Langganan Jadi Juara Web Design Tidak Hentikan Semangat Aji untuk Terus Meningkatkan Skills

Cerita M. Aji Perdana Lulusan Program Intensif Dicoding

Apakah kamu yakin web yang kamu buat saat kuliah cukup untuk membuktikan skills-mu di mata HR? Jangan salah, jumlah pelamar saat ini sangat banyak. Berarti, ekspektasi perusahaan pun pasti meningkat karena semakin banyak CV dan portofolio yang di-screening oleh HR. Jadi, jangan berpuas diri dulu.

Hal serupa dipahami oleh M. Aji Perdana (24). Meski sudah sering menjadi juara dalam kompetisi desain web dan lulus kuliah Sistem Informasi, Aji tidak berpuas diri. Dia tetap mengasah skills-nya di luar kampus hingga kini berhasil bekerja sebagai IT Developer menangani klien BUMN, Pelindo. Keren, bukan?

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Saat itu, dia memilih program intensif Dicoding sebagai tempat belajar di luar kampus untuk membantu proses belajarnya. Ternyata, dalam waktu dua bulan setelah lulus dari program ini, Aji mendapatkan pekerjaan pertamanya!

Penasaran seperti apa pola belajar yang Aji terapkan supaya cepat dapat pekerjaan? Mari kita simak cerita perjalanan Aji!

Anak Berprestasi yang Berasal dari Keluarga Sederhana

Aji lahir dan besar di Lampung. Ayahnya adalah seorang petani dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sebagai anak pertama, kedua orang tua Aji menaruh harapan agar dia bisa menjadi contoh bagi ketiga adiknya, entah itu mencontohkan kerja keras, mandiri, dan juga menjadi pribadi bermanfaat bagi orang lain.

Aji paham bahwa harapan kedua orang tuanya adalah bahan bakar agar dia bisa punya pekerjaan dan kehidupan yang sukses. Ternyata, itu benar terjadi.

Menginjak usia remaja, Aji yang saat itu sedang berada di bangku SMK jurusan Multimedia mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang web design yang diselenggarakan secara nasional oleh Kementerian Pendidikan. Hebatnya, dia berhasil menjadi juara dalam tiga tahun berturut-turut. Tidak perlu diragukan, Aji memang berbakat dalam membuat web saat itu.

Si Juara Nasional yang Terjun ke Bidang Web dan IT

Setelah lulus dari SMK jurusan Multimedia, Aji memutuskan untuk memperdalam jalur pendidikan ke ranah teknologi dibandingkan cabang multimedia lain. 

Keputusan besarnya ini bukan karena dia jenuh dengan kegiatan desain-mendesain yang juga dia dapatkan di jurusan multimedia, melainkan karena dia ingin tahu seperti apa sistem di balik web yang user-friendly dan membuat para pengguna betah.

Seiring berjalannya waktu, Aji kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Bandar Lampung, jurusan Sistem Informasi. Tiba saat berada di semester akhir dalam jurusan ini, dia mulai merasakan persaingan masuk ke industri. 

Meski pernah jadi juara bertahan selama tiga tahun berturut-turut dalam bidang web design serta menjadi mahasiswa Sistem Informasi, ternyata Aji tetap merasakan ketakutan memasuki persaingan kerja. Di situlah dia akhirnya bertemu dengan program intensif Dicoding dan memilih alur belajar Front-End Web & Back-End. 

Awalnya, dia hanya mencari program belajar yang menyediakan mentor untuk membimbing proses belajarnya. Namun, ternyata dalam program intensif Dicoding ini, Aji mendapatkan benefit lebih banyak dari yang dia kira. 

Ia mendapatkan kurikulum belajar yang terstruktur, up-to-date sesuai perkembangan dan kebutuhan industri, dan juga sesi diskusi bersama para praktisi yang sudah lebih dulu jauh terjun ke dunia teknologi.

Belajar Praktik Membuat Progressive Web App (PWA)

Menurut Aji, pengalaman belajar yang dia dapat dari program intensif Dicoding cukup seru. Materi yang dia dapatkan disusun secara bertahap. 

Di awal, Aji diberikan materi dasar-dasar pemrograman untuk menguatkan konsep dan logika pemrogramannya. Setelah itu, ia naik ke materi yang lebih advanced, lalu ditutup dengan pengerjaan berbagai tugas praktik membuat proyek agar pemahamannya tidak menguap begitu saja.

“Kegiatan praktik dalam program ini kenceng banget. Saya diminta membuat progressive web app (PWA), responsive design, dan single page application (SPA),” ujar Aji.

Meski begitu, perjalanan belajarnya dalam program intensif Dicoding tidak selalu mulus. Aji menemukan tantangan ketika harus mengerjakan capstone project secara berkelompok. Pada fase ini, Aji benar-benar ‘digodok’ untuk bisa bekerja dalam tim, persis seperti simulasi bekerja sebagai programmer di dunia nyata. 

Aji dan tim harus memastikan proyek mereka selesai tepat waktu dengan membagi tugas secara jelas, mengatur waktu, dan harmonisasi pace kerja anggota tim yang berbeda, serta menjaga komunikasi tetap efektif ketika terjadi perbedaan pendapat saat membangun proyek mereka. 

Hasilnya, Aji dan tim berhasil melewati tantangan tersebut dengan baik. Berbekal materi soft skills dari program intensif Dicoding, mereka menjadi lebih memahami peran programmer di industri.

Di luar materi hard skills, soft skills, dan tugas-tugas praktik yang dia kerjakan, Aji juga mendapat benefit besar dari komunitas alumni program intensif Dicoding. Dia bisa berkenalan dan berkolaborasi dengan peserta dari berbagai daerah dan kampus.

“Ikatan alumni program intensif Dicoding juga sangat kuat. Saya jadi punya banyak kenalan dan relasi yang bermanfaat bahkan setelah program ini selesai saya ikuti,” ucap Aji.

Dapat Pekerjaan Pertama Membuat Web dalam Waktu Dua Bulan

Waktu memang terasa berjalan cepat bagi mahasiswa semester akhir. Selepas lulus dari program intensif Dicoding, Aji akhirnya mendapatkan pekerjaan baru. Tentu rasa bahagia menyelimutinya karena Aji bisa mendapatkan pekerjaan hanya dalam waktu dua bulan setelah lulus dari program intensif Dicoding ini.

Dalam pekerjaan pertamanya itu, Aji bekerja sebagai full-stack developer di PT Langgeng Sejahtera Kreasi Komputasi (PT LSKK), sebuah perusahaan afiliasi dari Institut Teknologi Bandung dan bergerak dalam bidang IT consultant.

Kini, Aji sudah berkembang sangat jauh. Dia telah berpindah-pindah perusahaan seiring dengan meningkatnya nilai jual skills Aji sebagai developer. Saat diwawancarai, Aji berkata bahwa sekarang ia sedang bekerja sebagai IT Developer di Integrasi Logistik Cipta Solusi.

Sebagai IT Developer, dia mengemban tugas untuk mengembangkan dan memelihara aplikasi berbasis web milik BUMN Pelindo, yang merupakan klien dari perusahaan tempat Aji bekerja. Keren, kan?

“Saat ini, saya mengerjakan WebPool dan Web Portal untuk BUMN Pelindo. Meski sudah lulus, ilmu fundamental front-end web development dari program intensif Dicoding masih saya pakai hingga saya bekerja sekarang,” ujar Aji.

Ke depannya, Aji ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 dan berharap punya kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya menjadi dosen di tempat kelahirannya, Lampung. Dia ingin bisa memperkuat pendidikan best practice technology dan mengedukasi etika IT di sana.

“Setiap kegagalan akan membuatmu berkembang. So, keep grinding and keep experimenting!” tutup Aji.

Bagaimana? Setelah membaca cerita Aji, apakah kamu sudah percaya diri dengan CV dan portofoliomu? Jika belum, yuk, siapkan dirimu dengan materi tech skills, soft skills, dan praktik berstandar industri dalam program intensif Dicoding: Asah 2026!

Pendaftaran dibuka sampai 6 Agustus 2026 di dicoding.com/asah.

Segera, ya! Pastikan kamu jadi salah satu dari 2.000 mahasiswa terpilih yang mendapatkan beasiswa belajar program intensif Dicoding: Asah 2026.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.