Cerita Muhammad Yusuf Syukur, Lulusan Dicoding
Mulanya tak berencana untuk menjadi seorang tech developer, Muhammad Yusuf Syukur (31) kemudian bertumbuh sebagai seorang developer yang menghasilkan berbagai aplikasi dengan ribuan downloads. Salah satu karyanya bahkan memiliki seratus ribu downloads.
Mulai dari aplikasi pemetaan gua hingga penulisan Al-Quran, banyak di antara karya-karyanya yang ia bangun dengan menerapkan hasil belajarnya di Dicoding. Bagaimana Yusuf menemukan minatnya di dunia digital dan kini menghasilkan karya yang diunduh oleh banyak orang? Mari kita baca cerita lengkapnya!
💻 Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangMulanya Ikut-Ikutan, Yusuf Kemudian Mengembangkan Aplikasi yang Digunakan Ribuan Caver di Seluruh Dunia

Perjalanan Yusuf di dunia teknologi dimulai saat ia sekadar “ikut-ikutan” memilih dan masuk program studi Teknik Informatika di Universitas Hasanuddin. Kala itu, ia lebih tertarik pada desain grafis dan operasi berbagai software desain.
Ia mulai terdorong mempelajari pengembangan software lebih lanjut saat mulai memahami teori dasar grafika komputer, khususnya cara sebuah software dapat mengubah data menjadi grafik. Tertarik dengan transformasi data menjadi grafik, lulus kuliah, Yusuf mengembangkan software pertamanya, yaitu aplikasi pemetaan gua.
“Aplikasi yang saya buat tersebut telah dipakai oleh ribuan caver (orang yang melakukan penjelajahan gua) di seluruh dunia. Saya merasa bisa memberikan manfaat lebih dari produk yang saya buat. Itulah yang mendorong saya mulai mengembangkan software lainnya,” ungkapnya.
Mempelajari Clean Architecture di Dicoding dan Menerapkannya Hampir di Semua Proyek

Dalam perjalanan Yusuf sebagai seorang software developer, ia berkenalan dengan Dicoding lewat rekan kantor yang pernah ikut salah satu programnya. Kawannya menyampaikan bahwa materi di Dicoding bagus. Yusuf pun tertarik untuk menjadi pembelajar di sana karena ingin menambah referensi serta insight di luar yang pernah ia pelajari dan terapkan di berbagai proyek.
“Pengalaman belajar saya di Dicoding sangat positif karena banyak hal baru yang saya pelajari. Selain itu, materinya disajikan dengan sangat terstruktur, mudah dipahami dan diimplementasikan, serta up-to-date sesuai best practice yang digunakan di industri,” ujar Yusuf.
Belajar di Dicoding sembari bekerja secara purnawaktu merupakan tantangan tersendiri bagi Yusuf. Ia harus bisa membagi waktu dengan baik. Yusuf mengaku baru bisa mempelajari dan mengerjakan modul Dicoding saat ada waktu kosong di luar jam kerja.
Meski menantang, Yusuf mengaku merasa terbantu oleh salah satu kelas mahir tentang Flutter. Saat itu, ia mempelajari banyak tentang clean architecture.
“Sebelumnya, saya hanya tahu sedikit tentang clean architecture. Namun di Dicoding, saya dapat materi yang jelas dan mudah dimengerti. Sekarang, saya menerapkan clean architecture hampir di semua proyek saya, karena menurut saya, ini adalah cara terbaik untuk menjaga kualitas kode dan memudahkan pengembangan berkelanjutan,” tambahnya.
Menghasilkan Berbagai Aplikasi Hingga Ribuan Downloads

Banyak ilmu yang Yusuf akui peroleh dari Dicoding. Sebagai seorang pengembang aplikasi, Yusuf bercerita bahwa banyak produk yang ia bangun, baik untuk klien maupun personal, menerapkan materi Dicoding di dalamnya.
“Sejauh ini, aplikasi yang saya bangun dan memiliki jumlah download terbanyak adalah aplikasi Ilmu Tajwid yang memperoleh lebih dari seratus ribu downloads. Selain itu, saya juga membangun aplikasi Cave 09 untuk memetakan gua, Managrrkos untuk bantu pebisnis kos mengatur bisnis, dan masih banyak lagi,” ucap Yusuf.
Fleksibilitas waktu dan keinginannya untuk membangun produk sendiri mendorong Yusuf untuk memilih jalan sebagai seorang solopreneur dibandingkan bekerja secara purnawaktu. Saat ini, ia tengah fokus untuk mengembangkan produk Managrrkos-nya.
“Bersama tim, saya tengah melakukan riset dan pengembangan. Saat ini, Managrrkos sudah dipakai oleh ratusan pebisnis kos. Ke depannya, saya ingin membuat versi untuk bisnis lain seperti laundry, dan sejenisnya, agar bisa membantu lebih banyak UMKM di Indonesia.”
Selain itu, ia juga terus mengembangkan produknya yang lain, yaitu Naktub Quran, yang sekarang telah dipakai oleh puluhan ribu pengguna. Ia ingin karyanya dapat dipakai dan membantu lebih dari jutaan pengguna Muslim di seluruh dunia.
Saat ditanya apa pesan yang ingin ia sampaikan kepada sesama tech developer yang ingin mengikuti jejaknya sebagai seorang app developer yang dapat berkarya secara mandiri, Yusuf menekankan pentingnya mempelajari rancangan sistem sebelum mulai mengembangkan aplikasi.
“Rancangan sistem sering terlewat oleh banyak developer, termasuk saya dulu. Padahal, rancangan sistem adalah fondasi yang sangat penting untuk mengembangkan software yang terencana dan berkelanjutan,” tutupnya.
