
Indonesia menduduki peringkat kedua negara paling rawan terhadap bencana alam di dunia dengan skor kerentanan mencapai 43,5%. Kondisi ini bukan hanya menjadi pengingat bahwa ancaman bencana ada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi seruan bagi kita untuk memperkuat kesiapsiagaan melalui inovasi dan teknologi.
Di tengah intensitas cuaca ekstrem, banjir, gempa bumi, hingga tanah longsor yang terus meningkat, solusi digital sederhana dapat berperan penting dalam membantu masyarakat mendapatkan informasi yang tepat, bereaksi lebih cepat, dan saling terhubung dalam situasi darurat. Tantangan ini menjadi peluang besar bagi developer muda Indonesia untuk mengambil peran nyata dalam membangun ketangguhan bersama.
Melalui tema "Small Apps for Big Preparedness: Solusi Digital untuk Kesiapsiagaan Bencana", tantangan ini mendorong para developer muda untuk menciptakan solusi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) yang ringkas namun berdampak besar. Fokus utamanya adalah bagaimana teknologi AI dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi yang akurat, bereaksi lebih cepat, dan tetap terhubung di tengah situasi darurat.
Contoh Case/Aplikasi yang Relevan
Berdasarkan kriteria penilaian yang menitikberatkan pada inovasi, penggunaan data real-time, dan manfaat bagi masyarakat, berikut adalah beberapa contoh konsep aplikasi yang dapat dikembangkan:
- Sistem Peringatan Dini Cerdas (AI-Early Warning)
- Deskripsi: Aplikasi yang menggunakan AI untuk menganalisis data cuaca atau sensor air secara real-time untuk memberikan notifikasi personal kepada warga di zona bahaya sebelum bencana terjadi.
- Contoh: "FloodGuard AI" – Pendeteksi risiko banjir lokal berdasarkan intensitas hujan dan level air sungai di sekitar pengguna.
- Asisten Darurat Berbasis NLP (AI Chatbot)
- Deskripsi: Chatbot interaktif yang dapat memberikan panduan pertolongan pertama atau rute evakuasi tercepat saat akses internet terbatas atau jalur utama terputus.
- Contoh: "SiagaBot" – Asisten suara/teks yang membantu warga melakukan tindakan penyelamatan diri yang tepat sesuai jenis bencana yang sedang terjadi.
- Analisis Kerusakan & Manajemen Logistik (Computer Vision)
- Deskripsi: Aplikasi yang memanfaatkan AI untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan bangunan melalui unggahan foto, sehingga distribusi bantuan dapat diprioritaskan ke area yang paling membutuhkan.
- Contoh: "QuickRelief" – Platform yang memetakan titik pengungsian dan kebutuhan logistik secara dinamis berdasarkan laporan warga.
- Deteksi Dini Bahaya Lingkungan
- Deskripsi: Alat digital yang mampu mengenali tanda-tanda awal tanah longsor atau kebakaran hutan melalui pengolahan data sensor atau citra satelit sederhana.
- Contoh: "SlopeWatch" – Aplikasi pemantau kemiringan tanah di area pemukiman perbukitan dengan peringatan otomatis.
Ketentuan Utama
- Peserta: Terbuka bagi seluruh penerima beasiswa IDCamp 2025.
- Format Tim: Individu atau grup dengan anggota maksimal 3 orang (semua anggota wajib terdaftar di IDCamp 2025).
- Platform: Bebas (Mobile, Website, atau teknologi lainnya).
- Syarat Produk: Harus berbasis AI dan dikembangkan dalam bentuk Minimum Viable Product (MVP).
- Orisinalitas: Aplikasi tidak boleh merupakan pemenang dari tantangan lain sebelumnya.
- Hasil Penjurian: Semua keputusan juri dan hasil penilaian bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Ketentuan Submission
Project dapat dikerjakan secara individu atau berkelompok (maksimal 3 orang), jika project dikerjakan secara berkelompok challenge dapat disubmit oleh perwakilan. Silakan ikuti ketentuan ini untuk submit hackathon:
- App ID: [Optional] Hanya perlu diisi bila Aplikasi hendak dimasukkan untuk platform Android, IOS atau Windows Phone. Silahkan membaca panduan ini untuk mengetahui cara memperoleh APP ID untuk Aplikasi Anda.
- Nama Aplikasi: Masukan nama aplikasi/project yang dibuat.
- Link Aplikasi: Masukan link deployed aplikasi/link google drive aplikasi.
- Komentar: Masukan project brief pada bagian komentar. Template Project Brief Dapat diakses di sini. Masukan link project brief dan pastikan Anda membagikan akses dokumen untuk semua orang (Share to Anyone)
Kriteria Penilaian
- Inovasi dan Kebaruan: Bobot 20%
- Kebaruan dan nilai tambah dibandingkan solusi yang sudah ada di pasar
- Kesesuaian dengan Tema: Bobot 30%
- Relevansi dan efektivitas penggunaan AI dalam solusi kesiapsiagaan bencana.
- Manfaat untuk Masyarakat Indonesia: Bobot 25%
- Besarnya dampak solusi terhadap aspek Ekonomi, Keamanan, atau Tata Kelola di Indonesia.
- Desain dan Kemudahan Penggunaan: Bobot 25%
Tambahan Nilai Jika:
- Produk digital dapat diakses secara publik (misalnya, live di website atau diunggah ke Play Store/App Store).
- Produk menggunakan data real-time atau interaktif, bukan data dummy atau local storage.
Hadiah Pemenang
Sebanyak 10 produk terbaik akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar 2.000 Dicoding Points. Dicoding Points dapat digunakan untuk purchase hadiah di Dicoding Rewards: dicoding.com/rewards
Timeline Challenge
- Peluncuran Challenge: 20 Januari 2026
- Periode Pelaksanaan Challenge: 20 Januari – 31 Maret 2026 (11 minggu)
- Penjurian Challenge: 1 - 7 April 2026
- Pengumuman Pemenang: 10 April 2026
Hak Cipta terhadap tiap Aplikasi yang memenangkan Challenge ini tetap menjadi milik Developer.
Challenge ini dapat diikuti oleh semua Aplikasi, sesuai dengan kriteria yang berlaku.
Anda dapat memasukkan sebanyak mungkin Aplikasi yang Anda miliki.