Pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI) menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi transformasi di berbagai sektor. Sebagai bagian dari inisiatif global Microsoft, Microsoft Elevate Training Center hadir untuk mempercepat pengembangan keterampilan digital dan kompetensi AI di seluruh lapisan masyarakat. Kami berkomitmen membangun talenta yang adaptif, kompeten, dan siap memimpin di era transformasi digital.
Melalui program ini, kami menghadirkan AI Impact Challenge, sebuah kompetisi inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan sebagai bagian dari program Microsoft Elevate Training Center. Program ini bertujuan untuk mendorong pengembangan solusi teknologi berbasis AI yang dapat menjawab tantangan nyata di sektor publik dan industri.
Melalui kolaborasi antara Dicoding dan Komdigi AI Impact Challenge menghadirkan platform bagi talenta digital Indonesia untuk mengembangkan prototype solusi berbasis AI yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Opportunity Area:
Inventory automation, real-time tracking system, AI-based inventory management
Opportunity Area:
Computer vision, IoT monitoring, workforce analytics dashboard
Industri: Logistik
Latar Belakang:
Proses seleksi mitra dan penetapan harga sewa aset masih dilakukan secara manual dan belum terstandarisasi.
Core Problem:
Bagaimana mengoptimalkan proses penetapan harga aset dan seleksi mitra secara efisien dan berbasis data?
Dampak:
Kesulitan dalam memasarkan aset secara proaktif, potensi ketidaktepatan harga, serta inefisiensi proses bisnis.
Opportunity Area:
Pricing optimization model, partner matching platform, data-driven decision system
Pharma/Health
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Lingkungan manufaktur farmasi memiliki standar keselamatan yang tinggi dan area terbatas yang membutuhkan pengawasan ketat, namun monitoring masih bergantung pada pengawasan manual.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan efektivitas monitoring keselamatan kerja secara real-time dan proaktif?
Dampak:
Risiko kecelakaan kerja meningkat serta keterbatasan dalam mendeteksi potensi bahaya secara dini.
Opportunity Area:
Computer vision, IoT safety monitoring, AI-based hazard detection
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Proses penerimaan bahan baku memerlukan verifikasi ketat terhadap dokumen dan label untuk memastikan traceability, namun masih dilakukan secara manual.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan efisiensi dan akurasi proses verifikasi material?
Dampak:
Potensi kesalahan verifikasi, keterlambatan proses, dan risiko ketidaksesuaian material.
Opportunity Area:
OCR & document processing, barcode/RFID tracking, automated validation system
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Pergerakan material di dalam fasilitas manufaktur masih banyak dilakukan secara manual menggunakan forklift atau tenaga manusia.
Core Problem:
Bagaimana mengurangi risiko kecelakaan dalam proses material handling?
Dampak:
Tingginya risiko kecelakaan kerja dan potensi gangguan operasional.
Opportunity Area:
Autonomous vehicle, IoT tracking, safety monitoring system
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Banyak pekerjaan repetitif di area non-GMP seperti packing, sorting, dan handling material masih bergantung pada tenaga manusia.
Core Problem:
Bagaimana mengurangi human error pada pekerjaan repetitif?
Dampak:
Penurunan kualitas output dan peningkatan risiko kesalahan operasional.
Opportunity Area:
Robotic process automation, computer vision, AI-assisted workflow
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Laboratorium QC memiliki workflow testing yang kompleks dan masih banyak dilakukan secara manual.
Core Problem:
Bagaimana mempercepat dan meningkatkan akurasi proses preparation sample dan analisis laboratorium?
Dampak:
Waktu pengujian lama dan potensi kesalahan dalam analisis.
Opportunity Area:
Lab automation, AI analytics, digital lab management system
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Master Production Schedule (MPS) masih dibuat secara manual dan belum berbasis data real-time, melibatkan banyak stakeholder seperti supply chain, procurement, dan manufacturing.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan akurasi dan efisiensi perencanaan produksi secara terintegrasi?
Dampak:
Ketidaksesuaian antara supply dan demand serta inefisiensi produksi.
Opportunity Area:
AI-based production planning, demand-supply synchronization, integrated planning system
Industri: Pharma / Health
Latar Belakang:
Banyak pabrik masih memiliki visibilitas terbatas terhadap performa operasional karena data tersebar di berbagai sistem.
Core Problem:
Bagaimana mengintegrasikan data operasional untuk meningkatkan visibilitas dan pengambilan keputusan?
Dampak:
Pengambilan keputusan tidak optimal dan kurangnya insight terhadap performa operasional.
Opportunity Area:
Data integration platform, real-time dashboard, AI-driven analytics
Digital Finance
Industri: Digital Finance
Latar Belakang:
Meningkatnya aktivitas transaksi digital mendorong kebutuhan sistem yang mampu mendeteksi aktivitas fraud dan risiko secara real-time.
Core Problem:
Bagaimana mendeteksi dan mengelola risiko fraud secara akurat dan real-time dalam ekosistem keuangan digital?
Dampak:
Kerugian finansial, menurunnya kepercayaan pengguna, dan meningkatnya risiko keamanan transaksi.
Opportunity Area:
AI anomaly detection, transaction monitoring, risk scoring system
Industri: Digital Finance
Latar Belakang:
Pengelolaan keuangan daerah masih belum sepenuhnya terdigitalisasi dan terintegrasi.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah melalui sistem digital?
Dampak:
Inefisiensi anggaran, keterbatasan transparansi, dan pengambilan keputusan yang kurang optimal.
Opportunity Area:
Financial management system, data analytics dashboard, e-government platform
Industri: Digital Finance
Latar Belakang:
Partisipasi masyarakat dalam investasi masih rendah akibat keterbatasan literasi dan akses terhadap platform investasi.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan akses dan literasi investor ritel dalam ekosistem keuangan digital?
Dampak:
Terbatasnya inklusi keuangan dan partisipasi investasi masyarakat.
Opportunity Area:
Investment education platform, robo-advisory, financial literacy tools
Industri: Digital Finance
Latar Belakang:
Pengembangan layanan keuangan berbasis prinsip syariah masih membutuhkan dukungan teknologi digital untuk memperluas jangkauan.
Core Problem:
Bagaimana mengembangkan layanan keuangan syariah digital yang inklusif dan sesuai regulasi?
Dampak:
Terbatasnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah.
Opportunity Area:
Sharia-compliant fintech platform, digital financing, compliance automation
Real Sector Economy
Industri: Real Sector Economy
Latar Belakang:
UMKM mengalami kesulitan mendapatkan akses pembiayaan akibat keterbatasan data finansial formal.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan akses pembiayaan UMKM melalui metode credit scoring yang lebih inklusif?
Dampak:
Terhambatnya pertumbuhan UMKM dan keterbatasan akses ke sumber pendanaan.
Opportunity Area:
Alternative credit scoring, AI risk assessment, fintech lending platform
Industri: Real Sector Economy
Latar Belakang:
Rantai pasok pangan masih belum terintegrasi dengan baik, menyebabkan inefisiensi distribusi dan harga yang tidak stabil.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok pangan?
Dampak:
Distribusi tidak optimal, harga fluktuatif, dan akses pasar terbatas bagi produsen.
Opportunity Area:
Supply chain platform, logistics tracking, marketplace integration
Industri: Real Sector Economy
Latar Belakang:
Proses logistik yang belum optimal serta keterbatasan akses pasar menghambat distribusi barang, khususnya bagi UMKM dan sektor informal.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan efisiensi logistik sekaligus memperluas akses pasar?
Dampak:
Biaya distribusi tinggi dan keterbatasan pertumbuhan usaha.
Opportunity Area:
Logistics optimization, digital marketplace, distribution platform
Industri: Real Sector Economy
Latar Belakang:
Terdapat ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan keterampilan tenaga kerja.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan efektivitas pencocokan kerja dan pengembangan keterampilan tenaga kerja?
Dampak:
Tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya produktivitas tenaga kerja.
Opportunity Area:
AI job matching platform, skill assessment tools, upskilling platform
Digital & Creative Economy
Industri: Digital & Creative Economy
Latar Belakang:
Layanan publik dan sektor pariwisata masih membutuhkan integrasi sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan kualitas layanan publik dan pariwisata melalui digitalisasi?
Dampak:
Pengalaman pengguna yang kurang optimal dan rendahnya efisiensi layanan.
Opportunity Area:
Integrated service platform, smart tourism system, user experience optimization
Industri: Digital & Creative Economy
Latar Belakang:
Peluang ekspor jasa digital meningkat, namun masih terkendala akses ke platform global, sistem pembayaran lintas negara, dan kesiapan talenta.
Core Problem:
Bagaimana meningkatkan daya saing talenta lokal dalam pasar global digital?
Dampak:
Terbatasnya kontribusi ekonomi digital terhadap ekspor nasional.
Opportunity Area:
Freelance platform, cross-border payment system, talent marketplace
Industri: Digital & Creative Economy
Latar Belakang:
Pemanfaatan AI untuk otomasi layanan seperti customer service dan dukungan multibahasa masih belum optimal.
Core Problem:
Bagaimana mengoptimalkan penggunaan AI untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan?
Dampak:
Biaya operasional tinggi dan pengalaman pelanggan kurang optimal.
Opportunity Area:
AI chatbot, multilingual NLP, intelligent automation system

Tahap aktivasi nasional untuk menjaring talenta digital terbaik.
Grand Launching (1 April): Perilisan program melalui kanal sosial media dicoding dan broadcast email ke peserta program.
Project Submission: Registrasi dan unggah proposal serta prototipe awal melalui platform Dicoding Challenges.
Pendalaman teknis bagi 20 tim terbaik yang lolos kurasi awal.
Validasi solusi di hadapan juri yang sudah dipilih oleh penyelenggara.
Finalist Pitching: Hanya akan dipilih 10 tim terbaik dari tahap implementasi proposal untuk mempresentasikan proyek mereka secara online.
Innovation Showcasing: Demonstrasi kapabilitas prototipe dalam menjawab tantangan strategis.
Penilaian solusi peserta akan dilakukan berdasarkan beberapa aspek utama:
Kriteria penilaian ini akan berlaku untuk tahap proposal dan final submission.
Challenge ini terbuka untuk umum dengan catatan harus terdaftar sebagai peserta Microsoft Elevate Training Center
Peserta boleh mengikuti challenge secara individu atau tim (maksimal 3 orang). Jika tim, semua anggota harus terdaftar sebagai peserta Microsoft Elevate Training Center
Peserta harus mengembangkan produk digital berbasis Artificial Intelligence (AI).
Mengimplementasikan minimal 1 layanan gratis yang tersedia di Microsoft Azure, dengan opsi layanan tersedia dalam link berikut: Daftar Layanan Azure
Produk digital yang dibuat bisa berupa aplikasi mobile atau website.
Teknologi yang digunakan untuk pengembangan solusi tidak dibatasi (framework, library, atau studio coding apa pun dapat digunakan).
Solusi digital yang dikumpulkan harus berupa Prototype yang sesuai dengan tema yang telah ditetapkan.
Peserta dilarang untuk menggunakan data set yang terlindungi oleh hak cipta baik di dalam maupun di luar negeri.
Peserta dilarang mengumpulkan project yang pernah dimenangkan dalam program atau challenge lain, baik di dicoding.com/challenges maupun platform lainnya.
Submission di upload pada halaman challenge dicoding
Proposal Submission: Template Draft
Link Project: Link deployed project.
Proposal yang masuk akan di kurasi dan pilih 20 terbaik untuk masuk ke tahap proposal implementation.
Semua keputusan juri dan hasil penilaian bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Peserta pada tahapan ini akan melanjutkan proses development aplikasi yang akan dikembangkan
Peserta akan mendapatkan dukungan dalam pengembangan aplikasi melalui workshop yang akan disediakan oleh penyelenggara.
Diakhir periode proposal implementation peserta wajib mengumpulkan final submission berupa.
Slide Project Brief: Template Draft
Link Project: Link deployed project
Akan dipilih 10 peserta terbaik dari final submission untuk melakukan presentasi secara online.
10 peserta/tim terbaik akan mempresentasikan final submission di hadapan para juri.
Hadiah Monetary
Hadiah Non-Monetary
Dicoding Points → 1.000 points (bisa ditukar dengan merchandise Dicoding di dicoding.com/rewards).
Peserta atau salah satu anggota perwakilan tim mengumpulkan dokumen Project Brief melalui platform Dicoding Challenge. Langkah-langkah:
Klik Tombol “MASUKAN APLIKASI”
Pilih Platform: “Portofolio”
Isi bagian submission dengan ketentuan sebagai berikut:
App ID: Hanya perlu diisi bila Aplikasi hendak dimasukkan untuk platform Android, IOS atau Windows Phone.
Anda dapat skip bagian ini bila project yang dibuat tidak tidak dimasukan dalam platform tersebut.
Nama Aplikasi: Nama lengkap project yang dibuat
Link Aplikasi: Tautan project yang sudah di deploy
Komentar:
Lampirkan project brief dengan menggunakan format berikut: Template Draft
Silakan make a copy document yang sudah disediakan dan masukan link dokumen pada bagian komentar [PASTIKAN DOKUMEN DAPAT DIAKSES SECARA PUBLIK]
Contoh Submission:

Hak Cipta terhadap tiap Aplikasi yang memenangkan Challenge ini tetap menjadi milik Developer.
Challenge ini dapat diikuti oleh semua Aplikasi, sesuai dengan kriteria yang berlaku.
Anda dapat memasukkan sebanyak mungkin Aplikasi yang Anda miliki.