Web Developer

Web Developer from Zero to Hero: Hidup Susah jadi Cambuk untuk Maju. Tak Sia-siakan Waktu  

Web Developer from Zero to Hero: Hidup Susah jadi Cambuk untuk Maju. Tak Sia-siakan Waktu

Sejak kecil Eko Santoso (26 tahun) sudah biasa hidup susah bergelimang tantangan. Sebelum jadi web developer, selama 9 tahun Eko berjuang jadi teknisi foto kopi lalu teknisi game zone, hingga kuliah menyambi ojek online untuk biaya kuliah. Ia percaya. Meski lahir dari keluarga sederhana, tiada yang bisa halangi tekadnya untuk maju dan berusaha. Seperti apa cerita Eko? Mari kita simak

Awalnya Merasa Terlambat

Eko Santoso, sosok developer yang gigih berjuang dari titik nol baik. Tak punya uang untuk kuliah, Eko banting tulang menghidupi diri sendiri dan orang tua. Pekerjaan pertamanya, teknisi foto kopi selama 4 tahun. Lalu lanjut jadi operator mesin di sebuah pusat hiburan anak-anak. Kemudian jadi staf pengurus dokumen pengiriman barang ke luar negeri yang kerjanya di area pelabuhan. Setelah 5 tahun cari uang sendiri lantas punya cukup tabungan, baru memutuskan kuliah. Itu pun disambi dengan narik ojek online. Pagi kuliah. Meski lelah, siang hingga malam lanjut cari nafkah. Susuri aspal ibu kota.

Letih? Pasti. Kecil hati? Tidak. Tak sekalipun ia menyesal dengan lika-liku hidupnya yang jauh dari kata nyaman. “Harus bersyukur. Masih banyak yang lebih susah dari saya,” ujar Eko tersenyum. Didikan luhur orang tuanya nampak pada sikap Eko meniti semua tantangan dengan lapang dada.  

Pada awalnya saat kuliah tahun 2016 Eko sempat merasa terlambat karena baru kenal script coding. Usianya jauh lebih senior dari teman-teman kuliahnya di jurusan Sistem Informasi, Bina Sarana Informatika.  Eko yang lulus dari SMK Elektronika merasa bingung dengan coding saat pertama kuliah.

Mimpi jadi Web Developer: Cambuk untuk Maju

Semua pengalaman hidup susah dan asa barunya di kampus, jadi cambuk untuk maju. Tapi ia merasa ilmu di kampus, cukup terbatas. Kuliah hanya mengajarkan dasar-dasar pemrograman saja. Tidak dalam, dan tidak juga menuntaskan rasa ingin tahunya yang besar untuk jadi seorang web developer

Sejak tahun 2018 Eko tersadar. Ia perlu lebih dari sekedar materi pendidikan formal. Ia mulai gigih mengejar banyak sertifikasi di dunia pemrograman. Salah satunya skill dan sertifikasi dari Dicoding. Selama 3 (tiga) tahun terakhir ia menimba ilmu di alur belajar Cloud, Web, Android, dan Flutter di Dicoding.

Dengan semua pengalaman sertifikasinya, ia bersyukur telah diterima kerja sebagai web developer di PT Megariamas Sentosa di Jakarta Utara pada akhir 2019. Mengenai hal ini, Eko bertutur:

“Saat melamar kerja, saya mencantumkan semua sertifikasi yang saya punya, termasuk dari Dicoding. Ini sangat membantu meyakinkan 5 perusahaan yang saya apply tentang skill saya. Dari 5 lamaran, saya dipanggil 4 perusahaan. Akhirnya saya memilih kantor saya saat ini setelah interview.” 

Tempat Eko bekerja saat ini adalah brand kenamaan baju dalam wanita. Tugas Eko adalah membangun website e-commerce perusahaan guna memasarkan produk tersebut kepada konsumen

Dengan Beasiswa Lintasarta, Berhasil Upsklling di Tempat Kerja

Untuk meningkatkan kompetensinya sebagai web developer, awal tahun 2020 lalu Eko mendaftar beasiswa Beasiswa Lintasarta Digischool. Ia ingin bisa membangun website dengan standar kurikulum pemrograman Google yang bisa diterapkan di tempat kerja. Eko pun berhasil diterima. Ia merasa bangga bisa mendapatkan kelas dasar dan menengah sekaligus karena nilai kelulusannya yang baik.

Kelas menengah yang dimaksud adalah Membangun Progressive Web Apps, ilmu yang menurutnya baru ia kenal di Dicoding Academy. Ini adalah kelas di alur belajar Front-end Web Developer tingkat ke-3 yang berlevel menengah. Seperti apa manfaat kelas ini bagi pekerjaannya?

“Saya terapkan ilmu di beasiswa ini ke pekerjaan saya. Orang kantor pun kaget karena saya berhasil bikin web perusahaan dengan tampilan aplikasi tanpa saya buat native-nya. Semua berkat materi PWA yang saya dapatkan di Beasiswa Lintasarta Digischool di Dicoding ini”

Ingin cek tampilan website perusahaan yang Eko kembangkan model PWA-nya? Klik di sini

Apa Rahasia Eko?

Mari telisik apa rahasia Eko sukses mengembangkan diri hingga kini? Sembilan (9) tahun terakhir ia telah bertumbuh dari seorang lulusan SMK, menempuh jalan panjang berliku, hingga sukses meraih mimpinya kini: web developer.

Sederhana. Semata-mata karena Eko tak pernah menyia-nyiakan waktu untuk belajar dan berusaha.

Selama mendapatkan beasiswa dari Lintasarta pun, ia mengaku jadi ekstra berusaha untuk mengatur waktu. Setiap ada waktu luang, tak pernah sekalipun ia sia-siakan. Jam istirahat di kantor pun ia luangkan waktu untuk membaca materi di web Dicoding. Hari libur kerja pun terpakai untuk belajar. Saat pulang kerja larut malam pun, Eko tetap membaca dan mengerjakan submission.  Padahal waktu itu pekerjaannya di kantor begitu banyak. Ia memecah konsentrasi dan tanggung jawab menjadi 2: belajar dan belajar.

“Lelah terbayar ketika saya bisa melewatinya semua dengan semangat. Rasa ingin tahu saya untuk punya  ilmu baru yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya, terpenuhi.”

Rencana Masa Depan

Beberapa tahun ke depan, Eko ingin membagikan ilmu yang ia miliki pada anak-anak muda lainnya  sebagai seorang dosen. Untuk itu, pria ramah ini ingin melanjutkan kuliahnya yang kini telah mencapai jenjang D3.  

Programmer bersertifikasi “Madya” dari pelatihan Kominfo ini pun berujar bahwa kita hidup di era digital. Oleh karena itu mindset pun harus banyak berubah.  Ijazah S2 / S1 / D3 / SMK bukan jaminan agar bisa berhasil karir. Kuncinya, jangan sia-siakan waktu untuk meningkatkan skill dan saling berbagi.

Jika susah, tidak apa-apa. Itulah titik belajar yang harus ditempuh. Seperti kisah hidupnya:

“Hidup saya kebanyakan SUSAH
Karena orang susah, saya usaha MAKSIMAL
Waktu jadi teknisi foto kopi, saya bisa beli motor
Waktu jadi teknisi gamezone, saya bisa kuliah
Waktu saya kuliah, saya ojek online

Kini sudah lulus kuliah dan sertifikasi Dicoding
Yakin aja susah payah kamu, akan terbayar..
Seperti saya kini. Web developer di Jakarta”

(Eko Santoso, Lulusan kelas Web Dicoding, Penerima Beasiswa Digischool Lintasarta)

 

Web Developer from Zero to Hero: Hidup Susah jadi Cambuk untuk Maju. Tak Sia-siakan Waktu – end


Simak Kisah Developer Lulusan Dicoding Lainnya:

  1. Developer yang Mengubah Stigma Lulusan SMK: Siap Menyongsong Industri 4.0
  2. Tembus Ujian Google AAD, Karyawan Manufaktur Jebolan SMK ini Siap Jadi Android Developer Kelas  Dunia 
  3. Guru SMK dengan Sertifikasi Programming yang Luar Biasa: “Biar Siswa Cinta Ngoding” 

 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Content Editor at Dicoding Indonesia