Menilik Lebih Dalam Penerapan Teknologi di Piala Dunia 2022

Menilik Lebih Dalam Penerapan Teknologi di Piala Dunia 2022

Sebagai penggiat teknologi, apa yang terbesit di kepalamu ketika mendengar perhelatan piala dunia 2022? Tentunya kamu penasaran dengan teknologi yang digunakan pada acara 4 tahunan tersebut, bukan? FIFA sebagai penyelenggara acara telah mengadopsi sebuah teknologi berbasis computer vision yang merupakan bagian dari artificial intelligence. Bagi kamu yang pernah belajar di kelas Machine Learning Dicoding, tentunya sudah tidak asing lagi dengan kedua istilah tersebut.

Pada Artikel kali ini, kamu akan diajak menilik lebih dalam terkait penerapan machine learning dan artificial intelligence sebagai teknologi pendukung di piala dunia 2022. Apakah kamu sudah siap? Yuk, simak paparan artikel ini sampai habis!

Apa Teknologi Baru yang Digunakan pada Piala Dunia 2022?

Seperti yang kita ketahui bersama, penerapan teknologi telah merambah banyak aspek kehidupan termasuk bidang olahraga, salah satunya sepak bola. Hal ini didukung dengan banyaknya penerapan teknologi di bidang sepak bola dalam beberapa dekade terakhir ini. Namun, tahukah kamu bahwa terdapat sebuah teknologi baru yang akan digunakan pada perhelatan piala dunia kali ini?

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Pada beberapa bulan yang lalu, FIFA sebagai penyelenggara perhelatan piala dunia 2022 telah mengeluarkan pernyataan terkait hal tersebut. Mereka menyatakan akan menggunakan sebuah teknologi baru bernama semi-automated offside technology pada perhelatan piala dunia tahun ini.

Sesuai dengan namanya, teknologi tersebut dapat membantu wasit dalam mendeteksi kejadian offside. Ia dikatakan semi-automated karena keputusan akhir tetap ada di tangan wasit.

semi-automated offside technology

Teknologi ini merupakan bentuk peningkatan dari VAR (Video Assistant Referee) yang telah sukses diterapkan pada perhelatan piala dunia 2018 lalu. Mungkin kamu mulai bertanya tentang bagaimana cara teknologi tersebut bisa mendeteksi terjadinya offside?

 

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Baru Tersebut?

Sederhananya, semi-automated offside technology ini memiliki prinsip yang sama dengan sebuah sistem deteksi objek. Bagi kamu yang pernah belajar tentang artificial intelligence atau machine learning, tentunya sudah tidak asing lagi dengan sebuah sistem deteksi objek. Ia merupakan sebuah sistem yang memungkin komputer untuk mendeteksi atau mengindra sebuah objek layaknya mata manusia.

Untuk mendeteksi terjadinya offside, semi-automated offside technology harus mampu mendeteksi posisi setiap pemain relatif terhadap posisi bola. Pada prosesnya, sistem ini tentunya akan memerlukan banyak data. Tahukah kamu bagaimana cara data tersebut dikumpulkan?

Pada teknologi ini, proses pengumpulan data dilakukan dengan memanfaatkan 12 dedicated tracking cameras yang dipasang di bawah atap stadion. Keduabelas kamera ini akan mengirimkan informasi berupa posisi bola dan pemain sebanyak 50 kali per detik. Untuk memastikan hasil yang diperoleh akurat, sistem ini akan merepresentasikan posisi pemain dalam 29 titik data yang mencakup anggota gerak dan beberapa bagian tubuh yang digunakan untuk mendeteksi terjadinya offside.

29 titik data

Kecanggihan teknologi ini tidak hanya sampai di situ saja. Bola yang digunakan pada pertandingan piala dunia 2022 (bernama Al Rihla) telah dilengkapi dengan sebuah sensor. Sensor ini ditempatkan di tengah bola dan mampu mengirimkan data posisi bola 500 kali per detik. 

Kedua data tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan oleh sebuah algoritma berbasis machine learning dan artificial intelligence untuk mendeteksi terjadinya offside secara otomatis. Apabila algoritma tersebut mendeteksi terjadinya sebuah offside, sistem akan mengirimkan sebuah peringatan (alert) beserta proyeksi 3D dari kejadian tersebut ke video match officials (VMO).

Namun, sebelum hasil ini dilaporkan ke wasit lapangan, VMO akan memeriksa proyeksi 3D yang dihasilkan sistem secara manual terlebih dahulu. Selain melaporkannya ke wasit lapangan, hasil proyeksi 3D ini akan ditampilkan di sebuah layar besar sehingga dapat membantu para penggemar untuk memahami apa yang terjadi dalam lapangan.

video match officials

Oke, mungkin sebagian dari kamu mulai berpikir bahwa teknologi baru ini sangat menarik. Namun, bagaimana dengan penerapannya? Apakah teknologi ini cukup andal dalam mendeteksi terjadinya offside?

Sebenarnya teknologi baru ini telah melalui proses pengujian dan diterapkan dalam beberapa turnamen yang diselenggarakan oleh FIFA, seperti FIFA Arab Cub 2021 dan FIFA Club WORLD Cup 2021. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, teknologi baru ini mampu membantu VMO dalam mendeteksi terjadinya offside secara lebih akurat dan cepat.

Bagaimana, apakah kamu sudah tidak sabar melihat penggunaan teknologi ini dalam perhelatan piala dunia 2022 mendatang? Jika kamu ingin membaca lebih lengkap mengenai teknologi ini, silakan kunjungi website resmi FIFA yang terdapat pada tautan berikut: Football Technologies and Innovation at the FIFA World Cup 2022.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Dibuka: Pendaftaran Bangkit 2023

Program kesiapan karier eksklusif dari Google ini menawarkan pelatihan intensif di bidang teknologi, softskills, dan bahasa Inggris.

Gratis. Daftar sekarang!