Cerita Ayna Dwi Rifdah Suwarliyandi, Lulusan Coding Camp powered by DBS Foundation
Tidak semua orang langsung jatuh cinta pada jurusan yang dipilihnya. Bagi Ayna Dwi Rifdah Suwarliyandi (18), perjalanan di dunia teknologi justru dimulai dari keraguan dan perasaan bahwa dirinya mungkin telah mengambil keputusan yang salah.
Namun, alih-alih menyerah, Ayna memilih bertahan. Keputusan sederhana untuk terus mencoba itulah yang kemudian membawanya menjadi lulusan terbaik di jurusannya dan membuka jalan menuju karier profesional sebagai Web Developer Intern.
💻 Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangSempat Merasa Salah Jurusan

Menjadi perempuan berpendidikan tinggi yang berhasil mencapai cita-citanya meski dengan kondisi finansial yang terbatas adalah harapan yang ayah dan ibu Ayna miliki terhadapnya. Ayah Ayna merupakan seorang peternak ikan hias dan ibunya memiliki usaha makanan ringan sekaligus berperan sebagai ibu rumah tangga.
Ayna merasa bahwa harapan kedua orang tuanya tersebut dapat terwujud dengan ia bersekolah di SMK. Selepas SMK, ia optimis dapat segera memulai karier dan berkontribusi pada perekonomian keluarga.
Belum pernah belajar teknologi sebelumnya, Ayna memilih jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMKN 1 Depok hanya bermodalkan intuisinya. Setelah berhasil diterima, ia menghadapi tantangan. Rupanya, belajar teknologi sangatlah menantang dan ia sempat merasa salah jurusan.
“Namun, aku menemukan sebuah quote, yaitu ‘Enggak ada yang salah atas apa yang kita pilih, yang ada hanya jalan yang belum pernah kita temui. Maka, selesaikan saja apa yang telah kita mulai,” ungkapnya.
Kutipan tersebut memberikan Ayna semangat untuk berusaha lebih keras mendalami dunia pemrograman. Teman-temannya di sekolah pun sangat mendukung saat mengerjakan tugas kelompok. Dari situlah minat Ayna terhadap teknologi mulai tumbuh.
Keberanian Mencoba Hal Baru dalam Coding Camp powered by DBS Foundation

Kawan-kawan Ayna tak hanya suportif dalam hal mengerjakan tugas kelompok, tetapi juga dermawan dalam membagikan berbagai informasi belajar pemrograman di luar sekolah. Dari merekalah Ayna mengenal Coding Camp powered by DBS Foundation.
Salah seorang teman sekelasnya bahkan aktif mengikuti berbagai program pelatihan teknologi di Dicoding dan mengajaknya untuk mendaftar.
“Aku selalu penasaran dengan hal baru. Saat itu, aku tertarik pada machine learning karena merupakan teknologi yang belum pernah kupelajari sebelumnya. Melihat machine learning ditawarkan sebagai salah satu path dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation, saya jadi tertarik untuk ikut serta,” ucap Ayna.
Berhasil diterima dalam Coding Camp powered by DBS Foundation, Ayna merasa bahwa proses belajar yang dijalaninya benar-benar berbeda dari pengalaman belajar di sekolah. Meski awalnya khawatir karena harus mempelajari bidang yang sama sekali baru, metode belajar berbasis praktik membuatnya mampu mengikuti materi dengan baik.
“Aku menikmati perjalanan belajarku di Coding Camp powered by DBS Foundation. Awalnya aku khawatir karena ini benar-benar hal baru untukku, tetapi ternyata metode belajarnya membuat aku ingin terus belajar. Kita tidak hanya membaca materi, tetapi juga mengerjakan mini project dan bisa berdiskusi dengan fasilitator yang selalu suportif,” ujarnya.
Tantangan terbesar yang ia hadapi muncul ketika harus membangun model AI sebagai bagian dari proyek akhir program. Sebagai peserta yang belum memiliki pengalaman sebelumnya dalam bidang machine learning, Ayna sempat kebingungan memahami berbagai konsep yang dipelajari.
Namun, kehadiran fasilitator dan rekan sesama peserta membuat proses belajar tersebut terasa lebih ringan. Ketika menemui kendala, ia terbiasa membaca ulang materi, berdiskusi, dan mencari solusi bersama hingga berhasil menyelesaikan proyeknya.
Bagi Ayna, salah satu bagian terbaik dari Coding Camp powered by DBS Foundation adalah kesempatan untuk berdiskusi secara rutin melalui sesi weekly consultation. Melalui sesi tersebut, ia tidak hanya memperoleh wawasan baru dari para ahli, tetapi juga membangun relasi dengan peserta lain yang memiliki semangat belajar serupa.
Bertransisi ke Dunia Profesional dan Ukir Prestasi Belajar setelah Lulus dari Coding Camp powered by DBS Foundation

Pengalaman belajar dalam Coding Camp powered by DBS Foundation memberikan dampak yang jauh melampaui aspek teknis. Selain memperoleh pemahaman baru tentang machine learning dan teknologi AI, Ayna juga mendapatkan kepercayaan diri yang lebih besar untuk menghadapi dunia profesional.
Hal tersebut terbukti ketika ia mengikuti proses rekrutmen di PT Ciptadra Softindo dan berhasil memperoleh kesempatan sebagai Web Developer Intern.
“Dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation ada pelatihan soft skills. Kelas itu sangat membantuku dalam proses wawancara, terutama dalam hal komunikasi. Aku jadi lebih percaya diri,” ungkapnya.
Saat ini, Ayna terlibat dalam pengembangan dan pemeliharaan berbagai aplikasi serta web pemerintahan, termasuk layanan kesehatan dan sistem pendataan kependudukan. Dalam pekerjaannya, ia merasakan langsung manfaat dari berbagai kelas yang dipelajari selama Coding Camp powered by DBS Foundation.
“Kelas-kelas tentang logika dan dasar pemrograman, Git, GitHub, dan dasar-dasar SQL serta AI menjadi bekal yang sangat membantuku dalam menyelesaikan berbagai kebutuhan proyek serta kendala yang muncul selama proses pengembangan di tempat kerja,” jelas Ayna.
Tak hanya dalam lingkup profesional, pengalaman belajar tersebut juga berdampak pada kehidupan akademiknya. Ayna berhasil menjadi lulusan terbaik dari jurusan PPLG saat menyelesaikan pendidikan di SMKN 1 Depok.
Baginya, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kebiasaan belajar, disiplin, dan semangat untuk terus berkembang yang semakin kuat setelah mengikuti Coding Camp powered by DBS Foundation.
Terus Bertumbuh dan Membuka Jalan bagi Mimpi yang Lebih Besar

Meski kini telah memiliki pengalaman kerja sebagai Web Developer Intern, Ayna merasa perjalanan belajarnya baru saja dimulai. Dalam beberapa tahun ke depan, ia berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sembari terus mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki.
Selain itu, Ayna juga ingin membuat konten edukatif dalam bidang teknologi agar ilmu dan pengalaman yang ia peroleh dapat menjangkau lebih banyak orang.
Bagi Ayna, keterbatasan finansial bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Sebaliknya, kondisi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus bertumbuh dan memanfaatkan setiap peluang belajar yang tersedia.
“Jangan takut memulai. Keterbatasan finansial bukan penghalang untuk bertemu dengan mimpi atau karier yang bagus. Selama kita terus berusaha dan tidak menyerah, akan selalu ada kesempatan baik yang datang pada waktu yang tepat,” tutup Ayna.
