Sosok Aparatur Sipil Negara Tumpuan Transformasi Digital Pemerintahan

Sosok Aparatur Sipil Negara Tumpuan Transformasi Digital Pemerintahan

 “Dalam hal daya saing digital tingkat dunia, Indonesia ada di urutan ke-56 dari 63 negara” (IMD World Digital Competitiveness, 2020)

Indonesia belum kompetitif dalam hal daya saing digital. Indikator-indikator pengetahuan, teknologi dan kesiapan masa depan kita berada di bawah Singapura (urutan 2), Jepang (22), Malaysia (26) bahkan Thailand (39).

Bagaimana caranya meningkatkan daya saing digital bangsa?

Transformasi digital, salah satu kunci utamanya. Transformasi digital merupakan upaya untuk mengaktifkan model bisnis saat ini dengan mengintegrasikan teknologi modern (McKinsey, 2019).

Faktanya di masa pandemi ini transformasi digital jadi prioritas utama, termasuk untuk 50 % perusahaan di Indonesia (Workday Asia, 08/20).

Tak hanya di level swasta, sektor pemerintahan (eksekutif) juga memandang transformasi digital sebagai sebuah kewajiban, bukan lagi pilihan.

Transformasi Digital Pemerintahan untuk Mengejar Ketertinggalan   

“Transformasi digital pemerintahan sudah jadi keharusan” (Wakil Menteri Keuangan RI, Suahasil Nazara, 12/08) 

Pandemi nyata mempercepat proses yang kerap disebut sebagai “Digital Government Transformation” (Transformasi Digital Pemerintahan). 

Salah satu aspek penting dalam transformasi digital di level pemerintahan adalah faktor sumber daya manusia. Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan skill teknologi digital andal jadi tumpuan akselerasi perubahan.

Titin Uswatun Hasanah (35 tahun), salah satunya. Lulusan Dicoding ini sehari-harinya bekerja sebagai Pranata Komputer di Pusat Informasi Teknologi Kementerian Keuangan RI. Titin menyadari bahwa:

“Di masa depan semua akan serba digital. Sebagai ASN saya harus mengikuti perkembangan zaman. Kita harus mulai dari sekarang untuk mempelajari skill digital tsb, agar tak tertinggal.” (Titin).

Bicara tentang ketertinggalan, Indonesia menduduki urutan ke-88 dari 193 negara dalam survei tahunan United Nations E-Government 2020. Indikatornya sbb: 

  1.     Implementasi platform e-government, integrasi layanan offline dan online, perkembangan layanan digital
  2.     Meningkatnya partisipasi online dan kemitraan
  3.     Adopsi pendekatan berbasis data
  4.     Penguatan kapasitas digital untuk wujudkan layanan yang berpusat pada masyarakat
  5.     Penggunaan teknologi yang inovatif seperti AI dan blockchain dalam pengembangan smart cities.

Upgrade Skill ASN lewat Pelatihan Digital Talent Scholarship

Visi transformasi seperti di atas juga dimilki oleh Kementerian Keuangan tempat Titin bekerja. Kemenkeu adalah salah satu leading sector dalam transformasi digital pemerintahan. Sejak 3 tahun silam, Kemenkeu mereka menganut prinsip “new thinking of working” dan sigap merencanakan opsi remote working bahkan jauh sebelum pandemi.

Dalam skup yang lebih kecil, Titin bertugas di bidang IT yang menyediakan corporate services dan infrastruktur TIK Kemenkeu. Sehari-harinya Titin bertanggung jawab melakukan perencanaan dan pengembangan kapasitas komunikasi data intranet dan internet di Unit Pusintek untuk mendukung transformasi digital di lingkungan Kemenkeu.

Agar kapabel menjalankan visi transformasi tersebut, Titin paham betul. Ia harus mengakuisisi skill digital baru. Training di bidang hardskill sangat Titin perlukan. Beruntung lulusan Teknik Informatika UIN Sunan Kalijaga ini menemukan Digital Talent Scholarship. DTS merupakan sebuah inisiatif beasiswa Kemenkominfo yang didukung oleh Dicoding sebagai mitra pelaksana sejak 2019. Dari 465 personil ASN di unit kerjanya, hanya Titin satu-satunya yang mengambil beasiswa DTS  hingga lulus dengan baik di Batch 2 tahun 2020 lalu.

Hasilnya, Titin telah menyelesaikan kelas Belajar Membuat Augmented Reality di Dicoding dalam tempo kurang dari 30 hari masa belajar. Tak hanya itu, perempuan gigih ini lanjut menuntaskan kelas Belajar Dasar Visualisasi Data atas inisiatif sendiri. 

“Saya ikuti jadwal pembelajaran dengan hati bahagia. Saya kerjakan tugas akhir Augmented Reality saya dengan semangat. Semata-mata karena berharap dapat ilmu baru yang beda dari keseharian di kantor dan dapat menggunakan ilmu baru ini pada pekerjaan saya nantinya. Saya puas menemukan beasiswa DTS dan tempat belajar seperti Dicoding.” (Titin)

Rintangan Belajar Tak Jadi Soal

Perihal rintangan belajar, Titin mengaku spek perangkat kerasnya sebenarnya tidak mendukung.  Tapi itu bukanlah problema paling menantang baginya, melainkan manajemen waktu. Tanggung jawab di kantornya sungguh berat dan menyita waktu. Belum lagi tugasnya sebagai seorang istri dan Ibu bagi putra semata wayangnya yang berusia 7 tahun.

Meski demikian, tekadnya kuat. Sebulan belajar di Dicoding, ia mengaku sengaja mengurangi jatah tidur dan beristirahat karena hanya bisa belajar di malam hari.  Setiap hari ia tak lupa mengecek Event-event online Dicoding lantas mengikuti 4 di antaranya.

Buanyak banget ilmu yang saya dapat. Semoga selanjutnya bisa ikut mendalami skill digital baru!” (Titin)

Transformasi Digital Pemerintahan Dimulai Dari Agen

Mari berkaca dari cerita di atas. Bayangkan pula kelak mayoritas talenta digital Indonesia -termasuk Aparatur Sipil Negara- lainnya berpikir serta bertindak visioner seperti Titin. Tentu posisi Indonesia dalam peta daya saing digital dunia akan melesat. 

Kenapa?  Sebabnya, tumpuan utama transformasi sejatinya adalah faktor agen/SDM. Bukan sekadar teknologi canggih yang diterapkan. Ada faktor manusia di belakangnya yang menghasilkan inovasi dan mendayagunakan teknologi itu sendiri.

Seperti Titin, Indonesia perlu lebih banyak lagi talenta. Tentunya yang siap mengubah mindset dan mengupgrade diri agar tangguh mengawal perubahan.

Sosok Aparatur Sipil Negara Tumpuan Transformasi Digital Pemerintahan-end

Referensi: 

  1. McKinsey, “Digital Transformation: Improving the Odds of Success.
  2. Laporan IMD World Digital Competitiveness, 2020
  3. Laporan UN E-Government, 2020
  4. Kemenkeu RI, “Transformasi Digital sudah Jadi Keharusan.”

Mari baca cerita dari para pengabdi sektor publik lainnya

  1. Anjungan Kesehatan Mandiri: Aplikasi Android di Bidang Kesehatan karya Developer Semarang  
  2. Sistem Pendaftaran Pasien Online: Inovasi Keren Karya Putra Papua

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Content Editor at Dicoding Indonesia