Kenalan dengan Deka Flexi, Infrastructure as a Service teranyar dari Cloudeka

Dari artikel sebelumnya, kamu sudah tahu kan apa itu teknologi Cloud Computing? Kamu juga sudah mengenal model layanan yang ada di Cloud Computing. Jika belum, ada baiknya kamu simak artikel Pengenalan Cloud dan Penerapannya di Cloudeka sebelum membaca artikel kali ini. Mengapa? Karena kita akan membahas salah satu model layanan Cloud Computing lebih detail yaitu Infrastructure as a Service.

Mengenal Layanan Infrastructure as a Service

Infrastructure as a Service atau disingkat IaaS merupakan salah satu model layanan Cloud Computing yang menawarkan infrastruktur (aplikasi) sebagai layanan yang dapat digunakan oleh pelanggan. IaaS adalah layanan yang paling fleksibel di antara model layanan lain. Sebab, pelanggan memiliki hak akses penuh terhadap infrastruktur yang digunakan. Anggaplah kamu memiliki server sendiri namun fisiknya dikelola oleh Cloud Provider. IaaS mulai marak digunakan dan menjadi model layanan pertama di Cloud Computing. IaaS semakin marak digunakan karena penyediaan infrastruktur teknologinya bersifat fleksibel dan murah.

Selain fleksibel dan murah, membangun infrastruktur menggunakan model IaaS juga jauh lebih praktis dibandingkan On-Premise. Kamu bisa membangun infrastruktur aplikasi hanya dalam waktu hitungan menit. Luar biasa kan?

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Mengapa bisa begitu? Sebab, dengan menggunakan IaaS, membangun infrastruktur untuk mengembangkan aplikasi tidak perlu lagi memikirkan penyediaan perangkat fisik, ruangan, listrik, koneksi internet, dan sebagainya. Beberapa tugas dalam penyediaan infrastruktur menjadi tanggung jawab Cloud Provider. Simak gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Gambar di atas menunjukkan bahwa setengah tanggung jawab dari penyediaan infrastruktur aplikasi ditangani oleh Cloud Provider. Kamu sebagai konsumen hanya bertanggung jawab atas aplikasi, data, runtime, dan sebagainya.

Keuntungan Menggunakan Infrastructure as a Service

Berikut ini beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh ketika menggunakan IaaS dibandingkan dengan On-Premise:

  • Murah
    Menggunakan IaaS tidak dikenakan biaya di muka, namun ia mengubahnya menjadi biaya pengeluaran operasional (OpEx). Selain itu, IaaS juga tidak perlu biaya pemeliharaan fisik. Sehingga menggunakan IaaS dibandingkan On-Premise jauh lebih murah.
  • Biaya Terprediksi
    Jangan salah menganggap biaya yang dikeluarkan On-Premise lebih terprediksi. Nyatanya, biaya yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur On-Premise tidak terhenti pada penyediaan perangkat fisik saja. Namun, proses pemeliharaannya juga. Bagaimana bila ada perangkat yang rusak? Apakah dapat terprediksi? Tentu tidak.
    Dengan IaaS, kamu terbebas dari masalah tersebut. Karena perangkat fisik tidak lagi dikelola oleh pelanggan, melainkan Cloud Provider.
  • Mudah
    Membangun infrastruktur aplikasi dengan IaaS jauh lebih mudah dibandingkan On-Premise. Bahkan dalam waktu hitungan menit saja. Hal ini disebabkan IaaS memanfaatkan teknologi virtualisasi* dalam membangun infrastruktur aplikasi.
  • Scalable
    Karena teknologi virtualisasi juga, infrastruktur yang dibangun menggunakan IaaS mudah untuk di-scale. Kita bisa meningkatkan spesifikasi (Scaling Up) server atau memperbanyak (Scaling Out) dengan sangat mudah.
  • Hemat Energi
    Menggunakan IaaS juga termasuk langkah hemat energi. Kamu tidak perlu menyiapkan listrik dan jaringan internet yang stabil karena memang perangkat fisik tidak dikelola oleh pelanggan dan bukan tanggung jawab pelanggan.

Jenis Infrastructure as a Service

Mungkin kamu bertanya, bagaimana bisa infrastruktur aplikasi dengan teknologi Cloud (IaaS) dapat dibangun dengan cepat dan fleksibel? Kuncinya adalah teknologi virtualisasi. Ada dua teknologi virtualisasi yang biasa digunakan Cloud Provider dalam membangun IaaS. Yakni, VMWare dan OpenStack dengan basis Open Source. Mari kita cari tahu keduanya secara singkat.

VMWare

Yang pertama adalah VMWare. Dalam menyediakan platform virtualisasi, VMWare menggunakan vRealize (cloud Management solutions). Platform tersebut berlisensi dan dimiliki oleh VMWare. vRealize membantu Cloud Provider membangun IaaS untuk publik dan privat.

OpenStack

Yang kedua adalah OpenStack. OpenStack merupakan proyek Open-Source milik OpenStack Foundation. OpenStack menawarkan platform Cloud dengan fungsionalitas penuh yang dapat dimanfaatkan oleh Cloud Provider dalam membangun IaaS publik dan privat..

Perbandingan VMWare dan OpenStack

Setelah mengetahui secara singkat mengenai perbedaan IaaS dengan VMWare dan OpenStack, mari kita lihat perbandingan antara keduanya.

VMWare OpenStack
Hypervisor ESXi KVM, ESXi, LXC, HyperV
Operation Akses Windows Client, vCloud Director, vRealize OpenStack Native Dashboard, CLI,3rd Party
Managemen Image Catalog & Templates, OVF Mendukung semua format. 
Harga License + Maintenance fee Open source, versi berbayar menggunakan versi enterprise. 


Mengenal Deka Flexi dari Cloudeka

Lalu, adakah IaaS yang ditawarkan oleh Cloudeka? Tentu ada! Salah satu produk IaaS yang unggul di Cloudeka ada Deka Flexi. 

Deka Flexi (FX2) merupakan salah satu dari serangkaian layanan Cloud publik dari Cloudeka. Dengan menggunakan Deka Flexi kamu bisa menerapkan Virtual Machine sederhana dengan mekanisme pay-per-use. Deka Flexi didukung dengan teknologi dari RedHat OpenStack. Layanan ini menawarkan fleksibilitas sehingga perusahaan dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan skala bisnis.

Layanan Deka Flexi dikenal memiliki harga terbaik di pasar Indonesia. Ia mampu meningkatkan efisiensi, terutama pada penggunaan Capital Expenditure (CapEx) perusahaan untuk berbagai investasi IT yang tidak perlu, diubah menjadi Operational Expenditure (OpEx) seperti yang telah kita pelajari sebelumnya.

Fitur dan Benefit

Berikut beberapa fitur dan benefit yang kamu dapatkan ketika menggunakan Deka Flexi:

  • Deployment sederhana
    Layanan Deka Flexi dilengkapi dengan paket fixed. Sehingga dalam membangun Virtual Machine, tidak perlu lagi mengkonfigurasi vCPU atau vRAM.
  • Tanpa pengukuran bandwidth
    Gratis jaringan Internet yang dapat digunakan antar sesama pengguna dengan bandwidth hingga 1 Gbps IIX dan 200 Mbps IX atau terdapat pilihan jaringan Lintasarta Internet Dedicated atau Lintasarta Metro Ethernet untuk menjaga koneksi lebih stabil.
  • Hemat biaya
    Tidak ada biaya tambahan untuk koneksi keluar/masuk (biasa disebut egress/ingress) dan port kecuali bandwidth dari jaringan Internet Dedicated atau Metro Ethernet.
  • Custom Deployment
    Mendukung sizing di luar vCPU dan vRAM dari fixed instance dan bisa di intergrasikan dengan security services dan Backup services.

Jenis Instance dan Harga

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa Cloudeka dikenal memiliki harga terbaik di pasar Indonesia. Harga tersebut dipengaruhi juga dengan jenis atau spesifikasi Instance yang kamu gunakan.

Terdapat banyak jenis Instance yang dapat kamu gunakan pada Deka Flexi. Tentu, semakin tinggi spesifikasi Instance yang digunakan akan berdampak pada harga yang ditawarkan. Berikut rincian singkat terkait jenis Instance Deka Flexi:

OpenStack Package vCPU vRAM Type
c1.small 1 vCPU 1 GB Shared
e1.small 1 vCPU 2 GB Shared
o1.small 1 vCPU 3 GB Shared
s1.small 1 vCPU 4 GB Shared
c1.medium 2 vCPU 2 GB Compute Optimized
e1.medium 2 vCPU 4 GB General
o1.medium 2 vCPU 6 GB General
s1.medium 2 vCPU 8 GB Memory Optimized
c1.large 4 vCPU 4 GB Compute Optimized
e1.large 4 vCPU 8 GB General
o1.large 4 vCPU 12 GB General
s1.large 4 vCPU 16 GB Memory Optimized
c1.xlarge 8 vCPU 8 GB Compute Optimized
e1.xlarge 8 vCPU 16 GB General
o1.xlarge 8 vCPU 24 GB General
s1.xlarge 8 vCPU 32 GB Memory Optimized

Untuk mengetahui harga penggunaan dari masing-masing tipe Instance, Cloudeka menyediakan platform perhitungan estimasi biaya sesuai Instance yang digunakan. Jika ingin mencobanya, silakan kunjungi halaman kalkulator harga.

Cloudeka juga menyediakan tipe Instance yang lebih tinggi spesifikasinya dari xlarge, yaitu xxlarge dan qlarge. Kamu juga bisa temui spesifikasi tersebut dan estimasi biaya yang dikeluarkan pada halaman kalkulator harga. 

Studi Kasus

Sebagai Cloud Provider, Cloudeka membuka peluang bagi perusahaan besar maupun kecil-menengah untuk menggunakan layanan Cloud guna meningkatkan bisnis mereka. Layanan Deka Flexi dari Cloudeka dapat menjadi solusi terhadap beberapa industri berikut:

  • Manufaktur
    Industri manufaktur dituntut cepat beradaptasi dalam tuntutan pasar, seperti memodifikasi pola bisnis dan operasinya, termasuk metode pemasaran produknya. Karena kemajuan teknologi dan inovasi yang tak terhindarkan, mendorong investasi yang semakin besar dalam teknologi. Sebagai Cloud Provider, Cloudeka dapat menjadi solusi Cloud bagi industri manufaktur untuk unggul dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif saat ini.
  • Rumah Sakit
    Sistem Informasi Rumah Sakit (HIS) dan Telemedicine saat ini sedang dikembangkan oleh berbagai rumah sakit di Indonesia. Karena itu, tak jarang rumah sakit membutuhkan platform Cloud. Cloudeka, sebagai Cloud Provider yang dikembangkan secara lokal di Indonesia, mampu membantu rumah sakit di Indonesia untuk bertransformasi guna meningkatkan pelayanan kesehatan.
  • Pemerintahan
    Sebagai entitas publik atau lembaga pemerintah, tentu diwajibkan untuk memberikan informasi yang akurat dan transparan. Sebisa mungkin, masyarakat harus mendapatkan informasi dan menyampaikan aspirasi dengan cepat. Karena itu, sebagai Cloud Provider, Cloudeka dapat memenuhi kebutuhan Cloud bagi pemerintah guna menyediakan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat luas.
  • Perguruan Tinggi
    Digitalisasi di industri perguruan tinggi pesat. Mengajar dengan memanfaatkan teknologi semakin menjadi tren saat ini. Sebagai Cloud Provider, Cloudeka dapat menjadi solusi dalam memfasilitasi proses belajar mengajar, khususnya modernisasi operasional TI di perguruan tinggi. Cloud dapat membantu perguruan tinggi menghadapi evolusi tren pendidikan 4.0.

Masih banyak kasus bisnis yang berpeluang untuk meningkatkan pelayanan bisnis memanfaatkan Cloud Deka Flexi. Seperti perbankan, agrikultur, perkebunan, dan lembaga keuangan nonbank.

Kesimpulan

Sekian, artikel yang bisa kami bagikan untuk kali ini. Semoga melalui artikel ini, kamu jadi tahu lebih dalam apa itu layanan IaaS dan implementasinya di Cloudeka dengan Deka Flexi. IaaS membuat penyediaan infrastruktur aplikasi terasa lebih ringan bebannya karena kita tidak harus memikirkan perangkat fisik, sumber daya, serta perawatannya. Biaya yang dikeluarkan pun jauh lebih murah, karena kamu cukup membayar apa yang kamu gunakan (pay as you go).

Untuk informasi lebih detail mengenai Infrastruktur as a Service, tak ada salahnya untuk mengunjungi website resminya Cloudeka  untuk cari tahu lebih detail terkait Deka Flexi.


Di artikel selanjutnya, kita akan mencoba langsung Deka Flexi dari Cloudeka GRATIS. Jadi, sampai jumpa di artikel selanjutnya ya!

 

Referensi

Cloudeka, “Deka Flexi (FX2),” Deka Flexi (FX2) – Lintasarta Cloudeka. [Daring]. Tersedia: https://www.cloudeka.id/id/products/deka-flexi-fx2. [Diakses: 15-Oct-2021]. 

  1. Kurek, “OpenStack vs vmware: Bringing costs down,” Ubuntu, 02-Jan-2020. [Daring]. Tersedia: https://ubuntu.com/blog/openstack-vs-vmware. [Diakses: 15-Oct-2021]. 

OpenStack, “Get expert help from OpenStack consultants,” OpenStack. [Daring]. Tersedia: https://www.openstack.org/marketplace/consulting/. [Diakses: 15-Oct-2021]. 

(*) Di dalam dunia komputer, virtualisasi merupakan tindakan dalam menciptakan versi virtual (bukan aktual) dari perangkat komputer, penyimpanan, atau jaringan komputer.

(**) Blade Server adalah komputer server dengan desain modular yang dioptimalkan untuk meminimalkan penggunaan ruang fisik dan energi.

(***) Storage Array atau Disk Array adalah sistem penyimpanan disk yang berisi dari banyak drive disk.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.