Software Engineer dan Software Developer, Serupa tapi Tak Sama

Software Engineer dan Software Developer, Serupa tapi Tak Sama

Analogi software engineer dan software developer

Tebak dalam 3 detik! Manakah gambar di atas yang merupakan Software Engineer dan mana yang merupakan Software Developer?

Satu..

­čĺ╗ Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Dua..

Tiga..

Ngaku! Apakah kamu terkecoh antara Software Engineer dan Software Developer? Mungkin kamu tidak sendiri.

Tidak perlu risau! Kamu berada di tempat yang benar untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini agar kamu tidak terkecoh lagi!

Secara harfiah, software engineer adalah cabang ilmu komputer (computer science) yang berfokus pada perancangan dan debugging perangkat lunak; sedangkan software developer bertugas untuk membuat, menguji, dan memelihara berbagai macam perangkat lunak.

Analogi software engineer dan software developer

Software engineer layaknya seorang arsitek yang merancang sebuah denah yang akan dioperasikan dan software developer adalah orang yang bertanggung jawab dalam membuat, menguji, dan memelihara gedung tersebut.

Memang, terlihat serupa, tapi ternyata tak sama.

Nah, di bawah ini adalah beberapa skill umum yang perlu dimiliki oleh seorang software engineer dan software developer.

  • Memahami Algoritma dan Struktur Data
    Struktur data membantu software engineer menyusun dan mengelola data secara efisien. Beberapa jenis struktur data yang perlu dikuasai meliputi Array, Tree, Hash Table, dan masih banyak lagi.
  • Memiliki Problem Solving yang Kuat dan Berpikir dengan Algoritma
    Menjadi seorang software engineer maupun software developer tentu harus mampu memecahkan berbagai masalah menjadi sebuah solusi. Selain itu, ia juga harus mampu merancang dan menggunakan algoritma untuk menyelesaikannya, lho.
  • Mahir Berbagai Bahasa Pemrograman
    Menjadi software engineer maupun software developer, menuntut kamu untuk dapat mengoperasikan banyak bahasa pemrograman. Selain JavaScript yang menjadi bahasa pemrograman populer, ada yang lain, yaitu Java dan C++.
  • Menguasai dan mengikuti perkembangan tools
    • Git Hosting
    • Cloud Provider
    • Automation testing
    • Software Development Lifecycle
    • Infrastructure as Code
  • Menguasai Skill Komunikasi yang Baik
    Memiliki profesi yang tidak bekerja secara individual dituntut untuk memiliki skill komunikasi yang baik untuk mengurangi kesalahan dalam setiap development produk.
  • Manajemen Basis Data
    Mengetahui cara merancang, mengimplementasikan, dan mengoptimalkan database (basis data) merupakan hal yang penting dalam mengembangkan sebuah proyek. Terlebih apabila telah akrab dengan MySQL, PostgreSQL, dan lain-lain, kamu bisa menyesuaikan database tersebut dengan proyek tertentu.
  • Test-Driven Development
    Tahukah kamu? Kemampuan ini menjadi salah satu faktor dalam menghasilkan software berkualitas tinggi, lho. TDD merupakan metodologi, di mana software developer menulis tes sebelum mengimplementasikan kode.
  • Menguasai Framework
    Pengetahuan mengenai framework yang ramah terhadap SEO dapat memberikan nilai signifikan bagi seorang software engineer.

Untuk kamu yang ingin menjadi salah satu di antara software engineer atau software developer dan mulai dari nol, jangan khawatir! Simak caranya di bawah ini.

  1. Bersahabatlah dengan bahasa pemrograman
    Hal ini merupakan fundamental sebelum kamu benar-benar terjun ke dunia engineering dan development. Untuk pemula, kamu bisa memulai dengan mempelajari
    • Java: bersifat open source sehingga kamu bisa menggunakannya dengan bebas.
    • JavaScript: bahasa pemrograman yang tidak hanya membuat halaman web menjadi lebih interaktif, tetapi juga mampu merambah ke dunia back-end.
    • Python: bahasa pemrograman yang acapkali digunakan oleh data scientist dan business analyst.
  2. Dapatkan pemahaman tentang struktur data dan algoritma
    Setelah menguasai satu atau dua bahasa pemrograman, langkah selanjutnya untuk menjadi seorang software engineer atau software developer adalah mempelajari struktur data dan algoritma. Struktur data meningkatkan efisiensi penyimpanan, pengambilan, dan pengorganisasian data. Lalu, kita menggunakan algoritma, yang merupakan sekumpulan operasi dan instruksi yang diterapkan pada struktur data, untuk mendapatkan keluaran yang diinginkan.
  3. Bangun portofolio di GitHub
    GitHub dapat kamu jadikan sebagai platform portofolio online. Kamu dapat menulis pengalaman atau hasil-hasilmu sebagai karya yang dapat dilihat oleh calon perekrut atau client sekalipun. Apabila kamu ingin menjadi software engineer maka kamu dapat menceritakan proses merancang sebuah program atau aplikasi yang akan dibuat, apabila kamu ingin menjadi seorang software developer maka kamu dapat melampirkan proses-proses yang kamu lakukan dalam membuat aplikasi tersebut.
  4. Lakukan wawancara
    Untuk kamu yang khususnya ingin menjadi seorang software engineer atau software developer, tentu memerlukan wawancara teknis atau wawancara coding. Hal tersebut memungkinkan perekrut untuk mengevaluasi keterampilan teknis dan problem solving kamu.
  5. Perluas pengetahuan
    Jangan pernah cukup dengan belajar. Ada banyak jalur studi yang tersedia untuk mempelajari software engineering maupun software development.

Kamu seorang software engineer atau software developer? Share pengalaman kamu meraih profesi tersebut di kolom komentar, yuk!

Last but not least,
Melihat dia dengan kekasih barunya~
Sampai jumpa di blog berikutnya!


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.