Cerita Erlangga Rizky Perdana Putra, Lulusan Coding Camp powered by DBS Foundation
Rasa penasaran sering kali menjadi kompas terbaik bagi masa depan. Bagi Erlangga Rizky Perdana Putra (19), teknologi bukan sekadar alat, melainkan teka-teki yang harus dipecahkan.
Sejak SD, ia sudah gemar membongkar peralatan elektronik demi melihat isi di dalamnya. Ketertarikan itu menemukan bentuknya saat SMP melalui hobi menerbangkan drone. Tak puas hanya menerbangkan, ia mulai merakit dan memperbaiki drone sendiri, hingga akhirnya menyadari bahwa ada peran pemrograman di balik setiap manuver di udara.
đź’» Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangKeyakinan ini membawanya masuk ke jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMK Fatahillah Cileungsi. Di sekolah inilah, mimpinya mulai dipupuk secara profesional, hingga ia bertemu dengan sebuah peluang besar untuk melompat lebih jauh dari kurikulum sekolah biasa.
Terinspirasi Ikut Coding Camp powered by DBS Foundation karena Gurunya Lulusan Program yang Sama

Langkah Erlangga mengikuti program Coding Camp powered by DBS Foundation bermula dari saran gurunya di sekolah. Beliau, yang ternyata juga lulusan program yang sama, melihat potensi besar dalam diri Erlangga dan merekomendasikannya untuk ikut serta.
Mendengar testimoni langsung dari sang guru tentang kualitas materi yang diajarkan, Erlangga mantap memilih alur belajar Front-End & Back-End Developer melalui platform Dicoding. Erlangga menyadari bahwa untuk bersaing di industri, ia butuh ilmu yang lebih dalam dari yang didapat di kelas.
“Materi dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation ini sangat lengkap dan terstruktur. Saya belajar banyak hal yang belum diajarkan secara detail di sekolah, terutama tentang bagaimana membangun sistem di sisi server yang kuat dan sesuai dengan standar industri saat ini,” ungkapnya.
Berjibaku antara Sekolah, Pekerjaan, dan Coding Camp powered by DBS Foundation

Hal yang paling mengagumkan dari perjalanan Erlangga adalah semangat belajarnya di tengah tekanan waktu yang luar biasa. Meski masih berstatus pelajar aktif, Erlangga sudah dipercaya bekerja secara purnawaktu sebagai Full Stack Developer di PT Pelita Teknologi Global Tbk, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang IT solutions.Â
Ia harus pintar “mencuri” waktu di sela-sela kesibukan bekerja dan tugas sekolah untuk menyelesaikan modul-modul dalam Coding Camp powered by DBS Foundation.
Tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu. Sebagai pelajar sekaligus pekerja purnawaktu, Erlangga harus memiliki komitmen tinggi untuk tetap fokus belajar tanpa mengabaikan tanggung jawab profesional dan akademisnya.
“Keunggulan program Coding Camp powered by DBS Foundation adalah fleksibilitasnya. Walaupun saya harus membagi waktu antara sekolah dan kerja full-time, saya masih bisa mengejar materi karena saya bisa mengaksesnya kapan saja saat ada waktu luang,” ujarnya.
Bermimpi Lanjutkan Kuliah dan Majukan Pondok Bakso Keluarga

Hasil dari kerja kerasnya langsung terasa di dunia kerja. Pengetahuan yang didapat dari alur belajar Front-End dan Back-End membuat Erlangga jauh lebih percaya diri saat menangani front-end di tempatnya bekerja. Ia merasa ekosistem belajar yang suportif pada program ini sangat berperan penting dalam proses adaptasinya.
“Dalam program Coding Camp powered by DBS Foundation, kita didukung oleh kontributor dan komunitas yang sangat aktif. Setiap kali saya mengalami kesulitan teknis, selalu ada bantuan yang membuat saya bisa paham lebih cepat,” kata Erlangga.
Setelah lulus dari program ini, Erlangga merasakan peningkatan kualitas pada setiap kode yang ia tulis. Capaian ini menjadi modal berharga bagi Erlangga yang memiliki mimpi besar. Ia berencana melanjutkan studi ke jenjang S1 untuk memperdalam landasan teorinya tanpa harus membebani orang tua secara finansial.
Di samping itu, Erlangga memiliki misi mulia untuk keluarga. Ia ingin menerapkan ilmu teknologinya untuk memajukan usaha kedua orang tuanya, yaitu warung “Pondok Bakso Palem”.
Baginya, sukses bukan hanya tentang karier mentereng, tetapi juga tentang bagaimana kemampuannya bisa bermanfaat langsung untuk memodernisasi usaha orang tua. Lewat Coding Camp powered by DBS Foundation, Erlangga telah membuktikan bahwa usia dan status pelajar bukan penghalang untuk meraih kompetensi standar industri.
