Archie, Lulusan Dicoding Bootcamp Batch 1

Merajut Asa untuk Menjadi Developer Andal Lewat Dicoding Bootcamp

Cerita Made Acarya Mordekhai Karang, Lulusan Dicoding Bootcamp Batch 1, dan Perjuangan yang Dilakukannya untuk Menjadi Talenta Digital Unggul

Perkembangan teknologi tak kenal kata berhenti. Oleh karenanya, para ahli di bidangnya pun perlu melakukan hal yang sama, yakni senantiasa bertumbuh. Made Acarya Mordekhai Karang (29) sangat memahami hal ini. Archie, panggilan akrabnya, percaya bahwa apabila seseorang bercita-cita untuk menjadi seorang talenta digital, ia tak boleh berhenti belajar.

Memiliki latar belakang pendidikan Teknik Elektro dan bercita-cita untuk bisa switching career ke bidang pemrograman, Archie memutuskan untuk belajar di Dicoding Bootcamp Batch 1. Setelah mempertajam kemampuannya pada program tersebut, Archie semakin percaya diri untuk bisa melangkah ke dunianya yang baru.

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Lalu, bagaimana perjalanan belajar Archie selama di Dicoding Bootcamp Batch 1? Mari kita simak kisahnya bersama-sama!

Sempat Menunda Mimpi Mempelajari Pemrograman

Oecusse, salah satu kawasan yang sekarang menjadi bagian dari Timor Leste, merupakan tempat kelahiran Archie. Sulung dari dua bersaudara ini adalah putra dari pasangan pensiunan PNS tenaga kesehatan. Namun, kerusuhan politik saat ia kecil membawanya kembali ke kampung sang ayah di Karangasem, Bali.

Meski memiliki kedua orang tua yang tak punya keinginan muluk-muluk, sebagai anak sulung, Archie tetap bercita-cita untuk bisa membahagiakan keluarganya. Dari situ, ia berpikir bahwa teknologi adalah salah satu sarana untuk mencapainya. Dengan menjadi ahli di bidang ini, ia merasa dapat bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya, termasuk kedua orang tuanya.

Archie masih berusia 16 tahun saat minatnya untuk mempelajari coding tumbuh. Sayang, mimpinya harus terhambat oleh kondisi lingkungan yang kurang mendukung saat itu. Mau tak mau, ia harus menundanya.

Memilih untuk menyibukkan diri dengan hal lain selain teknologi, Archie melanjutkan pendidikan ke Universitas Udayana, jurusan Teknik Elektro. Setelah lulus, Archie bekerja di berbagai tempat berbeda, sampai akhirnya berkarier sebagai Engineer On Site untuk PT Integrasi Data Nusantara.

Sebagai seorang Engineer On Site, Archie bertanggung jawab untuk melakukan monitoring dan troubleshooting pada layanan teknologi yang telah disewa oleh klien. 

Meski telah berkarier secara purnawaktu, Archie masih menyimpan keinginan untuk bisa belajar pemrograman. Keinginan itulah yang mendorongnya untuk bertemu dengan salah satu program beasiswa di Dicoding.  

Bertemu dengan Program Dicoding Bootcamp yang Terjangkau bagi Archie

Perjalanan belajar Archie di bidang pemrograman dimulai dengan menjadi peserta program beasiswa yang dipersembahkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Itulah yang menjadi awal pertemuan Archie dengan ekosistem belajar di Dicoding.

Lulus dari program tersebut, Archie semakin tergerak untuk bisa belajar teknologi secara mendalam di Dicoding. Ia pun mengikuti beberapa program hingga akhirnya, iklan Dicoding Bootcamp “mampir” di media sosialnya dan menarik perhatiannya.

“Saya pun mencari tahu lebih lanjut mengenai program Dicoding Bootcamp dan menemukan bahwa program ini menawarkan biaya pelatihan yang terjangkau untuk pengalaman belajar pemrograman yang mendalam.”

Percaya diri bahwa setelah ikut Dicoding Bootcamp nanti ia akan bisa mengejar kembali mimpinya, Archie pun mendaftarkan diri. Setelah berhasil diterima sebagai salah satu peserta, ia bertekad untuk bisa menyelesaikan proses pembelajaran dengan baik.

Memperoleh Pengalaman yang Menantang, tetapi Mendorongnya untuk Bertumbuh

Saat memulai proses belajarnya di Dicoding Bootcamp, Archie dihadapkan dengan berbagai tantangan. Salah satu tantangan tersebut adalah padatnya kegiatan yang harus ia jalani di kantor, saat mengerjakan pekerjaan sampingan, dan di Dicoding Bootcamp.

Pembelajaran di Dicoding Bootcamp yang komprehensif menuntut Archie untuk bisa memberikan komitmen waktu yang cukup. Meski hampir menyerah, Archie senantiasa ingat akan tujuannya ikut serta pada program ini. Oleh karenanya, berbekal motivasi dari dalam diri dan mentornya, Archie berhasil melampaui rintangan pertama yang menghalangi jalannya.

Selain Archie ditempa untuk disiplin dalam belajar dan melakukan manajemen waktu, ia sempat tertantang saat harus menyelesaikan modul expert. Pembelajaran pada tingkat mahir menuntutnya untuk bisa beradaptasi dengan materi yang lebih kompleks.

Meski begitu, tekad dan komitmen kuat yang Archie miliki berhasil membantunya mengatasi ujian tersebut. Ia pun belajar untuk terus berprogres tanpa terjebak dalam dorongan perfeksionisme. 

“Hal lain yang tak kalah menantang untuk saya adalah pengerjaan capstone project. Proyek akhir ini melatih saya untuk bisa berkomitmen dalam kerja sama tim dan mengeksekusi sebuah ide.”

Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapinya, Archie merasa puas dengan pengalaman belajarnya di Dicoding Bootcamp. Ia merasa lingkungan dan modul pembelajaran yang ia dapatkan sangat membantu perkembangannya sebagai calon talenta digital.

Mulai Bertransformasi setelah Lulus dari Dicoding Bootcamp

Setelah melewati lebih dari 900 jam belajar di Dicoding Bootcamp, Archie berhasil lulus. Kemampuan teknis dan soft skills-nya pun berkembang sejak saat itu. Archie pun merasa bangga bisa bergabung dalam komunitas dengan minat yang sama dan punya kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli di industri IT.

Tak hanya itu, Dicoding Bootcamp juga sangat membantunya dalam hal career development. Khususnya saat Archie mempelajari growth mindset, critical thinking, dan time management. Lewat ketiga pembelajaran tersebut, ia bisa menjadi pribadi yang selalu resourceful, tidak mudah panik dalam menghadapi tantangan, dan mampu menyusun prioritas dalam bekerja.

Saat ditanya perihal kelas favorit di Dicoding, Archie menjawab “Menjadi Front End Web Developer Expert.” Menurutnya, kelas ini tidak hanya mengajarkan hal dasar tentang coding, tetapi juga pertimbangan dalam merapikan kode, struktur kode, sifat responsif web yang dibuat, serta performa dari web.

Hal lain yang sangat Archie sukai adalah ketika ia berhasil membuat PWA (Progressive Web App) dan melihat tampilannya seperti aplikasi native. Ia tak pernah menyangka akan sampai pada tahap ini dan amat bersyukur karena Dicoding membekalinya dengan keterampilan yang bermanfaat.

“Setiap Tekanan dalam Hidup Dapat Mengakselerasi Diri Kita untuk Menjadi Lebih Baik”

Archie setelah lulus dari Dicoding Bootcamp

Tak lama setelah menyelesaikan bootcamp, Archie berencana untuk mengembangkan kariernya. Ke depannya, ia ingin mengerjakan beberapa proyek yang dapat membantu usaha keluarga, tempat ibadah, dan yayasan sebagai bekal sekaligus portofolio profesional yang tengah ia bangun.

“Selain itu, saya juga berencana untuk mengambil S2 di bidang Software Engineering. Sejujurnya, pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan dari Dicoding Bootcamp sudah memperkuat fundamentalnya.”

Ingin agar bisa menginspirasi para talenta digital lainnya, Archie memberikan motivasi:

“Jangan takut pada tekanan karena setiap tekanan dalam hidup dapat mengakselerasi diri kita untuk menjadi lebih baik. Meski tidak nyaman, kondisi seperti itulah yang melahirkan pribadi yang tangguh.”

Selain itu, Archie pun ingin menekankan bahwa komunitas yang tepat dapat membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dan terus berkembang. Jika mau berkembang di bidang teknologi, temukan komunitas teknologi yang suportif agar kita bisa belajar dari mereka dan terbuka untuk setiap feedback. 

Terakhir, menurut Archie, komitmen yang kita buat akan terus diuji oleh waktu dan keadaan. Kita perlu fokus pada apa yang ingin kita raih dan menyingkirkan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Lewat kisah inspiratifnya, Archie membuktikan bahwa setiap perjalanan panjang dimulai dari langkah kecil. Dari mimpi yang tertunda, Archie kini menjadi teladan bagi mereka yang ingin meniti karier impian dalam dunia teknologi.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.