Cerita Muhamad Azis, Lulusan Coding Camp powered by DBS Foundation
Tidak semua orang memulai perjalanan dengan sumber daya dan dukungan yang sama. Muhamad Azis (23) tumbuh sebagai anak tunggal di Kabupaten Demak dan banyak menghabiskan masa kecilnya bersama nenek buyutnya yang ia panggil Mbah Buyut, seorang petani. Dari kehidupan sederhana tersebut, Azis belajar tentang kerja keras, kesabaran, kejujuran, dan keberanian untuk tidak menyerah pada keadaan.
Nilai-nilai itulah yang terus dibawanya dalam pendidikan. Berbekal beasiswa sejak SMA, Azis tekun mengembangkan diri hingga akhirnya berkuliah Teknik Informatika di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Perjalanannya kemudian membawanya menjadi salah satu lulusan terbaik di Coding Camp powered by DBS Foundation, wisudawan terbaik, peserta PIMNAS 2025, hingga kini berkarier sebagai IT engineer di Nihon Seiki Indonesia.
đź’» Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangPesan Sederhana Mbah Buyut yang Terus Menyertai Azis

Sejak SMA, Azis telah mendapatkan beasiswa untuk membantu pendidikannya. Ia juga aktif mengikuti berbagai kompetisi seni dan kreativitas, seperti desain, poster, dan lukis.
Namun, bagi Azis, berbagai kesempatan tersebut bukan sekadar tentang prestasi. Pengalaman itu mengajarkannya untuk berani mencoba hal baru sekaligus membuatnya menyadari bahwa pendidikan dapat berlangsung di mana saja, bukan hanya di dalam kelas.
Semangat tersebut tak terlepas dari pesan Mbah Buyut yang membesarkannya. Meski sederhana, nasihat untuk tidak mudah putus asa, tetap beribadah, serta menjadi pribadi yang baik dan jujur terus ia pegang ketika menghadapi kesulitan dalam pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan.
Ingin Belajar Lebih dari yang Diperoleh di Kampus

Ketertarikan Azis terhadap teknologi mulai tumbuh saat SMA. Berawal dari desain dan kreativitas, rasa penasarannya berkembang ketika mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Informatika dan mengenal pemrograman serta cara berpikir komputasional.
Pengalaman tersebut mengantarkannya untuk mengambil Teknik Informatika di Universitas Islam Sultan Agung Semarang. Namun, Azis merasa pembelajaran di kampus saja belum cukup untuk menghadapi perkembangan teknologi yang begitu cepat. Ketika menemukan informasi Coding Camp powered by DBS Foundation melalui TikTok, keberadaan alur belajar machine learning langsung menarik perhatiannya.
“Menurut saya, belajar IT di kampus merupakan fondasi, tetapi perkembangan teknologi sangat cepat sehingga kita tidak bisa berhenti belajar setelah mendapatkan ilmu dari perkuliahan,” ungkap Azis.
Ia kemudian mengikuti Coding Camp powered by DBS Foundation bukan sekadar untuk memperoleh sertifikat, melainkan untuk memperdalam machine learning secara intensif dan mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Coding Camp powered by DBS Foundation Melatih Azis untuk Keluar dari Zona Nyaman

Menjalani Coding Camp powered by DBS Foundation bukan perkara mudah. Azis harus membagi waktu antara perkuliahan, organisasi, proyek kompetisi, dan pembelajaran program. Kompleksitas materi machine learning juga menuntutnya untuk memahami matematika, pemrograman, dan data sekaligus.
Ia mengatasinya dengan menentukan prioritas, membuat jadwal, mencari berbagai referensi tambahan, serta membiasakan diri untuk melakukan coding langsung. Konsistensinya berbuah predikat lulusan terbaik yang disebut “Graduate with Distinction”.
“Menurut saya, bagian terbaik dari Coding Camp powered by DBS Foundation adalah programnya tidak hanya berfokus pada pembelajaran machine learning. Ada juga sesi-sesi yang membantu kami mengembangkan kemampuan lain yang penting untuk dunia profesional, seperti soft skills, cara berkomunikasi, dan pengembangan diri,” ujarnya.
Bagi Azis, Coding Camp powered by DBS Foundation juga membentuk kemampuan problem-solving, manajemen waktu, kedisiplinan, dan kemandirian dalam belajar. Bekal tersebut membuatnya semakin percaya diri untuk membawa kemampuannya ke dunia profesional.
Berhasil Menjadi IT Engineer setelah Lulus Coding Camp powered by DBS Foundation

Kesempatan profesional Azis bermula ketika ia diterima sebagai full-stack developer intern di Nihon Seiki Indonesia, sebuah perusahaan penanaman modal asing asal Jepang yang bergerak di bidang manufaktur komponen otomotif, elektronik, dan peralatan kantor Menurut Azis, Coding Camp powered by DBS Foundation turut memberikan nilai tambah dalam proses seleksi karena ia dapat menunjukkan kemampuan teknis sekaligus konsistensinya untuk terus belajar.
Setelah menyelesaikan masa magang, Azis mendapat kesempatan melanjutkan karier sebagai full-time IT engineer. Kini, ia menangani pengembangan dan pemeliharaan sistem IT sekaligus mengembangkan solusi berbasis AI untuk mendukung kebutuhan industri manufaktur.
“Pengalaman di Coding Camp powered by DBS Foundation menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan tersebut. Melalui pembelajaran machine learning yang intensif, saya mendapatkan pemahaman mengenai bagaimana data dapat diolah dan dimanfaatkan untuk membangun sebuah solusi berbasis AI,” jelasnya.
Lebih dari kemampuan membuat program, Coding Camp powered by DBS Foundation juga membiasakan Azis untuk memahami masalah sebelum menentukan solusi. Itu merupakan pendekatan yang kini ia terapkan ketika menghadapi kebutuhan pengguna maupun perusahaan.
Tak Membiarkan Keadaan Menentukan Seberapa Jauh Ia Melangkah

Perjalanan Azis terus berlanjut. Setelah Coding Camp powered by DBS Foundation, ia mengikuti PIMNAS 2025 dengan mengembangkan alat deteksi dini gagal ginjal secara noninvasif berbasis AI, menyelesaikan tugas akhir di bidang machine learning, dan lulus sebagai wisudawan terbaik.
Dari seorang anak yang tumbuh bersama Mbah Buyut di Demak hingga menjadi IT engineer yang mengeksplorasi penerapan AI dalam industri manufaktur, Azis memahami bahwa titik awal seseorang tidak harus menentukan titik akhirnya.
“Kesempatan untuk berkarier di perusahaan yang baik tidak hanya datang kepada orang yang sudah hebat sejak awal. Kesempatan itu juga bisa datang kepada orang yang mau terus belajar, berusaha, dan memanfaatkan setiap kesempatan yang ada. Jadi, mulai saja dari sekarang, sekecil apa pun langkahnya,” tutup Azis.