Cara Validasi Pengoptimalan Biaya Cloud: Teknik AWS

Cara Validasi Pengoptimalan Biaya Cloud: Teknik AWS

Dalam membangun sebuah arsitektur, kita harus membangun yang andal, aman, dan optimal. Agar hal itu tercapai, kita memerlukan suatu acuan atau best practice (praktik terbaik) sebagai referensi dan pembanding untuk arsitektur yang kita bangun. Tanpa adanya best practice tersebut, mungkin saat membuat dan menjalankan aplikasi di cloud, kamu akan sering bertanya-tanya, “Apakah yang saya lakukan ini sudah benar?”. Untuk menjawab pertanyaan ini, AWS telah membuat Well-Architected Framework yang memiliki lima pilar utama untuk dijadikan sebagai fondasi dasar dalam membangun cloud. Salah satu pilar tersebut adalah pilar Cost Optimization (optimalisasi biaya) sebagai cara validasi pengoptimalan biaya cloud.

Tahukah kamu bahwa artikel ini diambil langsung dari salah satu sub-modul pada kelas Architecting on AWS (Membangun Arsitektur Cloud di AWS) yang disusun oleh tim expert Dicoding bersama praktisi industri dan divalidasi oleh tim dari AWS (Amazon Web Services)?

Saat ini, AWS menyediakan kelas berbahasa Indonesia di bidang Back-End Developer dan disediakan secara GRATIS melalui program beasiswa Cloud and Back-End Developer Scholarship Program. Beasiswanya untuk umum, tanpa syarat, dan sepenuhnya gratis. Untuk dapat cukup daftar dan isi formulir pendaftaran singkat di aws.dicoding.com. Setelah daftar, pasti dapat!

100.000 Beasiswa untuk Indonesia dari Amazon Web Services

Pilar Cost Optimization sebagai cara validasi pengoptimalan biaya cloud

Cost Optimization (Optimalisasi biaya) merupakan persyaratan berkelanjutan dari setiap desain arsitektur yang baik. Prosesnya berulang dan harus disempurnakan serta ditingkatkan selama masa produksi.

Pahamilah seberapa efisien arsitektur kamu saat ini agar dapat membantu menghilangkan biaya yang tidak diperlukan. Pertimbangkan juga untuk menggunakan layanan terkelola (managed service) yang beroperasi pada skala cloud. Layanan tersebut dapat menawarkan biaya per transaksi atau layanan yang lebih rendah.

Ada 5 prinsip desain untuk pilar Cost Optimization di cloud:

Terapkan Cloud Financial Management

Untuk mencapai kesuksesan finansial dan mempercepat realisasi nilai bisnis di cloud, kamu perlu berinvestasi dalam Cloud Financial Management / Cost Optimization. Organisasi kamu perlu mendedikasikan waktu dan sumber daya untuk membangun kemampuan dalam domain baru teknologi dan manajemen penggunaan ini. Sama halnya dengan pilar Security atau Operational Excellence, kamu perlu membangun kemampuan melalui pengembangan pengetahuan, program, sumber daya, dan proses untuk menjadi organisasi yang hemat biaya.

Adopsi model konsumsi

Bayar hanya untuk sumber daya komputasi yang kamu perlukan lalu tingkatkan/kurangi penggunaan bergantung pada persyaratan bisnis, bukan dengan menggunakan perkiraan yang rumit. Misalnya, lingkungan pengembangan dan pengujian biasanya hanya digunakan selama 8 jam sehari di hari kerja. Nah, kamu dapat menghentikan sumber daya ini saat tidak digunakan dengan potensi penghematan biaya 75% ketimbang menjalankannya tanpa henti 24/7 (40 jam vs 168 jam).

Ukur efisiensi keseluruhan

Ukurlah output bisnis kamu dari beban kerja dan biaya yang terkait dengan pengirimannya. Gunakan ukuran ini untuk mengetahui keuntungan yang kamu peroleh dari peningkatan output dan pengurangan biaya.

Berhenti menghabiskan uang untuk undifferentiated heavy lifting (pekerjaan berat yang tak memberikan perbedaan nilai)

AWS melakukan heavy lifting (pekerjaan berat) pada data center seperti racking, stacking, dan powering server. Ini juga menghilangkan beban operasional dalam mengelola sistem operasi dan aplikasi dengan layanan terkelola. Prinsip ini juga memungkinkan kamu untuk fokus pada pelanggan dan proyek bisnis daripada infrastruktur IT.

Analisis dan atribusikan pengeluaran

Cloud akan membuat kamu lebih mudah untuk mengidentifikasi penggunaan dan biaya sistem secara akurat. Bahkan, cloud juga memungkinkan atribusi yang transparan terhadap biaya IT. Prinsip ini dapat membantu mengukur Return on Investment (ROI) alias laba atas investasi dan memberi kamu kesempatan untuk mengoptimalkan sumber daya dan mengurangi biaya.

 

Untuk petunjuk implementasi secara lebih mendetail, kamu bisa menemukannya di whitepaper untuk pilar Cost Optimization di tautan berikut ini Cost Optimization Pilar – AWS Well-Architected Framework.

Pilar yang dibahas di artikel ini hanya merupakan salah satu dari lima pilar AWS Well-Architected Framework berikut:

  1. Operational Excellence
  2. Security
  3. Reliability
  4. Performance Efficiency
  5. Cost Optimization

Pembahasan mendalam mengenai kelima pilar tersebut merupakan bagian dari alur belajar (learning path) Back-End Developer yang disusun bersama Amazon Web Services beserta pelaku industri lainnya. Jika kamu butuh beasiswa untuk mendapatkan akses ke learning path tersebut, silakan daftar di program Cloud and Back-End Developer Scholarship.

Cara Validasi Pengoptimalan Biaya Cloud: Teknik AWS – end 

Baca juga artikel pilihan berikut ini :

  1.  Cloud and Back-End Developer Scholarship Telah Dibuka.
  2.  Dasar Komputasi Cloud di AWS untuk Developer Pemula
  3.  Apa itu komputasi cloud? Penjelasan dari AWS

Dibuka Pendaftaran Cloud and Back-End Developer Scholarship Program untuk 100.000 peserta umum


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.