Kenali Trend Perkembangan Internet Of Things di 2022

Kenali Tren Perkembangan Internet Of Things di 2022

Apakah kamu tahu, pandemi Covid-19 telah mengubah banyak hal? Misalnya, dari beberapa hal yang bisa dilakukan secara offline, menjadi bisa dilakukan secara online menggunakan perangkat digital yang terhubung ke Internet. Perkembangan tersebut belangsung dengan pesat, selaras dengan pertumbuhan perangkat Internet Of Things. Sebelum membaca lebih lanjut, ada kalanya kamu perlu mengetahui lebih detail tentang penggunaan IOT di berbagai bidang.

Beberapa sektor seperti pembayaran dan pelayanan banyak mengadopsi teknologi yang memungkinkan interaksi contactless (dilakukan tanpa harus melakukan kontak dengan orang lain) sehingga dapat selesai secara sistemik.

Pernahkah kamu melihat cuplikan beberapa video di suatu tempat, seperti Jepang. Beberapa restoran di tempat tersebut sudah mengadopsi pelayanan otomatis alias dilakukan oleh robot khusus. 

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Selain itu, penerapan IoT juga dapat dilihat pada sistem e-tilang di beberapa tempat di Indonesia. Sistem e-tilang yang saat ini dipasang di setiap lampu lalu lintas dapat membantu polisi untuk menindak pelanggaran yang terjadi. Sistem ini bekerja untuk melakukan pencatatan terhadap plat pengendara kendaraan bermotor yang melanggar, kemudian pelanggar akan mendapatkan surat tilang secara online. 

Menarik, bukan? Nah, beberapa contoh kasus tersebut dapat tergolong smart devices atau termasuk dalam contoh perangkat Internet Of Things.

Apa itu Internet of Things?

Dari pembahasan sebelumnya, beberapa dari kita mungkin bertanya-tanya, sebenarnya apa itu internet of things? Okay, mengutip dari artikel sebelumnya di Apa itu Internet Of Things, IoT merupakan konsep dari perangkat digital yang ditujukan untuk mengumpulkan data, mengendalikan alat lain untuk melakukan hal tertentu secara spesifik, dan terhubung ke Internet.

Komponen Internet Of Things

Perangkat yang mendukung Internet Of Things ini cukup banyak jangkauannya dan sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti smartphone, laptop, smartwatch, smart tv, dan sebagainya. Itu semua merupakan perangkat Internet Of Things karena terkoneksi ke Internet. Akan tetapi, saat ini banyak yang mengira bahwa pengertian Internet Of Things adalah perangkat yang dibuat dengan microcontroller, seperti Arduino, Espressif 32, atau yang lainnya. Hal tersebut memang benar, tetapi microcontroller hanyalah subset atau bagian dari Internet Of Things.

Tren Perkembangan Internet Of Things

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ranah IoT sedang menunjukkan perkembangannya. Berikut kutipan key note dari Knud Lasse Lueth, CEO dari IoT Analytics yang berkaitan dengan perkembangan IoT.

“In 2022, the market for the Internet of Things is expected to grow 18% to 14.4 billion active connections. It is expected that by 2025, as supply constraints ease and growth further accelerates, there will be approximately 27 billion connected IoT devices.”

Kemudian, dari contoh grafik berikut terlampir pertumbuhan Internet Of Things dari masa ke masa.

IoT market forecast

Puluhan perangkat IoT yang terkoneksi pada Mei 2022

Ilustrasi grafik diatas selaras dengan pendapat CEO sebelumnya, yang mana pertumbuhan tren perangkat IoT meningkat tajam akhir – akhir ini jika dilihat menurut perangkat IoT yang terhubung. Data yang diambil pada grafik diatas adalah perangkat data perangkat IoT yang tidak termasuk dengan perangkat laptop, komputer, smartphone, ataupun tablet. Jumlah 27 miliar yang sudah terkoneksi itu sudah terlampau masif.

Pertumbuhan ini, tak bisa dipungkiri namun pasti, disebabkan juga karena system on chip (SoC) yang berkembang dan mendominasi perangkat-perangkat yang ada sehingga menyebabkan komposisi komponen perangkat yang ada saat ini semakin kecil dan compact. Maksud dari compact di sini adalah memiliki banyak fungsionalitas dan perangkat dipadatkan menjadi satu kesatuan komponen atau bisa disebut Integrated Circuit (IC).

Tren Perkembangan Aplikasi Internet of Things Saat ini

Dengan adanya dukungan perkembangan chip di atas, akan mendorong inovasi lebih dari beberapa pelaku industri digital. Jika kamu penggemar sepak bola, terdapat teknologi terkini yang merefleksikan perkembangan internet of things, yaitu semi-automated offside technology. Singkatnya, teknologi ini membantu wasit yang ada di lapangan untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya offside.

Dengan gabungan teknologi dari tracking camera dan sensor yang ditanamkan dalam bola bernama Al Rihla, posisi dari pemain dan bola bisa di-track dan nantinya bisa digunakan oleh wasit untuk mengambil keputusan offside. Menarik, kan? Jika tertarik untuk mengetahui lebih detail lagi tentang teknologinya, kamu bisa melihat artikel blog Menilik Lebih Dalam Penerapan Teknologi di Piala Dunia 2022.

Al Rihla - Penerapan IoT pada Bola

Sebenarnya, masih ada banyak lagi aspek inovasi perkembangan aplikasi IoT pada tahun 2022 ini. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Internet Of Things pada Smart Home Applications

Penerapan IoT pada Smart Home

Pernahkah kamu berlibur selama beberapa hari diluar kota dan khawatir dengan keadaan dirumah? misalnya khawatir dengan kemalingan, atau hal lainnya. Dari sini, kita perlu melakukan monitoring terhadap aktivitas rumah dengan menggunakan kamera cctv, yang kemudian kamera tersebut dikoneksikan via cloud agar kita bisa melihat kondisi secara remote

Yang lain misalnya, set pengingat untuk beberapa perangkat mati dalam waktu tertentu, melakukan monitoring dan kontrol terhadap beberapa perangkat tertentu secara online, dan sebagainya. Adapun monitoring yang dilakukan tidak hanya melihat perangkat saja, tetapi bisa juga melihat kondisi rumah secara live.

Sebagai contoh, misalnya di rumah kita mempunyai beberapa lampu yang mendukung IoT, Smart TV, IP Camera, dan lainnya. Dari beberapa perangkat tersebut, kita bisa mengesetnya untuk terhubung dengan layanan aplikasi tertentu. Lalu, dari aplikasi tersebut, kita bisa melakukan monitoring dan controlling. Saat ini, manajemen kontrol dari aplikasi tersebut bisa dilakukan dengan perintah voice menggunakan dukungan Google Home Assistant, Siri, atau Alexa.

Aplikasi Internet Of Things pada Traffic Monitoring

Route Map

Pastinya, kita sering menggunakan fasilitas map ketika melakukan perjalanan. Misalnya, dengan fasilitas Google Maps, kita bisa mengetahui rute terbaik menurut decision yang ditentukan dari aplikasi Google Maps. Terkadang, ketika muatan traffic dari suatu rute sedang tinggi, rute tersebut akan menampilkan indikator warna sesuai  muatan traffic yang terjadi.

Dengan adanya hal ini, tentunya membantu bagi para driver yang ingin menuju suatu daerah yang belum diketahui. Driver tidak perlu tersesat, terhindar dari kemungkinan salah jalur, serta terhindar dari kemacetan.

Dalam menentukan tingkat muatan traffic yang ada pada suatu jalur, Google Maps menggunakan data speed dari jumlah device yang mengakses, laludiolah dan diprediksi menggunakan algoritma machine learning dengan data history traffic sebelumnya. Dari hasil prediksi tersebut, secara singkat digunakan untuk menentukan level kemacetan yang terjadi.

Apakah kamu tertarik untuk mengetahui cara kerja Google Maps secara lebih detail? Kamu bisa mengunjungi artikel berikut.
Google Maps 101: How AI helps predict traffic and determine routes

Perkembangan Internet Of Things pada Semi/Self driving Cars

Penerapan IoT pada Self-driving cars

Perkembangan Internet of Things pada Gagasan mengenai self-driving cars mungkin terlalu ekstrim di pikiran kita. Namun, barangkali hal ini bisa saja terjadi di masa depan yang membuat driver tidak perlu lagi untuk mengontrol laju geraknya mobil. Sistem ini bisa disebut sebagai autopilot

Dengan memanfaatkan data yang diperoleh dari beragam sensor yang ditanam dalam mobil (untuk menganalisis objek yang terdekat, seperti lampu merah, mobil, dan lainnya), serta dengan fasilitas maps yang digunakan untuk menentukan rute perjalanan, sistem autopilot akan menentukan arah mana yang tepat, mengontrol kecepatan, dan menentukan waktu untuk melakukan rem.

Tesla adalah salah satu contoh produk yang menerapkan sistem autopilot ini. Prinsipnya kurang lebih sama dengan sistem autopilot. Namun, sistem ini tidak sepenuhnya autopilot karena masih membutuhkan pengawasan aktif dari pengemudi yang mengendarainya.

Tertarik untuk lebih detail lagi? Kamu bisa mengaksesnya di link berikut.

Perkembangan Internet Of Things pada Pesawat Tanpa awak / Drone

Drone

Pasti kamu pernah melihat atau bahkan sudah familier dengan alat pada gambar di atas, bukan? Yap, alat tersebut bernama drone, yakni sebuah miniatur dari pesawat yang bisa dikontrol dari jarak jauh menggunakan remote khusus yang terhubung secara wireless–alias tanpa kabel. Tergantung dari tipe dan spesifikasi masing-masing drone, terkadang ada yang bisa dikendalikan menggunakan smartphone

Teknologi ini (drone) biasanya digunakan oleh fotografer maupun content creator untuk memotret maupun merekam visual dari angle (sudut) yang ekstrim. Misalnya, memotret dari ketinggian beberapa puluh meter atau lebih dari permukaan tanah.

Sebenarnya drone acapkali digunakan untuk kebutuhan militer, seperti mengintai maupun menyerang area musuh tanpa menimbulkan korban di pihak penyerang. Pertama kali, drone dibuat di Inggris dan USA ketika perang dunia pertama dan dites pertama kali pada Maret 1917. Namun drone tersebut tak pernah digunakan sama sekali saat perang. Baru pada tahun 1935, Inggris membuatnya untuk kebutuhan pelatihan.

Perkembangan Internet of Things pada drone saat ini berlanjut sampai akses delivery. Pengiriman yang biasanya menggunakan van atau mobil, kini bisa via udara. Harapannya dapat mengurangi waktu pengiriman yang selama ini memakan waktu ketika dikirim via jalur darat.

Banyak hal atau kasus yang bisa kita selesaikan melalui teknologi, khususnya Internet Of Things. Apa pun bidang permasalahannya, pasti bisa diselesaikan dengan bantuan alat yang kita buat. Nah, menurut kalian, solusi apa yang bisa dibuat menggunakan Internet of Things ? Silakan komentar ya 🙂

 

Referensi lain

  1. State of IoT 2022: Number of connected IoT devices growing 18% to 14.4 billion globally
  2. State of IoT 2022: Number of connected IoT devices growing 18% to 14.4 billion globally – IoT Analytics
  3. Top 10 IoT Applications in 2022
  4. Prime Air: Amazon officially rolls out drone delivery to customers

Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Dibuka: Pendaftaran Bangkit 2023

Program kesiapan karier eksklusif dari Google ini menawarkan pelatihan intensif di bidang teknologi, softskills, dan bahasa Inggris.

Gratis. Daftar sekarang!