Tumbuh dalam Keluarga Sederhana Menempa Tekad Robi Jadi Sekuat Baja

Cerita Robiul Awal, Lulusan Program IDCamp

Kondisi serba terbatas dan kehilangan kedua orang tua di usia muda bukanlah akhir dari segalanya bagi Robiul Awal (24). Sebagai anak sulung yang memikul tanggung jawab besar atas masa depan adik semata wayangnya, ia menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah

Langkah besarnya dimulai saat ia mendalami program studi Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), yakni ketika ia menemukan keindahan formula logika yang diaplikasikan secara nyata dalam dunia artificial intelligence (AI) dan machine learning.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Didorong oleh komitmen baja untuk mendobrak batasan finansial, Robi memperluas ruang belajarnya di luar kampus melalui program beasiswa IDCamp bersama Dicoding. 

Di sinilah ia berhasil merajut bekal teori akademis menjadi portofolio proyek riil berstandar industri yang mengantarkannya sukses berkarier sebagai AI engineer di Jatis Mobile, bahkan hingga dipercaya mengerjakan lebih dari sepuluh proyek AI komersial sejak sebelum bekerja di tempatnya yang sekarang.

Penasaran bagaimana strategi dan daya juang Robi dalam mengejar mimpi serta memukau para penguji di dunia kerja nyata? Mari kita baca cerita lengkapnya!

Meski Tumbuh dalam Keluarga Sederhana, Robi Mantap Mengejar Mimpi sebagai AI Engineer

Sejak kecil, Robi hidup dalam keluarga sederhana. Almarhumah ibunya yang wafat saat usianya tiga belas tahun adalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan almarhum ayahnya yang berpulang saat Robi menginjak usia kedua puluh sempat bekerja sebagai karyawan toko milik pamannya.

Sepeninggal kedua orang tuanya, Robi tinggal bersama paman dan adiknya. Kondisi serba terbatas yang Robi alami sejak kecil menempanya menjadi pribadi yang tangguh dan pantang menyerah. Menjadi seseorang yang sukses adalah hal yang tak bisa ditawar lagi bagi Robi karena ia ingin bisa memberikan kehidupan yang layak untuk adik semata wayangnya.

Oleh karenanya, saat mendapatkan kesempatan untuk menempuh studi Matematika di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Robi bersungguh-sungguh, terutama saat menghadapi konsentrasi keilmuan AI dan machine learning.

“Ketertarikan saya pada dunia teknologi mulai tumbuh karena saya melihat bagaimana Matematika diaplikasikan secara nyata dan indah dalam ilmu pemrograman,” ungkapnya.

Robi mengaku bahwa setiap kali dirinya menyelami dunia pengembangan software dan AI, ia selalu merasa antusias dalam memecahkan kerumitannya. 

Hal itu terbukti dari nilai akademiknya yang selalu memuaskan dalam mata kuliah teknologi dasar pada semester awal, seperti Algoritma dan Pemrograman, Basis Data, Pemrograman Berorientasi Objek (PBO), hingga Data Mining

Berbekal passion tersebut, Robi mantap mengambil konsentrasi AI dan machine learning serta bertekad untuk berkarier sebagai AI engineer ke depannya.

IDCamp: Program Pelatihan Teknologi Berkualitas yang Mendobrak Batasan Finansial Para Calon Talenta Digital

Ingin menjadi AI engineer masa depan membuat Robi banyak mencari sumber ilmu pengetahuan di luar ruang kelasnya. Hal tersebut mempertemukannya dengan Dicoding yang kebetulan tengah membuka kesempatan luas bagi para calon talenta digital untuk belajar dalam program pelatihan teknologi yang diinisiasi oleh Indosat Ooredoo Hutchison, yaitu IDCamp.

“Saya tertarik untuk belajar dalam program IDCamp karena memberikan peluang belajar gratis dan diselenggarakan langsung oleh Dicoding sebagai salah satu edutech paling kredibel di Indonesia,” ujar Robi.

Dalam program ini, Robi membangun fondasi keahlian generative AI yang sangat kokoh dari tahap paling dasar sehingga ia tidak kesulitan saat beralih ke materi lanjutan yang kompleks. 

Selain mendapatkan ilmu yang industry-ready, Robi juga berhasil membangun portofolio proyek-proyek riil yang divalidasi langsung oleh reviewer ahli di Dicoding sebagai bukti nyata kompetensinya.

Meski keterbatasan waktu menjadi tantangan tersendiri bagi Robi saat belajar dalam IDCamp, ia memanfaatkan perangkat produktivitas, seperti Notion dan Google Calendar, untuk menjaga ritme belajarnya. Hasilnya, Robi berhasil lulus hingga kelas tingkat mahir.

“Program IDCamp mendobrak batasan finansial para calon talenta digital yang ingin memperoleh materi teknologi berkualitas tinggi. Sebagai seseorang yang berasal dari keluarga berekonomi terbatas, sulit bagi saya untuk mengeluarkan biaya besar demi mengakses kelas teknologi premium. Namun, IDCamp menyediakan kebutuhan tersebut secara gratis,” ujar Robi.

Sukses Menjadi AI Engineer dan Telah Menyelesaikan Lebih dari Sepuluh Proyek

Robi mengaku memperoleh banyak hal dari program IDCamp, salah satunya adalah wawasan praktis mengenai generative AI yang dapat melengkapi teori dari kampus. Ia pun jadi mampu membangun portofolio proyek berstandar industri. 

Selain itu, pengalaman belajarnya dalam program IDCamp juga berpengaruh terhadap proses wawancara Robi di Jatis Mobile, sebuah perusahaan teknologi yang bergerak dalam bidang penyedia solusi komunikasi bisnis.

“Saat sesi wawancara, saya ditanya mengenai portofolio proyek AI yang pernah dikembangkan. Saya langsung mempresentasikan ragam proyek dari submission kelas IDCamp, seperti image classification, product recommendation, hingga sentiment analysis. Dokumentasi kode yang rapi dan fungsionalitas yang terstandar dari proses review Dicoding terbukti mampu memukau interviewer, sekaligus menjadi bukti konkret atas keahlian saya.”

Akhirnya, Robi berhasil diterima sebagai AI Engineer yang bertanggung jawab penuh dalam pengembangan back-end dan AI untuk mengintegrasikan solusi AI inovatif, seperti chatbot, agentic AI, dan document analyzer, dalam berbagai produk klien dan internal perusahaan. Ia mengungkapkan bahwa kelas Pengembangan Generative AI Berbasis LLM sangat membantu pekerjaannya sehari-hari.

“Berbekal ilmu dari IDCamp, saya berhasil memimpin dan mengeksekusi berbagai proyek AI komersial. Secara total, saya telah menangani lebih dari sepuluh proyek lintas fungsi dari perusahaan sebelumnya hingga perusahaan saat ini (Jatis Mobile), baik untuk pengembangan sistem baru maupun optimasi kolaboratif,” ucap Robi.

Jika para calon talenta digital berlatar belakang pendidikan non-IT ingin mengikuti jejaknya, Robi menekankan pentingnya kerja ekstra keras untuk mengejar ketertinggalan dari calon talenta digital berlatar belakang pendidikan IT. Ia ingin sesamanya mampu bersikap proaktif.

“Gali rasa ingin tahu kalian dan rebut setiap peluang yang ada di depan mata. Jika ada kesempatan emas seperti beasiswa, hackathon, atau seminar, segeralah mendaftar! Ikuti program tersebut dengan komitmen baja, luruskan niat, dan berikan hasil usaha yang paling maksimal. Ketertinggalan di titik awal bukanlah akhir permainan, selama kalian memiliki daya juang yang melebihi batas rata-rata,” tutup Robi.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.