Apa itu Back-End dan Back-End Developer

Apa itu Back-End dan Back-End Developer?

Dalam pengembangan sistem aplikasi, pernahkah mendengar istilah Front-End dan Back-End? Istilah tersebut terasa familiar, apalagi bila Anda baru terjun dalam bidang pemrograman. Faktanya, Front-End dan Back-End merupakan opsi bidang dalam profesi Software Developer. Anda perlu menentukan yang harus difokuskan. Lalu apa arti dari istilah-istilah itu dalam pengembangan aplikasi? Apa itu Back-End dan Back-End Developer?

Agar mudah mengerti Back-End, kita bahas dahulu mengenai Front-End. Front-End merupakan bagian dari aplikasi yang terlihat dan digunakan langsung oleh pengguna (end-user). Orang yang menggeluti bidang ini disebut Front-End Developer. Aplikasi yang dibuat oleh seorang Front-End Developer dapat berupa web, mobile native, desktop, atau platform lainnya. Di mana pun aplikasi berjalan, fokus utama seorang Front-End Developer adalah membangun aplikasi yang memiliki performa baik, mudah diakses, serta memiliki tampilan yang menarik.

Sedangkan Back-End merupakan bagian dari aplikasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan yang tak terlihat oleh pengguna (tidak berinteraksi langsung dengan pengguna), seperti bagaimana data disimpan, diolah, serta ditransaksikan secara aman. Itu semua bertujuan untuk mendukung aplikasi Front-End bekerja sesuai dengan fungsinya. Sosok yang menggeluti bidang ini disebut Back-End Developer.

Tahukah kamu bahwa artikel ini diambil langsung dari salah satu sub-modul pada kelas Belajar Membuat Aplikasi Back-End untuk Pemula yang disusun oleh tim expert Dicoding bersama praktisi industri dan divalidasi oleh tim dari AWS (Amazon Web Services)?

Saat ini, AWS menyediakan kelas berbahasa Indonesia di bidang Back-End Developer dan disediakan secara GRATIS melalui program beasiswa Cloud and Back-End Developer Scholarship Program. Beasiswanya untuk umum, tanpa syarat, dan sepenuhnya gratis. Untuk dapat cukup daftar dan isi formulir pendaftaran singkat di aws.dicoding.com. Setelah daftar, pasti dapat!

100.000 Beasiswa untuk Indonesia dari Amazon Web Services

Analogi Kedai Kopi

Agar lebih mudah memahami peran Back-End dan Front-End, mari analogikan layaknya sebuah bisnis kedai kopi.

Anggaplah Anda ingin membeli kopi di kedai kopi. Setelah sampai di kedai, hal pertama yang Anda lakukan adalah menuju kasir dan berbicara “Hallo, saya ingin memesan kopi.” Dengan ramah kasir menunjukan daftar kopi yang tersedia untuk Anda. “Saya mau kopi tubruk panas ukuran sedang.” ujar Anda, lalu kasir menulis pesanan Anda untuk diserahkan ke barista dan membuat tagihan pembayaran. Sambil menunggu kopi selesai dibuat, Anda duduk di kursi yang tersedia, dan menikmati alunan lagu yang diputar melalui speaker di sudut atap kedai kopi tersebut. Tak sampai 10 menit menunggu, seorang pelayan menghampiri tempat duduk Anda. Akhirnya kopi yang Anda pesan tiba! Pelayan tersebut meletakkan kopi beserta tagihan pembayaran yang harus Anda bayarkan.

Analogi Kedai Kopi dalam membedakan Front-End dan Back-End

Dari skenario tersebut apakah Anda bisa mengetahui bagian kedai kopi mana merupakan peran depan (front-end) dan peran belakang (back-end)? Jika masih bingung, ayo kita cari tahu.

Front-End berperan pada seluruh hal yang dapat Anda lihat, rasakan, dan interaksikan, termasuk pengalaman Anda saat berada di kedai kopi tersebut. Contohnya seperti susunan interior, kemudahan untuk memesan kopi, sifat ramah seorang kasir dan pelayan, hingga alunan musik yang Anda nikmati saat menunggu kopi datang. Di sini Front-End fokus memastikan Anda termudahkan, senang, dan nyaman saat berada di dalam kedai kopi. Pada sistem aplikasi pun demikian. Kenyamanan, keindahan, kemudahan akses, dan performa aplikasi yang baik menjadi tanggung jawab dari seorang Front-End Developer.

Jadi, Apa itu Back-End dan Back-End Developer?

Lalu di mana peran Back-End? Karena Anda konsumen, tentu peran Back-End tak terlihat dan tidak diketahui oleh Anda. Contohnya seperti teknik barista membuat kopi, apa dan bagaimana cara mengoperasikan mesin kopi, laporan keuangan, biaya sewa kedai, dan hal-hal dapur tak terlihat pelanggan lainnya. Tentu Anda tak tahu menahu kan? Yang penting, kopi yang Anda pesan sampai di meja Anda. Walaupun tak terlihat oleh konsumen secara langsung, peran Back-End sangatlah vital untuk menunjang kedai kopi dapat tetap beroperasi. Dalam sebuah sistem aplikasi, segala urusan yang tak terlihat oleh pengguna seperti bisnis logicdatabase, keamanan data, kestabilan server menjadi tanggung jawab Back-End Developer.

Jadi sekarang Anda sudah tahu kan apa itu Back-End dan peranan dalam sebuah sistem aplikasi? Jika kamu tertarik untuk belajar lebih dalam mengenai Back-End,  di Dicoding tersedia kelas Belajar Membuat Aplikasi Back-End untuk Pemula. Kelas ini merupakan bagian dari alur belajar (learning path) Back-End Developer yang disusun bersama Amazon Web Services beserta pelaku industri lainnya. Jika kamu butuh beasiswa untuk mendapatkan akses ke learning path tersebut, silakan daftar di program Cloud and Back-End Developer Scholarship.

Apa itu Back-End dan Back-End Developer? – end 

Baca juga artikel pilihan berikut ini :

  1.  Cloud and Back-End Developer Scholarship Telah Dibuka.
  2.  Apa itu bahasa pemrograman JavaScript? Developer wajib tahu.
  3.  Tutorial JavaScript: Menulis Kode JavaScript Pertamamu.

Dibuka Pendaftaran Cloud and Back-End Developer Scholarship Program untuk 100.000 peserta umum


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.