Mengenal-Layanan-Storage-di-Cloud

Mengenal Layanan Storage di Cloud

Catatan: Jika kamu awam dengan teknologi Cloud Computing, kami sarankan untuk membaca artikel mengenai penjelasan Apa Itu Cloud Computing? Pahami Dengan Lebih Baik.

Istilah Cloud sudah tidak asing didengar oleh kalangan developer seperti kamu. Saat ini, teknologi cloud sudah marak digunakan baik oleh pengguna awam maupun pengembang software. Kami yakin, walau kamu belum akrab dengan istilah Cloud, pasti kamu salah satu penikmatnya.

Bagaimana tidak, hampir semua aplikasi yang banyak digunakan sudah memanfaatkan teknologi Cloud. Mulai dari aplikasi email seperti Gmail; hiburan seperti YouTube; hingga sosial media seperti Instagram, Facebook, TikTok; semua tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi Cloud. Teknologi ini mendongkrak perkembangan infrastruktur dalam membangun aplikasi ke arah yang lebih baik, murah, dan mudah.

Singkatnya, dengan teknologi Cloud, perusahaan bisa membangun infrastruktur aplikasi, seperti menyiapkan server, storage, ataupun jaringan jauh lebih cepat. Pasalnya, beberapa kebutuhan untuk membangun infrastruktur sudah tidak perlu dilakukan secara mandiri. Bahkan, saat ini kamu bisa membangun infrastruktur dengan skala besar hanya dengan duduk di depan komputer saja. Luar biasa, bukan?

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Nah, di artikel ini, kita akan berkenalan lebih jauh dengan salah satu layanan Cloud, yaitu Storage. Penasaran? Simak artikelnya sampai habis, ya.

Pengertian Layanan Storage pada Cloud

Ilustrasi tempat penyimpanan (storage)

Ilustrasi tempat penyimpanan (storage) Image by Pexels from Pixabay

Storage dalam konteks ilmu komputer adalah ruang yang digunakan untuk menyimpan berkas. Sama seperti ruang penyimpanan pada umumnya, komputer membutuhkan perangkat keras spesifik, seperti hard disk atau flash disk. Jika memiliki perangkat tersebut, komputer bisa menyimpan berkas yang kita miliki, seperti dokumen, musik, video, dan berkas lainnya.

Saat ini, storage adalah salah satu layanan yang ditawarkan oleh Cloud Provider. Dengan begitu, kita tidak harus memiliki perangkat keras hard disk atau flash disk lagi untuk menyimpan berkas, melainkan cukup dengan memanfaatkan teknologi yang disediakan Cloud Provider. Contohnya, kamu pasti akrab dan sering menggunakan Google Drive, bukan? Nah, dengan memanfaatkan Google Drive sebagai tempat penyimpanan, itu artinya kamu sudah menyimpan berkas di Cloud. Keunggulan ketika kamu menyimpan berkas di cloud adalah dapat diakses di mana saja tanpa perlu repot membawa perangkat penyimpanan lagi. Kamu cukup mengandalkan koneksi internet dan komputer, atau bahkan smartphone untuk mengakses layanan tersebut.

Manfaat dari Storage dengan cloud bisa lebih maksimal untuk kamu seorang pengembang software. Pasalnya, kamu bisa memanfaatkan layanan storage sebagai tempat penyimpanan yang terintegrasi dengan aplikasimu. Contoh, jika membuat aplikasi seperti Instagram, kamu bisa memanfaatkan cloud storage untuk menyimpan foto yang diunggah oleh pengguna sehingga tidak repot untuk menyiapkan perangkat fisik sebagai tempat penyimpanannya. Pastinya, pemanfaatan teknologi Cloud dapat mempercepat pengembangan aplikasi karena kamu bisa fokus terhadap bisnis ketimbang urusan infrastruktur.

Layanan Storage di Cloud yang Tersohor

Saat ini, sudah banyak layanan storage yang bisa kamu manfaatkan. Kami akan jabarkan layanan storage yang dimiliki Cloud Provider besar, seperti AWS, Google Cloud Platform, dan Microsoft Azure.

Simple Storage Service (S3) milik AWS

Layanan pertama adalah Simple Storage Service yang lebih dikenal dengan singkatan S3. Mengapa kami membahas S3 di urutan pertama? Karena memang S3 adalah salah satu layanan storage pertama yang sukses dengan model cloud. Bagaimana tidak, S3 sudah digunakan oleh banyak perusahaan besar luar maupun dalam negeri, termasuk kami (Dicoding).

S3 dikenal dengan ketangguhannya. Ia digadang-gadang dapat menjamin 99.999999999% berkas yang kamu simpan tidak akan hilang. Selain itu, S3 memiliki banyak pilihan model penyimpanan, ada yang cocok untuk kebutuhan umum, data yang jarang diakses, arsip, bahkan data yang butuh diakses secara cepat. Dengan banyaknya model penyimpanan, kamu bisa lebih leluasa menentukan pilihan sesuai dengan bujet yang dimiliki.

S3 juga mudah diintegrasikan dengan aplikasimu karena AWS menyediakan akses melalui jalur REST API dan Software Development Kit (SDK). Untuk mengetahui lebih dalam terkait cara penggunaan S3 di berbagai bahasa pemrograman, kamu bisa cek langsung dokumentasi Tools to Build on AWS.

Cloud Storage milik Google Cloud Platform

Selanjutnya kita beralih ke Cloud Storage dari Google Cloud Platform. Jika kamu ingin aplikasimu memiliki storage yang sama dengan aplikasi Gmail, YouTube, Drive, dan aplikasi Google lainnya, cobalah layanan storage yang satu ini. Walau terbilang baru jika dibandingkan dengan S3, Cloud Storage juga sudah banyak dipercaya dan digunakan oleh perusahaan besar luar maupun dalam negeri.

Dengan Cloud Storage, kecepatan dalam membangun infrastruktur storage dapat meningkat sekitar 99% dibandingkan model on-premise. Selain itu, jika memiliki kebutuhan untuk mereplikasi data antar-region, kamu bisa melakukannya dalam waktu 15 menit saja, cepat sekali! Tak hanya cepat, ketahanan data yang disimpan pun sudah pasti terjamin.

Sama seperti S3, kamu bisa mengintegrasikan penggunaan Cloud Storage dengan aplikasimu. Google Cloud Platform menyediakan SDK agar layanan cloud mereka dapat diakses secara terprogram. Untuk mempelajari lebih dalam penggunaan SDK di Google Cloud, kamu bisa tengok dokumentasi Cloud SDK.

Layanan Blob Storage milik Microsoft Azure

Tidak kalah dengan AWS dan Google, Microsoft Azure juga memiliki layanan Storage. Seperti produk Microsoft lainnya, mereka selalu menciptakan produk yang komprehensif dan cocok digunakan untuk berbagai perusahaan, terutama perusahaan besar.

Salah satu keistimewaan yang ditawarkan adalah kemudahan dalam migrasi storage ke layanan Cloud. Matt Fleck selaku PLM Global Platform Manager di P&G mengatakan bahwa ia berhasil memindahkan data di perusahaannya ke layanan cloud dengan pengalaman yang mulus. Hal ini karena tingkat kegagalan dalam pengiriman data ke layanan Storage sangatlah rendah sehingga ia memastikan sistem di perusahaan tetap berjalan stabil selagi memindahkan datanya ke cloud.

Sebagai developer, kamu juga bisa menggunakan layanan Blob Storage milik Microsoft Azure sebagai tempat penyimpanan yang terintegrasi dengan aplikasimu. Silakan pelajari Blob Storage SDK yang dimiliki Microsoft Azure untuk menggunakan layanannya secara terprogram. Simak dokumentasinya pada halaman Introduction to Blob Storage.

Kesimpulan

Penggunaan layanan storage dengan cloud sudah sangat melekat, terlebih jika kamu membutuhkan tempat penyimpanan untuk aplikasimu. Tunggu apa lagi? Saat ini sudah tidak ada alasan untuk menyimpan berkasmu secara lokal. Kamu bisa memanfaatkan salah satu layanan yang kami jabarkan di atas. Jika kamu masih bingung dan mau belajar menggunakannya, kami sarankan untuk mengikuti salah satu Learning Path dari Dicoding berikut ini.

Di sana kamu akan belajar dengan menjajal langsung penggunaan layanan storage pada masing-masing cloud provider.

Sampai jumpa pada artikel cloud selanjutnya!


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.