhi solusi teknologi informasi. Melalui penggunaan komputasi awan, kamu dapat memilih alternatif tools (perkakas) atau layanan lain yang disediakan oleh komputasi awan.

Kamu tidak perlu khawatir jika suatu saat tidak dapat menemukan solusi perkakas atau layanan yang cocok digunakan sesuai dengan bisnis yang kamu jalankan. Misalkan saja, sebelumnya suatu bisnis hanya menggunakan bahasa pemrograman Java, tetapi sebab adanya perubahan arahan dan membutuhkan bahasa pemrograman lain, seperti Node.js, .NET, dan lain-lain, hal itu dimungkinkan dalam komputasi awan.

Beberapa layanan komputasi awan menyediakan alternatif perkakas untuk memudahkan implementasi bisnis kamu.

9. Memudahkan Pembaruan Perangkat Lunak

Pembaruan perangkat lunak juga tidak kalah penting dalam pengembangan perangkat lunak. Bayangkan saja, jika kamu memiliki perangkat lunak yang versinya sudah sangat lama dan tidak pernah diberikan pembaruan, ada potensi kegagalan dalam hal keamanan atau kemungkinan memiliki bug yang menyebalkan.

Umumnya, komputasi awan menyediakan solusi untuk memudahkan pembaruan perangkat lunak. Bahkan untuk beberapa layanan akan diperbolehkan untuk melakukan pembaruan perangkat lunak secara otomatis.

Contohnya, kamu bisa mengaktifkan pembaruan sistem basis data ke versi minor sehingga akan sangat membantu sebagai solusi jika ada bug yang mungkin terjadi pada versi sebelumnya. Banyak hal lainnya yang bisa kamu automasi sehingga memudahkan dalam pembaruan perangkat lunak.

10. Kapasitas Penyimpanan yang Lebih Besar

Data atau informasi semakin banyak dan luas sehingga kita membutuhkan kapasitas yang besar. Jika bisnis semakin membesar, sudah tentu kita membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar. Bayangkan saja, S3 (Simple Storage Service), yaitu layanan penyimpanan dari AWS, bahkan tidak memberikan batas untuk total besaran penyimpanan data pada layanan mereka.

Demikian juga Azure Storage sebagai layanan penyimpanan dari Azure, mereka tidak membatasi jumlah data yang bisa kamu simpan di sana. Walaupun ada batasan ketika transfer data, penyimpanan yang sangat besar tersebut akan membantu kamu untuk menyimpan data yang lebih besar dan terus berkembang.

11. Meningkatkan Daya Saing

Oke, ini mungkin manfaat “yang terakhir”. Kita bisa melihat banyak manfaat dari komputasi awan. Sebenarnya bukan hanya 11, ada banyak manfaat lain dari komputasi awan. Namun, kami rangkum hanya 11 saja.

Kamu bisa bayangkan dari kesepuluh manfaat sebelumnya, seberapa besar potensi bisnismu bisa berkembang secara pesat. Tentu saja, semakin bisnis kita berkembang, hal itu akan membuat bisnis kita bersaing dengan kompetitor lainnya. Istilahnya kita tidak mau kalah saing dengan bisnis lain.

Jika masih ingat manfaat “mendunia dalam hitungan menit”, kamu bisa meningkatkan daya saing kamu dengan cepat. Mungkin yang dahulu kesulitan untuk memasarkan aplikasinya, sekarang kamu bisa dengan mudah dan cepat untuk memasarkan aplikasinya melalui komputasi awan.

 

Jadi, apakah tertarik memanfaatkan komputasi awan?

Dari 11 atau 10+ manfaat komputasi awan tersebut, apakah kamu tertarik memanfaatkan komputasi awan? Dari berbagai manfaat tersebut, manfaat apa yang sangat kamu cari?

Apakah mendunia dalam hitungan menit? Apakah membutuhkan kapasitas yang lebih besar? Atau, apakah membutuhkan penghematan biaya? Semuanya bergantung pada bisnis yang kamu jalankan.

Ini merupakan beberapa manfaat secara umum yang kamu dapatkan saat menggunakan komputasi awan. Jika masih penasaran dengan manfaat komputasi awan, kamu bisa belajar lebih dalam tentang beberapa penyedia komputasi awan, seperti AWS, Microsoft Azure, Google Cloud, Alibaba Cloud, IBM Cloud, dan masih banyak lagi.

Semoga kamu semakin penasaran dengan cloud computing, manfaatnya, dan hal lainnya terkait dengan komputasi awan, ya!


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.