android developer

Tembus Ujian Google AAD, Karyawan Manufaktur Jebolan SMK ini Siap Jadi Android Developer Kelas  Dunia 

Tembus Ujian Google AAD, Pekerja Manufaktur Jebolan SMK ini Siap Jadi Android Developer Kelas  Dunia 

Sertifikasi Google Associate Android Developer, impian setiap profesional. Terkenal sulit dan sophisticated, tak sembarang developer bisa lulus. Tak hanya prestisius, sertifikasi Google AAD ini adalah bukti otentik seorang developer memiliki skill Android developer kelas dunia. 

Ananda Wiradharma, karyawan pabrik elektronik asal Batam, juga memimpikan sertifikasi Google AAD ini. Sehari-hari terima order alat elektronik dari pelanggan, jebolan SMK jurusan akuntansi ini ingin banting setir jadi android developer. Namun berangkat dari latar belakang pendidikan dan pengalaman yang tak nyambung, apakah mimpi Ananda akan tercapai?  Mari kita simak 

Tantangan Utama jadi Android Developer 

Pemuda asal Batam ini berharap menemukan kesempatan kedua dalam karirnya: android developer. 

Namun ia sadar 2 (dua) tantangan utamanya adalah pekerjaan dan ijazah sekolah yang tak mendukung. Saat ini Ananda bekerja sebagai karyawan bagian asisten perencanaan produk di perusahaan manufaktur elektronik di Batam. Apa pekerjaannya? Sehari-hari Ananda menerima pesanan alat elektronik dari pelanggan, membeli material yang diperlukan, dan membuat rencana produksi.  

Di luar aktivitasnya di pabrik,  Ananda sebenarnya memendam passion di bidang IT.  Ia memang baru tertarik ke dunia teknologi pasca lulus dari SMK akuntansinya. Apa yang melatarbelakanginya?

Dengan dunia yang kini mengarah ke era digital, Ananda mengaku tak ingin ketinggalan. Karena itulah sembari kerja 9-5, Ananda menyempatkan diri kuliah kelas karyawan di Universitas Internasional Batam jurusan sistem informasi. Berawal dari kelas teknik pemrograman dasar di kampus, ia belajar coding untuk pertama kalinya. “Tapi tidak cukup,” ujarnya. Ananda haus akan materi terperinci yang bisa membawa dirinya jadi seorang android developer expert. 

Mengikuti Beasiswa DTS dari Kemenkominfo

Gayung pun bersambut. Ia menemukan info beasiswa Digital Talent Scholarships dari Kemenkominfo yang menjanjikan voucher ujian sertifikasi Google AAD bagi para lulusan terbaik. Uniknya ia tahu info beasiswa ini secara tak sengaja dari seorang teman yang menumpang pindai (scan) dokumen pendaftaran DTS di rumahnya. Mengaku penasaran, ia ikut mendaftar. 

Sebagai mitra penyelenggara DTS, Dicoding memfasilitasi peserta, termasuk Ananda, untuk mengikuti alur belajar (learning path) Android. Ananda wajib menyelesaikan kelas Android pemula, Android Expert, dan Jetpack Pro dengan baik sebelum akhirnya masuk seleksi beasiswa voucher ujian Google AAD. Seperti apa proses belajarnya from zero to android developer expert?

Learning path seorang Android developer di Dicoding Academy

Lika liku Belajar Android Developer di Dicoding 

Antara kuliah, kerja, dan belajar programming, Ananda mesti pandai mengatur waktu. Dari pagi hingga pukul 17 WIB ia bekerja, lalu lanjut kuliah hingga pukul 22 WIB. Sesampai di rumah ia membuka modul belajar kelas Android hingga pukul 1 WIB dini hari. Demikian setiap hari selama beberapa bulan. Terdengar letih ya? Tapi apa kata Ananda?

“Pengalaman belajar di Dicoding, cara kerja Dicoding cocok untuk saya yang kerja sambil kuliah karena materi Dicoding bisa diakses kapan saja. Meski capek, saya suka karena ngoding itu menantang dan menggunakan logika. Dan ada kepuasan tersendiri pada saat berhasil membuat program.” 

Kesempatan Ujian Google AAD  

Usaha tak membohongi hasil. Portfolio Ananda terbukti baik. Ia dipercaya mendapat token ujian Google AAD dengan nilai konversi USD setara 2 juta rupiah. Tak menyia-nyiakan kesempatan emas ini, Ananda bertanya ke grup developer yang telah menuntaskan ujian berdurasi 8 jam tersebut. 

Selama seminggu sebelum ujian, pemuda ini menghabiskan waktu membaca ulang materi Dicoding dan juga petunjuk ujian dari Google. Ia mendapat saran dari kawan kawan di grup whatsapp AAD agar belajar materi workmanager dan raw query. Seperti apakah ujian tersebut? 

Tes Google AAD ini berisi 2 babak utama. Pertama, practical exam di mana para kandidat diminta untuk menulis kode riil dari source code sebuah aplikasi yang disediakan. Kedua, exit interview berupa video call berdurasi 15-30 menit bersama tim sertifikasi Google. Di sini kandidat wajib menjelaskan mengenai tugas yang mereka selesaikan di tahap pertama dan mengenai dasar-dasar android serta teknis guna memvalidasi skill yang bersangkutan. 

Visi Masa Depan 

Ananda bersyukur dirinya lulus menjadi seorang Google Associate Android Developer. Sementara sayang sekali beberapa rekannya tumbang, baik di tahap pertama atau kedua. 

Android developer

Akhirnya Ananda lulus sebagai Google Certified AAD

Ia sangat berharap bahwa sertifikasi global yang valid 3 tahun ini dapat membantunya alih profesi jadi Android developer. 

“Dengan DTS dan belajar di Dicoding saya bersyukur jadi dapat sertifikasi Google AAD. Saya ingin menggunakan sertifikat yang ada untuk memulai karir android developer sebelum lulus kuliah. Impian saya, menghasilkan karya aplikasi sendiri (lagi) dan bisa bekerja di bidang computer science.”  

Harapan Ananda, beasiswa DTS di masa yang akan datang akan memperluas publikasinya di media digital. Lalu baiknya pada tiap topik terdapat beberapa orang fasilitator untuk membantu dan memotivasi peserta yang mengalami kesulitan.

Terima kasih atas saranmu, Ananda. Semoga berhasil dalam ikhtiar banting setir kamu menjadi seorang Android Developer ya!

Tembus Ujian Google AAD, Pekerja Manufaktur Jebolan SMK ini Siap Jadi Android Developer Kelas  Dunia -end 

Mau juga jadi seorang android developer dengan sertifikasi yang diaku dunia? Baca kisah perjuangan mereka dan belajar di Dicoding !

  1. Bangkit dari Keterpurukan dengan Belajar Android
  2. Sertifikasi: Bekal Utama Raih Karir Developer 
  3. Yusufano: Semangat Developer Difabel, Jadi Instruktur untuk Para Penyandang Disabilitas Lainnya

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding