Jenis Pekerjaan Bidang Teknologi yang Paling Diminati Tahun 2022

Jenis Pekerjaan Bidang IT yang Paling Diminati versi Dicoding 

Pekerjaan bidang IT (Information Technology) merupakan salah satu bidang pekerjaan yang memiliki prospektif cerah untuk kamu tekuni. Saat ini teknologi terus berkembang dan ia telah menggantikan banyak jenis pekerjaan. Namun, teknologi juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang tak bisa digantikan oleh robot ataupun kecerdasaan buatan (AI).

Bermain dengan Robot

Mengetahui pekerjaan bidang IT yang paling diminati dapat membantu kamu mempersiapkan diri untuk terjun ke industri dengan hard skill yang tepat. Di bawah ini adalah daftar pekerjaan teknologi paling banyak diminati (dibutuhkan) dan pekerjaan teknologi terbaik untuk beberapa tahun mendatang versi tim Dicoding Indonesia.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

 

Artificial Intelligence Specialist

Apa itu AI Specialist?

Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan adalah bidang ilmu untuk membuat sistem komputer yang dapat berpikir, belajar, memecahkan masalah, dan mengerjakan suatu hal layaknya manusia.

Untuk bisa melakukan berbagai hal tersebut, ia memerlukan banyak data yang nantinya digunakan sebagai dasar pengetahuan agar sistem dapat belajar lebih baik lagi. Dalam prosesnya, kecerdasan buatan akan belajar untuk memperkaya pengetahuannya secara mandiri. Ia mempelajari pengalaman saat sistem digunakan oleh pengguna. Selain itu, ia juga diprogram untuk mengoreksi dirinya sendiri ketika melakukan suatu kesalahan.

Secara garis besar, AI dapat melakukan salah satu dari keempat faktor berikut.

  • Acting Humanly, sistem bertindak layaknya manusia.
  • Thinking Humanly, sistem dapat berpikir seperti manusia.
  • Think Rationally, sistem dapat berpikir secara rasional.
  • Act Rationally, sistem mampu bertindak secara rasional.

Lalu, apa itu AI Specialist? Mengutip dari technojobs.co.uk, AI Specialist adalah seorang ahli pemrograman komputer yang salah satu tugasnya yaitu mengecek hipotesis. Pengecekan hipotesis ini bertujuan untuk menguji cara kerja pikiran manusia dengan simulasi kognitif.

Teknologi pengenalan wajah

Sebagai contoh, AI Specialist mengembangkan sistem keamanan berbasis AI seperti pengenalan wajah. Teknologi pengenalan wajah dapat membantu manusia untuk menemukan identitas seseorang. AI akan mengenali wajah seseorang seperti cara kerja otak manusia saat mengenali wajah. Tugas AI Specialist adalah mengembangkan sistem ini.

Mengapa AI Specialist?

Menurut riset yang berjudul 2020 Emerging Jobs Report, tren perekrutan untuk peran AI specialist tumbuh 74% selama 4 tahun terakhir. AI specialist dinobatkan sebagai peringkat pertama the most emerging job in the US in 2020.

Di Indonesia, AI specialist juga menempati urutan pertama. Hal ini karena otomatisasi telah mengubah cara orang hidup dan bekerja setiap harinya. Posisi seorang AI Specialist sangat dicari sehingga pendapatan untuk posisi ini bisa senilai Rp 1,9 miliar per tahun di Amerika (Kompas).

Skill AI Specialist

Untuk bisa memiliki hard skill dari seorang AI Specialist, kamu wajib menguasai beberapa bahasa pemrograman dan memiliki latar belakang pekerjaan sebagai analis sistem dengan keterampilan pemrograman yang memadai. Kemudian, kamu juga perlu menguasai ilmu data, bidang Artificial Intelligence/Machine Learning, dan memahami desain sistem untuk mengembangkan sistem AI.

Kamu juga sebaiknya mempunyai gelar master di bidang ilmu komputer/STEM. Lalu, bagaimana jika baru memiliki gelar sarjana? Tenang, kamu masih bisa mendapatkan pekerjaan ini untuk posisi entry-level.

DevOps Engineer

Apa itu DevOps Engineer?

Dalam membangun suatu sistem atau memperbaiki suatu bug, biasanya akan melibatkan 2 tim, yaitu tim development (programmer) yang bertugas melakukan coding dan tim operation (Sysadmin) yang mengurus bagaimana deployment yang dilakukan dapat tampil di sisi pengguna dengan baik. Namun, sayangnya sering terjadi perbedaan cara kerja antara kedua tim tersebut.

DevOps Engineer inilah yang bertanggung jawab atas proses perancangan, pengembangan, dan pembuatan solusi dalam pemecahan masalah yang sering terjadi antara tim development dan tim operation.

Mengapa DevOps Engineer?

Sebelum kita membahas mengapa DevOps Engineer menjadi salah satu pekerjaan yang diminati pada tahun 2022, ada baiknya kita belajar sejarahnya terlebih dahulu. Praktik DevOps dimulai sejak tahun 2007, di mana Patrick Debois (seorang konsultan development) memiliki tujuan untuk mempelajari berbagai aspek tentang IT. Ia merasa terganggu dengan perbedaan cara kerja antara tim development dan tim operation. Lalu, Patrick dipertemukan dengan Andrew Shafer untuk memulai Agile System Administration.

Pekerjaan DevOps Engineer

Tahun 2010 pembahasan mengenai DevOps mulai gencar di seluruh dunia dengan tagar #DevOpsDays bermunculan di media sosial. Hingga tahun 2014 perusahaan besar seperti Target, Nordstrom, dan LEGO menjadi perusahaan pertama yang menerapkan prinsip DevOps ke perusahaannya.

Lalu, mengapa DevOps Engineer sangat dibutuhkan? Menurut data Linkedin Emerging Jobs Report di Indonesia tahun 2020. DevOps Engineer menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan dengan prospek menjanjikan. Kamu hanya cukup memenuhi persyaratan dan skill yang dibutuhkan perusahaan melalui rekrutmen kerja agar bisa mendapatkan peluang karier di bidang ini.

Skill DevOps Engineer

Untuk menjadi seorang DevOps Engineer, perlu kamu ketahui dulu beberapa skill yang dibutuhkan untuk mengerjakan tanggung jawab ini. Skill tersebut, seperti Bahasa pemrograman server-side, AWS, Agile, SDLC, DevOps, Kubernetes, Docker, Scripting, Jenkins, dan Linux. Permintaan skill tersebut berdasarkan informasi rekrutmen di perusahaan LogisFleet yang sedang membutuhkan pekerja sebagai DevOps Engineering.

Cloud Architect

Apa itu Cloud Architect?

Cloud Architect atau disebut juga Cloud Systems Administrator adalah seorang IT specialist yang mengembangkan dan mengawasi sistem komputasi. Seorang Cloud Architect biasanya memiliki pemahaman yang luas tentang sistem teknologi dan cloud computing, termasuk desain aplikasi berbasis cloud dan cara mentransfernya.

Seorang Cloud Architect berperan menangani hampir seluruh lini teknologi cloud, mulai dari membuat strategi, men-deploy aplikasi, memantau aktivitas cloud, hingga merancang dan memigrasikan aplikasi ke jaringan untuk penyimpanan cloud. Ia bertindak sebagai pemimpin teknis dan menjadi seorang profesional manajemen.

Mengapa Cloud Architect?

Berdasarkan data survei tahun 2020 yang dilakukan oleh World Economic Forum terkait teknologi yang akan diadopsi pada tahun 2025 menunjukan bahwa cloud computing dan big data memiliki prioritas yang tinggi.

Teknologi yang akan digunakan pada 2025

Tidak hanya itu, berdasarkan data pada artikel cio.com menyatakan bahwa Cloud Architect termasuk ke dalam 10 pekerjaan yang paling diminati pada tahun 2022 dengan kisaran gaji antara $125,250 sampai dengan $180,500. Menarik, bukan?

Skill Cloud Architect

Untuk bisa menjadi seorang Cloud Architect kamu perlu menguasai beberapa skill seperti menguasai bahasa pemrograman JavaScript, Python, C# dan lainnya, mempunyai skill interpersonal, skill manajerial, dan leadership yang baik. Selain itu kamu wajib memiliki kemampuan untuk mendesain, mengimplementasi, dan melakukan deployment cloud infrastructure. Dan yang paling penting kamu wajib memiliki pengetahuan terkait IT ecosystems.

Back-End Developer

Apa itu Back-End Developer?

Agar mudah mengerti Back-end, kita bahas dahulu mengenai Front-end karena keduanya adalah dua istilah yang sangat familier. Front-end merupakan bagian dari aplikasi yang terlihat dan digunakan langsung oleh pengguna (end-user). Orang yang menggeluti bidang ini disebut Front-end Developer. Aplikasi yang dibuat oleh seorang Front-end Developer dapat berupa web, mobile native, desktop, atau platform lainnya. Di mana pun aplikasi berjalan, fokus utama seorang Front-end Developer adalah membangun aplikasi yang memiliki performa baik, mudah diakses, dan memiliki tampilan yang menarik.

Kedai Kopi

Selanjutnya, mari kita beralih ke pembahasan Back-end. Back-end merupakan bagian dari aplikasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan yang tak terlihat oleh pengguna (tidak berinteraksi langsung dengan pengguna), seperti bagaimana data disimpan, diolah, dan ditransaksikan secara aman. Itu semua bertujuan untuk mendukung aplikasi Front-end bekerja sesuai dengan fungsinya. Sosok yang menggeluti bidang ini disebut Back-end Developer.

Mengapa Back-end Developer?

Berdasarkan data Linkedin Emerging Jobs Report di Indonesia atau pun US tahun 2020. Menyatakan bahwa pekerjaan untuk bidang Back-end termasuk ke dalam 15 jenis pekerjaan yang sangat dibutuhkan. Hal ini karena seorang Back-end Developer memiliki peran penting dalam membangun sistem aplikasi, ia bertanggung jawab membuat service yang dapat mengelola serta mengamankan data yang digunakan oleh suatu aplikasi.

Selaras dengan kebutuhan yang tinggi, dilansir oleh kompas.com, rata-rata gaji seorang Back-end Developer di Indonesia berkisar antara Rp 10-17 juta per bulan. Fantastis, bukan?

Skill Back-end Developer

Beberapa hal yang perlu kamu kuasai agar bisa menjadi seorang Back-end Developer adalah menguasai bahasa pemrograman untuk Back-end seperti JavaScript, PHP, Python, Go, dan lainnya. Selain itu, kamu juga harus mempunyai skill dalam pembuatan basis data serta mahir merancang dan membuat API. Kemudian kamu juga perlu memiliki pemahaman akan penggunaan framework untuk Back-end. Yang paling penting, kamu memiliki wawasan akan berbagai jenis server. Jika kamu tertarik menjadi seorang Back-End Developer, kamu bisa mempelajari-nya di Back-End Developer Learning Path di Dicoding.

 

Itu lah penjelasan mengenai beberapa jenis pekerjaan bidang IT yang paling diminati versi tim Dicoding. Semoga pembahasan tadi dapat membuka cakrawalamu tentang masa depan yang dapat kamu impikan. Tertarik menguasai salah satu hard skill-nya? Kamu bisa mempelajarinya pada setiap alur belajar yang ada di Dicoding. Setiap alur belajar yang ada telah disusun oleh tim expert Dicoding bersama para technology principle sehingga kamu dapat memiliki skill yang sesuai dengan kebutuhan industri. Semoga bermanfaat!


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Dibuka: Pendaftaran Bangkit 2023

Program kesiapan karier eksklusif dari Google ini menawarkan pelatihan intensif di bidang teknologi, softskills, dan bahasa Inggris.

Gratis. Daftar sekarang!