skill programming

Belajar Skill Programming agar Mandiri Finansial

Seberapa besar manfaat skill programming dalam hidupmu? Buat Ian Rachman Dana alias Ian sih, sudah tak terhitung. Belajar, berkompetisi, dan freelance di bidang programming sejak SMK membuatnya jadi pribadi dewasa. Urusan biaya kuliah dan kebutuhan sehari-hari, ia sudah mandiri finansial. Tak pernah minta kepada orang tua. Seperti apa Ian mendalami skill programming -nya? Bagaimana ia sampai di titik ini? Mari kita belajar 

Pemuda dan Musuh Terbesarnya  

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya kucabut semeru dari akarnya.
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia (Soekarno – presiden pertama RI)

Sejarah Indonesia mencatat kiprah pemuda yang gigih berjuang. Martha Christia Tiahahu angkat senjata lawan Belanda saat 17 tahun. WR Supratman memperkenalkan lagu Indonesia Raya ciptaannya di usia 25 tahun. 

Begitu besar peran pemuda hingga banyak harapan tertumpu di pundaknya. Faktanya, kini sebanyak 88 juta jiwa atau 1 dari 3 penduduk Indonesia adalah pemuda berusia 18-37 tahun (Susenas 2017).  

Apa musuh besar pemuda saat ini? Bisa jadi rebahan, mager, dan santuy berkepanjangan. Padahal bisakah kita maju dengan daya juang yang lemah? Jawab sendiri. Tidak bisa tidak: kita perlu mandiri dan punya motivasi tinggi. 

Mana bisa mengguncang dunia -meminjam kata Bung Karno- jika bermodal rebahan saja? Pemuda Indonesia butuh skill untuk berjuang, terutama di era digital penuh persaingan. 

Pemuda Butuh Skill Programming 

Perkenalkan, Ian Rachman Dana, satu di antara pemuda Indonesia  yang ingin lepas dari belenggu malas. 

Suka dengan IT, Ian yakin keahlian di bidang programming akan membawa anak muda sukses bersaing di era digital. Pemuda asal Depok, Jawa Barat ini aktif mendalami skill programming sejak SMK. 

Tekadnya jadi developer, memang kuat. Ian termasuk salah satu peserta perdana di kelas Belajar Fundamental Aplikasi Android (dahulu kelas Menjadi Android Developer Expert) di tahun 2017. Dalam tiga tahun terakhir, Ian telah aktif belajar dan menuntaskan 8 kelas di Dicoding Academy. Fokusnya jelas, yakni alur belajar Android Developer.  

Mengasah Skill Programming Lewat Lomba  

Belajar saja tidak cukup. Kita perlu mengasah diri lewat kompetisi. Buat Ian, ikut Challenge khusus programmer adalah hobi yang menghasilkan. Skill terasah. Dapat pula hadiah. Berikut ini beberapa lomba yang ia menangkan di Dicoding 

  • 3 terbaik pada Challenge SMK Tangkas Teknologi 2017 bertajuk “Kembangkan Potensi Pariwisata Daerahmu melalui Inovasi.” 
  • Samsung Galaxy SDK Challenge 2017 
  • Indonesia Next Apps 4.0 – Samsung SDK Challenge 2017 
  • Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest 11 2017 
  • Finalis Google Developer: Health and Well-being Challenge 2018

Salah satu aplikasi buatan Ian dengan nama “Fitamind” yang menembus tahap final Google Developer Challenge 2018

skill programming

Klik di sini untuk mencoba aplikasi “Fitamind” buatan Ian

Dari memenangkan berbagai Challenge, Ian mendapatkan puluhan ribu Points yang ia tukar dengan kelas di Dicoding dan beberapa  Dicoding Rewards, yaitu HP Samsung Galaxy dan Samsung Mirrorless Cam. “Alhamdulillah banget. Lama saya impikan, dapatnya dari keringatnya sendiri di Dicoding,” ujarnya. 

skill programming

Ian dan tim saat menjuarai Lomba Permata Youth Preneur berhadiah Rp 10 juta

Karena prestasi dan kegigihannya pula, Ian dipercaya magang di Dicoding tahun 2019 silam. 

Dapatkan Proyek dari Freelance hingga bisa Biayai Kuliah Sendiri  

Selulus SMK, Ian bertekad lanjut kuliah tanpa meminta uang kepada orang tua sama sekali. Ia menolak uang pemberian orang tuanya. Padahal ayah dan ibunya siap membiayai Ian masuk kuliah ke jurusan Teknik Informatika, Politeknik Negeri Jakarta.  Ian mengaku: 

“Aku menolak uang kuliah dari orang tua. Kuliah ini kemauanku dari awal.
Tekadku, bayar uang kuliah sendiri. Alhamdulillah bisa karena dapat bekal ilmu dari Dicoding.
Aku jadi punya tabungan dari hasil lomba lomba dan project freelance.” (Ian)

Kini Ian telah memulai semester pertamanya dan aktif  di banyak organisasi salah satu nya DSC. Meski masih tingkat pertama, ia dipercaya sebagai Core Team dan menjadi Mentor di organisasi tersebut.   

skill programming

Bersama tim DSC PNJ dalam sebuah acara mereka

Tentang Pengalaman Freelance: Client di Bangladesh dan Proyek 2 Digit!

Sebagai lulusan SMK, satu-satunya portfolio andalan untuk menggaet client freelance adalah sertifikasi dari Dicoding. Berbekal ijasah Dicoding yang ia unduh ke laman LinkedIn-nya, order pun berdatangan. Sudah belasan project freelance dari perusahaan dan personal yang ia garap. Mayoritasnya adalah proyek website dan aplikasi.

 Untuk proyek perusahaan, sebagai contoh ia pernah menerima order membuat aplikasi di bidang travel. Pernah pula proyek serupa datang dari Bank Perkreditan Rakyat di Batam.  

Rekor client terjauhnya adalah seorang youtuber asal Bangladesh yang minta dibuatkan aplikasi untuk mining admob. Dengan aplikasi buatannya, user mengumpulkan point dengan main spin. Ketika spin nanti muncul iklan. Dari muncul iklan itu, sang client akan mendapatkan uang.  

skill programming

Mining admob yang dibuat Ian untuk youtuber “Db Foundation Bangladesh”

Ada pula rekor lainnya berupa proyek freelance senilai 2 digit yang sangat membantu bekal uang pangkalnya kuliah. Wow! Untuk teman-teman yang ingin freelance sepertinya, ia merekomendasikan Upwork dan projects.co.id

Belajar Mandiri Finansial dari Ian

Untuk mandiri finansial sepertinya sekarang, tentu perlu komitmen yang tinggi lewat 3 langkah berikut.

  1. Belajar skill programming
  2. Mengasah skill lewat kompetisi
  3. Menghasilkan uang lewat freelance sembari sekolah atau kuliah

Tentang skill programming sebagai landasan utamanya, ia mengaku: 

“Aku seneng belajar di platform Dicoding karena belajar nya bukan lewat video.
Lalu Dicoding itu kan sudah bekerjasama dengan perusahaan teknologi dunia, jadi otomatis kurikulum nya pasti udah trusted banget.
Apalagi sekarang ada fitur learning path yang bantu banget para developer. Alur belajar jadi jelas dan terstruktur.”

Ingin jadi anak muda yang mandiri juga? Kuasai salah satu skill programming pilihanmu, dari sekarang ! 

Prestasi Ian di usia yang tergolong muda, memang membanggakan. Rekan-rekan yang ingin mendengar testimoni Ian bisa menyimak  video kami tentangnya. 

skill programming

Baca juga cerita lain dari lulusan kami di Dicoding Story. Atau simak cerita inspiratif lainnya berikut ini:

  1. Bangkit dari Keterpurukan dengan Belajar Android
  2. Sertifikasi: Bekal Utama Raih Karir Developer 
  3. Guru SMK dengan Sertifikasi Programming yang Luar Biasa: “Biar Siswa Cinta Ngoding” 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor at Dicoding Indonesia