Asah Bantu Afridho Mengubah Machine Learning Menjadi Bekal Karier

Cerita Afridho Tattaq Tavadhu, Lulusan Asah led by Dicoding

Afridho Tattaq Tavadhu (22) tumbuh dengan melihat langsung bagaimana keluarganya berjuang mempertahankan kehidupan. Setelah ayahnya kehilangan pekerjaan akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) massal pada krisis 1998, kedua orang tuanya beralih menjadi wirausaha.

Mereka pernah memproduksi bandeng presto, berdagang ayam potong di pasar, hingga membuka warung makan yang akhirnya harus tutup. Kondisi tersebut tidak membuat orang tua Afridho menuntutnya untuk mengejar prestasi tertentu. Sebaliknya, mereka mengajarkannya untuk bertanggung jawab atas setiap pilihan hidupnya.

đź’» Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Kebebasan untuk mengeksplorasi minat itulah yang membawa Afridho pada teknologi. Perjalanannya tidak selalu lurus, tetapi keberaniannya untuk mencoba berbagai bidang akhirnya mengantarkannya menjadi full-stack engineer di PT Sydeco, perusahaan yang mengembangkan produk keamanan jaringan dengan komponen machine learning (ML).

Melihat Machine Learning sebagai “Puncak Gunung Es”

Meski tinggal di sebuah desa kecil di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, keluarga Afridho memiliki sebuah komputer pribadi. Sejak TK, ia terbiasa bermain game sekaligus mengutak-atik dan melakukan troubleshooting pada komputer tersebut.

Ketertarikannya semakin serius hingga Afridho berhasil menjuarai Olimpiade Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tingkat kabupaten saat SMP. Prestasi itu mendorongnya untuk mendaftar ke Politeknik Siber dan Sandi Negara. Sayangnya, ia gagal, lalu memutuskan untuk melanjutkan studi Teknik Informatika di Universitas Stikubank Semarang.

Di kampus, ia mulai tertarik pada machine learning. Namun, materi yang diperolehnya membuat Afridho merasa baru melihat “puncak gunung es”. Ia memahami konsepnya, tetapi belum cukup percaya diri untuk membangun sesuatu yang nyata. Ketika mengenal program Asah led by Dicoding melalui media sosial Dicoding, ia melihat kesempatan untuk mendalami bidang tersebut secara lebih terstruktur.

Mesti Menyeimbangkan Waktu antara Kerja di Restoran, KKN, dan Belajar dalam Program Asah

Bagi Afridho, pengalaman belajar di Asah terasa berbeda karena tidak berhenti pada materi pembelajaran.

“Secara keseluruhan, belajar di Asah sangat seru dan interaktif. Ada sesi konsultasi mingguan dan instructor-led training (ILT) bersama instruktur. Asah juga sangat memperhatikan dinamika antarpeserta, sehingga proses belajarnya terasa lebih hidup dan tidak membuat kami merasa berjalan sendirian,” ungkapnya.

Perjalanannya tentu tidak selalu mudah. Saat mengikuti Asah, Afridho masih bekerja paruh waktu di sebuah restoran sebagai waiter. Di tengah program, ia juga harus menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang menyita sebagian besar waktunya.

Afridho menyiasatinya dengan memetakan seluruh tenggat submission sejak awal dan mengerjakannya lebih cepat. Waktu selepas bekerja dan malam hari pun ia manfaatkan untuk belajar. Baginya, konsistensi menjadi kunci untuk menyelesaikan seluruh tanggung jawab tersebut.

“Bagian terbaik dari belajar dalam program Asah adalah kualitas materi yang mendalam sekaligus runtut. Kami tidak hanya diberi materi, tapi juga dipandu urutan belajarnya lewat sistem mandatory achievement, sehingga tidak ada konsep yang terlewat atau dipelajari sebelum waktunya,” jelas Afridho.

Pengalaman Belajar dalam Program Asah Mengantarkan Afridho Menjadi Tech Lead

Kesungguhan Afridho selama mengikuti Asah berbuah manis ketika ia melamar sebagai full-stack engineer di PT Sydeco, sebuah perusahaan teknologi informasi asal Indonesia yang berpusat di Yogyakarta dan berfokus penuh pada bidang keamanan siber.

Sebelum mengikuti program, portofolionya lebih banyak berfokus pada front-end dan UI/UX. Melalui Asah, ia membangun proyek yang memperluas kompetensinya ke bidang data dan ML, mulai dari ETL pipeline, klasifikasi citra menggunakan CNN, hingga capstone project berupa segmentasi pelanggan menggunakan K-Means yang di-deploy melalui Streamlit.

Proyek-proyek tersebut kemudian menjadi portofolio yang Afridho bawa saat melamar pekerjaan. Kombinasi kemampuan membangun aplikasi end-to-end, memahami ML, dan memiliki dasar keamanan siber menjadi nilai tambah yang relevan dengan produk PT Sydeco.

Kini, Afridho mengembangkan berbagai produk keamanan siber perusahaan dari sisi back-end maupun front-end. Ia juga dipercaya menjadi tech lead dan production coordinator yang ikut menentukan arsitektur, menyiapkan CI/CD dan deployment, serta mengoordinasikan proses pengembangan tim.

Selepas Asah: Menghasilkan Berbagai Karya

Bekal dari Asah juga langsung diterapkan oleh Afridho dalam pekerjaannya. Salah satunya adalah ketika mengembangkan MiniFW-AI, sebuah firewall yang memanfaatkan model MLP untuk mendeteksi trafik berbahaya.

“Alur berpikirnya persis seperti yang saya pelajari di kelas pemrosesan data Asah: ekstraksi, pembersihan, normalisasi fitur, lalu baru masuk ke model,” ujarnya.

Setelah mengikuti Asah, Afridho telah menghasilkan sejumlah karya. Selain MiniFW-AI, ia terlibat dalam pengembangan RitAPI hingga tahap produksi, membangun proyek pribadi ThreatLens AI, serta berhasil membawa penelitian skripsinya mengenai deteksi intrusi jaringan menggunakan PCA-SVM yang diterima di jurnal JATI.

Perjalanannya dari UI/UX, keamanan siber, hingga machine learning membuat Afridho memahami bahwa karier teknologi tidak harus bergerak dalam satu garis lurus.

“Jangan takut jika jalan yang kita miliki terlihat berbelok. Saya mulai dari UI/UX, lalu nyasar ke cybersecurity, dan berakhir di jalur machine learning lewat Asah. Dulu terasa tidak konsisten, tapi justru kombinasi itulah yang membuat saya diterima kerja,” pesannya.

Bagi Afridho, belajar juga tidak cukup dilakukan sendirian. Ia mendorong talenta digital untuk aktif dalam komunitas karena banyak kesempatan justru datang dari pertemuan, diskusi, dan relasi dengan orang lain. Dari perjalanan yang sempat berbelok itulah Afridho akhirnya menemukan kombinasi kemampuan yang menjadi kekuatannya untuk membangun karier di industri teknologi.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.