Tukang Instal Laptop & Joki Tugas Berhasil Jadi System Analyst Perusahaan Tambang

Cerita Muhamad Wawan Indrawan Lulusan Program Intensif Dicoding

Banyak mahasiswa ingin cari pekerjaan sampingan sembari kuliah. Alasannya macam-macam, mulai dari menambah uang saku, bantu keluarga, atau sekadar ingin punya pengalaman yang bisa ditulis di CV.

Begitu pun dengan Muhamad Wawan Indrawan. Meski terdengar sederhana, Wawan Indrawan (24) yang mengawali pengalaman bekerjanya dengan menjadi joki tugas dan menjual jasa instal laptop akhirnya bisa sukses berkarier jadi System Analyst di salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia, yakni BUMA.

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Penasaran seperti apa cerita Wawan? Simak di bawah ini!

Anak Petani dari Lombok yang Terpaksa Merantau Sejak Remaja

Wawan adalah seorang anak muda yang lahir dan besar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Di kampung halamannya itu, mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, tidak terkecuali kedua orang tuanya yang menjadi petani dengan menanam padi, tomat, dan bibit tembakau.

Namun, menginjak usia remaja, Wawan dikenalkan oleh saudaranya pada teknologi. Itulah kali pertama Wawan mengenal HTML dan CSS yang mengubah jalan hidupnya. Dari situ Wawan tertarik untuk melanjutkan pendidikannya di SMKN 2 Mataram dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. 

Mendengar hal tersebut, kedua orang tua Wawan tentu khawatir. Jaraknya sangat jauh dari kampung halaman dan telebih Wawan masih sangat belia untuk dilepas merantau ke daerah orang lain.

Namun, melihat semangat dan mata Wawan yang berbinar setiap membicarakan rencana pendidikannya, kedua orang tua Wawan pun luluh. Mereka hanya berpesan sederhana: tetap disiplin, jaga nama baik keluarga, ingatlah pulang.

“Ayah-Ibu tidak pernah menuntut. Mereka hanya ingin saya jadi versi terbaik diri saya sendiri, meski merantau di daerah orang,” ujar Wawan.

Menambal Kebutuhan di Perantauan Lewat Joki Tugas dan Jasa Instal Ulang Laptop

Hidup di perantauan menjalani cita-citanya menjadi siswa jurusan rekayasa perangkat lunak memang menyenangkan. Namun, tidak semudah yang dibayangkan.

Kebutuhan hidupnya di kota perantauan ternyata jauh lebih banyak dibanding uang saku yang dia terima. Wawan akhirnya memutar otak mencari tambahan dana agar tetap bisa menyambung hidup di perantauan.

Berbekal keahlian dan ketertarikannya pada teknologi, Wawan pun akhirnya punya sambilan pekerjaan menjadi joki tugas pemrograman dan membuka jasa instal ulang software laptop/komputer.

“Jauh dari orang tua bikin saya terbiasa kerja keras dan punya inisiatif. Jadi joki dan tukang instal pun saya jalani, yang penting saya level-up dibanding diri saya sebelumnya,” pungkas Wawan.

Sudah Mahir Web Development, Banting Stir ke Android karena Dukungan Dicoding

Menginjak usia dewasa awal, Wawan tetap melanjutkan study-nya di kota perantauan, Mataram, dan diterima di Universitas Bumigora jurusan Ilmu Komputer.

Hingga tiba saatnya dia berada di semester lima. Saat itu, teman-teman kuliah Wawan sedang sibuk membicarakan Kampus Merdeka dan program intensif Dicoding. Mendengar hal tersebut, Wawan tertarik untuk melihat detail program yang ditawarkan.

Dia menimbang-nimbang segala benefit dan kekurangan dari program tersebut. Meski program intensif Dicoding ini dilaksanakan full secara online, dia menilai manfaat yang didapat sangat berlimpah. 

Dalam satu program ini, dia bisa mendapatkan materi tech skills, soft skills, sesi mentoring, tanya-jawab dengan instruktur, tugas praktik di setiap akhir kelas, bahkan sesi tugas akhir mengerjakan capstone project yang menjadi portofolio untuk melamar kerja selepas lulus nanti.

Wawan pun mantap memilih alur belajar Aplikasi Android dan Multi Platform dan menjadi mentee dari Kevin Kurniawan. Bagi Wawan yang sebelumnya sudah lebih dahulu mahir web development, kelas-kelas yang disediakan dalam alur belajar Android dan Multi Platform terasa fresh.

Meski dia tergolong pemula di ranah pengembangan Android, Wawan merasa mudah memahami semua materi yang diajarkan. Di sini dia bisa belajar menggunakan Java, Kotlin, dan Flutter dari dasar untuk membuat aplikasi.

“Saya anak web. Belajar Android itu hal baru buat saya. Tapi, program intensif Dicoding ini ramah pemula. Saya bisa lancar ngikutin sampai bikin proyek akhir bareng tim,” ujar Wawan.

Sukses Diterima di Perusahaan Tambang Besar Berkat Portofolio

Delapan bulan setelah lulus dari program intensif Dicoding, Wawan akhirnya mendapatkan pekerjaan, meski saat itu masih intern karena dia belum menamatkan kuliahnya. Namun, pengalaman belajar dalam program intensif Dicoding membentuk pemahamannya bahkan sampai ke etos kerja dan kepribadian. 

Wawan merasakan perubahan dalam dirinya dari sisi soft skills seperti komunikasi, manajemen waktu, kemampuan adaptasi, leadership, bahkan bagaimana cara dia menentukan priority menggunakan matriks.

“Pembelajaran dari program intensif Dicoding sangat esensial. Meski sudah lulus bertahun-tahun dari Dicoding, saya masih tetap menggunakan ilmu matriks eisenhower untuk menentukan keputusan,” ujar Wawan.

Kini, Wawan telah bekerja full-time sebagai Junior System Analyst di PT Bukti Makmur Mandiri Utama (BUMA), yakni salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Kesuksesannya masuk dalam perubahaan besar ini tentu karena tech skill mumpuni serta kejelian Wawan menampilkan dan menjelaskan portfolio yang dia miliki.

“Waktu itu interview di BUMA, saya tampilkan dan jelaskan capstone project saya. Alhamdulillah saya pun direkomendasikan jadi System Analyst,” ujar Wawan.

Tugas keseharian Wawan sebagai System Analyst antara lain mencakup pembuatan Entity Relationship Diagram (ERD), flow business process, mem-breakdown requirement bersama user untuk melakukan analisis kebutuhan, dan juga melakukan query pada Microsoft Fabric yang akan dieksekusi oleh tim BI.

Ke depan, Wawan ingin meningkatkan skill pemrogramannya dan mempelajari teknologi baru. Dia menitipkan pesan bagi talenta digital muda untuk memperkuat portofolio, melatih cara kerja profesional, dan mencari mentor sebelum mulai terjun ke dunia kerja.

“Kuasai fundamental, pahami infrastruktur, dan terus belajar,” tutup Wawan.

Ingin punya tech skill, soft skill, dan kemampuan interview yang oke dilirik HR? Ikutilah jalan Wawan menjadi peserta program intensif Dicoding.

Dalam satu program, kamu akan dapat materi yang up to date dan sesuai dengan role pekerjaan yang ingin kamu pilih, sesi praktik, bahkan koneksi dengan ribuan calon developer lainnya.

Daftarkan dirimu di program intensif Dicoding: Asah 2026!

Lihat detail manfaat dan jadwal belajarnya di dicoding.com


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.