7 Emulator Android Paling Ringan dan Cepat – Terbaik 2020

7 Emulator Android Paling Ringan dan Cepat – Terbaik 2020

Semakin kesini game dan aplikasi di Android semakin berkembang dan juga semakin banyak game dan aplikasi yang memerlukan spesifikasi smartphone yang lumayan tinggi. Namun smartphone kamu masih memiliki spesifikasi kentang? Tenang saja, jika kamu memiliki komputer atau laptop, kamu bisa mengakalinya dengan memasang emulator Android. Bahkan ada emulator yang hanya membutuhkan processor Intel Pentium 1.6 Ghz juga loh.

Kamu mungkin sering bermain game Android menggunakan smartphone dalam jangka waktu yang lama. Ini sebenarnya tidak baik bagi kondisi smartphone kamu, apalagi menggunakannya sambil mengisi daya baterai ini bisa memperburuk kondisi baterai kamu.  Untuk menghindari hal tersebut kamu bisa menggunakan emulator Android pada perangkat komputer, sehingga kamu bebas bermain dalam jangka waktu yang lama.

Berikut emulator Android yang telah kami rangkum menjadi 7 emulator yang ringan dan cepat, sehingga kamu bisa menggunakannya tanpa membutuhkan spesifikasi yang lumayan tinggi. Dengan menggunakan emulator Android di perangkat komputer, kamu bisa merasakan sensasi yang berbeda saat bermain game Android di emulator.

1. LeapDroid Emulator Android

LeapDroid Emulator Android

Emulator Android pertama yang ringan dan cepat adalah LeapDroid Emulator, software ini dapat diinstal secara gratis bagi pengguna Windows. Salah satu kelebihan LeapDroid adalah kemudahan dalam mengkustomisasi kontroler. Versi terbaru LeapDroid sampai artikel ini ditulis adalah versi 11.0.0. dan hanya membutuhkan ruang penyimpanan 250MB. Pengaturan kontrol juga bisa disesuaikan dengan menggunakan keyboard maupun mouse.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • Windows 7 ke atas, 32 bit atau 64 bit
  • Dual-core AMD  atau Intel CPU
  • Graphical Processing Unit of GL2.1
  • Minimal RAM 2GB
  • Free disk space minimal 2GB
  • Disarankan mengaktifkan Hyper-V, untuk Windows 8 ke atas

2. Droid4X

Droid4X Emulator

Emulator Android ringan dan cepat berikutnya yang dapat kamu coba adalah Droid4X. Salah satu kelebihan Emulator Droid4X adalah mendukung touch screen apabila komputer kamu mendukung fasilitas touch screen. Droid4X juga menyediakan fitur untuk merekam layar emulator sehingga apabila kamu ingin menyimpan rekaman saat bermain game, Droid4X boleh kamu coba. Kamu bisa mengkonfigurasi keyboard atau gamepad anda dengan Droid4x dalam bermain game favorit kamu.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • Windows XP/Vista/Windows 7/Windows 8/Windows 10 (32bit/64bit)
  • RAM 2GB
  • Free disk space 2GB

3. MEmu Play

Emulator Memu Play

Emulator Android berikutnya yang bisa kamu coba adalah MEmu Play yang dirilis tahun 2015 silam, MEmu Play ini cukup rajin membuat pembaruan untuk perangkat lunaknya. MEmu Play versi 7.1.6 adalah versi terbaru yang diperbarui pada tanggal 23 Maret 2020 kemarin dengan ukuran sebesar 341MB. Emulator ini memiliki pengaturan tingkat lanjut sehingga kamu bisa mengutak-atik MEmu Player supaya bisa lebih lancar saat bermain game.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • x86/x86_64 Processor (Intel atau AMD CPU)
  • WinXP SP3 / Win7 / Win8 / Win8.1 / Win10
  • Windows DirectX 11 / Graphic driver with OpenGL 2.0
  • Hardware Virtualization Technology (Intel VT-x/AMD-V)
  • Minimum 2GB of system memory
  • Minimum 2GB of hard disk free space

4. Nox Player

Emulator NoxPlayer

Nox Player merupakan salah satu emulator Android yang cukup populer dan perlu kamu coba. Salah satu fitur utama pada Nox Player adalah dapat digunakan pada Windows maupun Mac, selain itu terdapat fitur multi simulator. dengan fitur ini kamu dapat membuka game atau aplikasi berbeda di setiap emulator. Sehingga kamu dapat menggunakan banyak akun dengan mudah. NOX Player juga sudah mendukung perangkat joystick dan beberapa konsol tambahan lainnya.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • 2.2 GHz processor.
  • Minimal 2 GB of RAM
  • 1 GB Video Memory
  • Minimal 1 GB Graphics Card

5. KoPlayer

Emulator Koplayer

Emulator Android yang ringan dan cepat berikutnya adalah KoPlayer. KoPlayer dapat digunakan pada perangkat Windows maupun Mac. Pada KoPlayer kamu dapat menginstall aplikasi yang telah diunduh dengan cara yang mudah yaitu dengan drag and drop saja. KoPlayer memiliki antarmuka yang sederhana dan mudah untuk digunakan, serta terdapat fitur merekam layar dan hasil rekamannya bisa kamu bagikan kepada teman-teman kamu.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • RAM 2 GB
  • Dual core AMD or Intel CPU
  • 10 GB of free disk space
  • Windows 7 ke atas
  • Resolusi minimum 1024×768
  • Graphics card – GPU with OpenGL 2.1

6. YouWave

YouWave Emulator

YouWave merupakan emulator yang paling ringan dibandingkan dengan emulator yang lain. YouWave tidak memerlukan spesifikasi komputer yang besar. YouWave tersedia dalam dua kategori yaitu gratis dan berbayar perbedaanya hanya pada versi Android. Untuk yang gratis versi Android 4.04 sedangkan yang berbayar adalah versi Android 5.1.1. Bagi kamu yang membutuhkan emulator Android untuk menjalankan aplikasi ringan, YouWave bisa menjadi pilihan.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • Intel Pentium 1.6GHz CPU
  • 2.0GB DRAM
  • 500MB disk space,
  • Windows XP, Vista, Windows 7, Windows 8, Windows 10.
  • Premium version requires Windows 64 bit and VT-x support in CPU

7. Bluestacks

Bluestacks

Emulator terakhir yang wajib dimasukkan kedalam daftar adalah Bluestacks, Salah satu kelebihan emulator kestabilan dan performanya. Bluestacks tersedia baik pada perangkat Windows maupun Mac. Dengan fitur multi instance yang dimiliki Bluestacks kamu bisa memainkan beberapa game secara serentak atau bisa juga memainkan game Android yang sama dengan akun yang berbeda-beda secara bersamaan.

Spesifikasi yang dibutuhkan :

  • Microsoft Windows 7 ke atas
  • Processor: Intel or AMD Processor.
  • 2GB of RAM.
  • 5GB Free Disk Space.

Demikian 7 emulator Android terbaik yang paling ringan dan cepat untuk perangkat komputer atau laptop. Setiap software emulator Android tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sesuaikan emulator yang kamu pilih dengan kebutuhan dan spesifikasi perangkat yang kamu punya.

Emulator Android selain dapat digunakan untuk menjalankan aplikasi yang ada di Play Store, kamu juga bisa menjalankan aplikasi Android yang telah kamu buat. Apabila kamu berkeinginan untuk bisa membuat aplikasi Android kamu dapat mengikuti kelas academi Android Developer di Dicoding. Sedangkan apabila kamu ingin membuat game Android kamu dapat mengikuti kelas akademi Construct Game Developer atau Unity Game Developer.

Belajar membuat aplikasi Android tidak sulit kok, asalkan ada keinginan untuk belajar dengan serius. Bahkan untuk orang yang asalnya bukan dari IT pun bisa menjadi developer Android.

“Tidak ada yang tak mungkin, yang tak mungkin hanyalah ketidakmauan.”(Catur)

Selama ada kemauan, tidak ada yang tak mungkin bahkan Catur yang notabenenya merupakan anak sosial yang tidak mengenal pemrograman atau coding sama sekali. Namun ia berhasil menjadi seorang developer dengan memiliki kemauan yang kuat untuk belajar membuat aplikasi Android. Simak kisahnya di “Kenapa Anak Sosial Hijrah Belajar Kotlin Android”.

Coba kasih tahu di kolom komentar emulator Android yang menurut kamu paling direkomendasikan. Apabila kamu pernah mencoba salah satu emulator Android yang disebutkan di atas, coba share pengalaman kamu saat menggunakan emulator tersebut di kolom komentar.

7 Emulator Android Paling Ringan dan Cepat – Terbaik 2020 – karya Robby Takdirillah, Intern Junior Content Writer di Dicoding

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding