Cara Berkolaborasi di Repositori GitHub

Cara Berkolaborasi di Repositori GitHub

Apakah kalian seorang pengembang, developer, atau programmer, tetapi masih belum tahu cara berkolaborasi menggunakan GitHub? Mari kita mempelajarinya!

Apa Itu GitHub?

Secara singkat, GitHub adalah sebuah platform yang cukup populer untuk manajemen proyek, versioning code, serta sosial media bagi para pengembang perangkat lunak di seluruh dunia. Di dalamnya, kita bisa menyimpan kode pada sebuah repositori dan berkolaborasi dengan pengembang yang lain. 

Platform ini memungkinkan kita untuk bekerja bersama dalam tim, melakukan review kode, dan memanfaatkan berbagai fitur lain yang mendukung pengembangan perangkat lunak secara kolaboratif. Jika kalian ingin membaca penjelasan yang lengkap tentang GitHub, kalian dapat mengunjungi blog ini.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Berkolaborasi di GitHub

Agar bisa berkolaborasi dengan pengembang lain, tentu yang pertama kita perlukan adalah sebuah repositori di GitHub. Jika sudah membuatnya, kita bisa cloning repositori tersebut ke komputer kita.Mengkloning repositori GitHub dengan perintah git

Secara default, Ia sudah membuatkan branch utama, yaitu branch main. Untuk memudahkan kolaborasi dengan pengembang lain, kita bisa membuat branch baru terlebih dahulu.Membuat branch baru dengan nama feature/hello-world

Jika sudah, kita bisa menambahkan kode yang diinginkan dalam branch tersebut. Lalu, kita bisa lakukan commit untuk file yang sudah dibuat.Melakukan commit untuk file yang sudah dibuat

Jika sudah ter-commit, kita bisa push branch yang sudah dibuat ke repositori tadi.Melakukan push branch ke repositori GitHub

Melakukan Merge di GitHub

Saat berhasil melakukan push branch yang sudah dibuat tadi, pada repositori GitHub kita seharusnya muncul pesan seperti berikut.Pesan jika berhasil push branch ke repositori GitHub

Kita bisa langsung mengklik tombol “Compare & pull request” untuk membuat sebuah pull request ke branch utama, yaitu main. Sebelum membuatnya, kita bisa mengisi judul dan deskripsi yang relevan dengan hal yang kita tambah atau ubah pada kodenya. Jika sudah, kita bisa mengklik tombol “Create pull request”.Membuat pull request di repositori GitHub

GitHub memberikan beberapa opsi merge pada pull request yang sudah kita buat.Opsi merge pull request di repositori GitHub

Di situ, bisa kita lihat ada tiga opsi sebagai berikut.

  • Create a merge commit.

Ilustrasi merge commitIni artinya, GitHub akan membuatkan sebuah merge commit berisi semua commit pada branch yang kita berikan ke dalam branch utama.

  • Squash and merge.

Ilustrasi squash and mergeDalam hal ini, GitHub akan menggabungkan semua commit pada branch yang kita berikan tadi ke dalam satu commit. Setelah itu, commit tersebut digabungkan ke dalam branch utama.

  • Rebase and merge.

Ilustrasi rebase and mergeJika menggunakan ini, GitHub akan menambahkan satu per satu commit yang sudah kita buat ke dalam branch utama. Jadi tidak ada commit tambahan yang dibuat oleh GitHub.

Ketika kita sudah melakukan merge, commit tadi akan masuk pada branch utama.Commit sudah masuk ke dalam branch utama

Jadi, kita bisa berkolaborasi dengan pengembang lain menggunakan fitur pull request yang disediakan oleh GitHub. Dalam pull request tadi kita juga bisa melakukan review dan memberi komentar ke kode yang sudah dibuat oleh pengembang lainnya. Dengan hal tersebut, kita bisa saling berdiskusi dan memberi saran sebelum menambahkan suatu fitur atau perbaikan pada proyek.

Tips Mengelola Merge di GitHub

Jika skala suatu proyek sudah cukup besar dan banyak pengembang yang terlibat, kita perlu mengelola proses merge pada repositori dengan baik. Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai berikut.

  • Memberikan prefix pada penamaan branch.

Ketika ingin membuat suatu branch baru, ada baiknya kita juga membuat suatu aturan untuk penamaan branch tersebut. Contohnya untuk fitur baru, kita bisa menggunakan prefix feature/…, pada perbaikan suatu fitur bisa menggunakan prefix bugfix/…, dan sebagainya. Ada baiknya kita diskusikan dengan pengembang lain terkait penamaan branch sebelum diimplementasikan pada repositori.

  • Menggunakan automasi.

GitHub menyediakan automasi yang bisa kita implementasikan dalam repositori, salah satunya automasi untuk pengecekan pada pull request yang dibuat. Kita bisa menggunakan GitHub Actions untuk melakukan pengecekan otomatis pada skenario tertentu. Misalnya, pengecekan pada format kode, testing, dan sebagainya.

Kesimpulan

Menguasai proses merge di GitHub adalah sebuah keterampilan yang cukup penting bagi setiap pengembang yang ingin berkolaborasi secara efektif dalam proyek perangkat lunak. 

Dengan memahami langkah-langkah pembuatan branch, commit, push, dan pull request, kita dapat memastikan bahwa perubahan kode diintegrasikan dengan lancar pada branch utama. Implementasi praktik yang baik, seperti penamaan branch yang terstruktur dan penggunaan automasi, dapat membantu menjaga kualitas kode dan efisiensi kerja dalam tim.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.