Kesabaran Mengantarkan Oki Menjadi Talenta Digital Meski Sempat Gap Year

Cerita Oki Sulton Alimi, Lulusan Program IDCamp

Pernah ada masa ketika Oki Sulton Alimi (29) hanya mampu memandangi brosur perguruan tinggi, sementara teman-teman SMK-nya mulai memasuki kampus impian. Bukan karena tak ingin kuliah, tetapi kondisi ekonomi membuat anak seorang buruh bangunan dari lereng Gunung Sumbing ini memilih mengalah. Ia bekerja, merantau, dan menunda pendidikan tinggi selama lima tahun.

Namun, Oki tak pernah menunda mimpinya untuk terus belajar teknologi. Perjalanan panjang tersebut membawanya menjadi software engineer, membiayai kuliahnya sendiri hingga lulus, serta terus mengembangkan kompetensi melalui program IDCamp yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison. Kini, ilmu yang diperolehnya bahkan telah melahirkan berbagai solusi berbasis AI, termasuk aplikasi untuk membantu petani.

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Keterbatasan Bukan Alasan untuk Menyerah

Oki tumbuh dalam keluarga sederhana di Kabupaten Temanggung. Ia merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga. Dari perjuangan keluarganya, Oki belajar bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk menyerah.

Ketertarikannya terhadap teknologi bahkan muncul sejak taman kanak-kanak. Kala itu, Oki gemar membongkar mainan atau radio bekas karena penasaran dengan komponen di dalamnya.

Saat SD, perkenalannya dengan komputer Pentium 4 milik seorang teman semakin menumbuhkan rasa ingin tahunya. Ia bahkan rutin meminta izin kepada guru untuk belajar mengetik menggunakan komputer sekolah saat jam istirahat. Kecintaan tersebut akhirnya membawa Oki bersekolah di SMKN 2 Temanggung dengan mengambil jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Lima Tahun Menunda Kuliah demi Keluarga

Selepas SMK, kondisi ekonomi keluarga membuat Oki harus mengambil keputusan besar. Ketika kakak perempuannya masih berkuliah, ia memilih bekerja agar tidak menambah beban orang tua.

Oki memulai karier sebagai petugas warehouse. Kemampuan komputernya kemudian membuat atasan memindahkannya menjadi admin. Keinginannya kembali ke dunia teknologi tetap besar. Ia pun memberanikan diri merantau ke Jakarta, bekerja, dan menabung untuk membeli sebuah laptop yang kemudian menjadi modalnya untuk belajar secara autodidak.

Titik balik datang pada 2019 ketika Oki mengikuti salah satu program pelatihan digital dari Kementerian Informasi dan Komunikasi di Universitas Gadjah Mada. Sertifikasi yang diperolehnya membuka kesempatan baginya untuk menjadi software engineer di CV Kinaryatama Raharja, sebuah perusahaan konsultan dan pengembang software yang berfokus pada bidang teknologi informasi kesehatan. Setelah kariernya terbentuk, Oki akhirnya memenuhi janji lama kepada dirinya: berkuliah dengan biaya sendiri.

Tetap Belajar meski Sudah Menjadi Software Engineer Purnawaktu

Menjadi pekerja profesional tidak membuat Oki berhenti meningkatkan kompetensi. Ia mengenal IDCamp melalui media sosial Dicoding dan melihat program tersebut sebagai kesempatan untuk memperluas kemampuan teknisnya.

“IDCamp menjadi sarana pengembangan diri yang tepat untuk memperluas wawasan teknis yang belum saya kuasai, sekaligus memperluas relasi profesional dengan rekan peserta maupun mentor berpengalaman,” ungkap Oki.

Namun, mengikuti IDCamp di tengah berbagai tanggung jawab menghadirkan tantangan tersendiri. Oki harus menjalani tiga peran sekaligus, yaitu pekerja full-time, mahasiswa, dan seorang ayah. Waktu istirahat kerja dan malam ketika keluarganya telah terlelap menjadi kesempatan baginya untuk menyelesaikan materi dan tugas IDCamp.

“Pengalaman belajar di IDCamp secara keseluruhan sangat luar biasa, terstruktur, dan menantang. Kurikulum yang disusun Dicoding sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini, mulai dari materi fundamental hingga tingkat mahir dengan standar code review yang ketat,” ujarnya.

Oki juga mengapresiasi dukungan fasilitator, forum diskusi, dan fleksibilitas pembelajaran yang membuatnya tetap dapat belajar di sela-sela pekerjaan.

Menciptakan Berbagai Karya Berbasis AI setelah Belajar di IDCamp

Pembelajaran IDCamp memberikan dampak langsung terhadap pekerjaan Oki. Materi fundamental mengenai Android, Jetpack Compose, hingga prinsip SOLID membantunya meningkatkan kualitas kode ketika mengembangkan solusi digital berbasis web dan mobile.

“Kelas Belajar Penerapan Machine Learning untuk Android benar-benar membuka wawasan saya untuk mengimplementasikan AI ke dalam aplikasi dunia nyata,” jelas Oki.

Berbekal pembelajaran tersebut, Oki mengembangkan aplikasi pemantauan kesehatan lansia melalui analisis kandungan gizi makanan serta aplikasi keuangan dengan pemindai struk berbasis optical character recognition (OCR).

Salah satu karya yang paling berkesan baginya adalah Nandur AI, asisten bagi petani yang dapat memberikan rekomendasi tanaman berdasarkan musim dan cuaca. Teknologi machine learning juga memungkinkan petani memotret daun, batang, atau buah untuk membantu mendeteksi penyakit tanaman dan memperoleh rekomendasi penanganannya.

Mengubah Keterbatasan Menjadi Alasan untuk Terus Melangkah

Kini, Oki ingin memperluas dampak kompetensinya dengan mengerjakan proyek berskala lebih besar. Ia juga bercita-cita menjadi tech lead sekaligus membangun usaha di bidang software engineering untuk menghadirkan lebih banyak solusi teknologi.

Perjalanannya membuktikan bahwa lima tahun menunda kuliah tidak berarti lima tahun kehilangan masa depan. Dari anak buruh bangunan yang harus mengalah karena keterbatasan ekonomi, Oki mampu menjadi software engineer, membiayai pendidikannya sendiri, dan menggunakan teknologi untuk menciptakan manfaat.

“Jangan pernah jadikan kemiskinan atau keterbatasan ekonomi sebagai garis akhir dari mimpi yang kita miliki. Dengan memanfaatkan peluang sekecil apa pun, belajar autodidak tanpa lelah, dan berburu program beasiswa seperti IDCamp, nasib itu bisa diubah,” tutup Oki.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.