Cerita Ibu Kartika Dirangga, Lulusan AWS AI Academy
Menjadi istri, ibu dari tiga anak, sekaligus Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata di Pemerintah Kota Bandar Lampung membuat keseharian Ibu Kartika Dirangga (44) dipenuhi berbagai tanggung jawab. Namun, kesibukan tersebut tak pernah membuat semangat belajarnya berhenti. Setelah menempuh pendidikan hingga jenjang magister dan membangun karier sebagai aparatur sipil negara (ASN), Ibu Kartika justru menantang dirinya untuk memasuki dunia yang sama sekali baru baginya: teknologi dan kecerdasan artifisial (AI).
Perjalanan tersebut membawanya mengikuti AWS AI Academy. Meski harus mempelajari berbagai konsep teknologi yang asing di sela-sela pekerjaan dan mengurus keluarga, Ibu Kartika berhasil menyelesaikan pembelajaran hingga tingkat menengah. Bekal tersebut kemudian membuatnya semakin percaya diri membawa perspektif digital ke pekerjaannya, bahkan membantunya melangkah hingga semifinal sebuah hackathon yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan.
đź’» Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangSenang Belajar: Dua Kata yang Paling Menggambarkan Diri Ibu Kartika

Ibu Kartika lahir dari keluarga harmonis berlatar belakang aparatur sipil negara (ASN) di Bandar Lampung. Ia dibesarkan untuk menjadi mandiri, dapat memberikan manfaat bagi banyak orang, dan senang membantu sesama. Jalan yang Ibu Kartika pilih untuk mewujudkan nilai-nilai tersebut adalah mengikuti jejak kedua orang tuanya untuk menjadi ASN.
Saat ini, ia diberi amanah untuk menjadi Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemerintah Kota Bandar Lampung. Selain menjalankan tanggung jawab yang sebaik-baiknya sebagai ASN, Ibu Kartika juga merupakan seorang istri dan ibu dari tiga anak.
Meski harus mengemban tiga peran sekaligus—istri, ibu, dan pelayan masyarakat—semangat belajar Ibu Kartika tak pernah padam. Ibu Kartika sempat berkuliah di Universitas Islam Bandung, mengambil studi Teknik Industri. Kurang lebih satu dekade setelah lulus, ia melanjutkan kuliah di Universitas Bandar Lampung, jurusan Teknik Sipil.
Gelar magister serta jabatan kepala bidang yang telah Ibu Kartika miliki tak mengurangi dahaganya akan ilmu. Kali ini, Ibu Kartika tertarik pada bidang teknologi. Ia melihat bahwa teknologi banyak berperan dalam kehidupan manusia, apa pun profesi yang mereka jalankan.
“Saya ingin terus update wawasan saya meski telah bekerja dan berkeluarga. Saya ingin membuktikan bahwa seorang ibu yang berkarier sebagai ASN masih bisa maju dengan mempelajari hal baru,” ungkap Ibu Kartika.
Menyeimbangkan Waktu antara Belajar dalam AWS AI Academy, Bekerja, dan Mengurus Keluarga

Kiprah Ibu Kartika dalam mempelajari teknologi dimulai dari keikutsertaannya dalam kompetisi AI Ideathon: Desaku Maju yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Lampung bersama AWS. Dalam kompetisi tersebut, ia menghasilkan ide PKK MAJU DIGITAL menggunakan PartyRock dan berhasil dinobatkan sebagai salah satu dari 25 peserta terbaik.
Prestasi yang Ibu Kartika raih membuatnya semakin bersemangat untuk belajar teknologi. Ia jadi ingin tahu lebih dalam tentang teknologi AWS, sehingga memotivasinya untuk ikut program AWS AI Academy yang ia ketahui dari Instagram Dicoding.
“Saat belajar dalam program AWS AI Academy, saya dihadapkan dengan tantangan berupa istilah dan konsep teknologi yang cukup asing bagi saya. Selain itu, saya pun perlu membagi waktu antara proses belajar dalam program ini, bekerja, dan mengurus keluarga. Tak jarang, saya baru bisa belajar setelah anak-anak saya tidur,” kenang Ibu Kartika.
Meski menantang, Ibu Kartika mengaku bahwa pengalaman belajarnya sangat menyenangkan. Ia merasa memperoleh banyak wawasan baru, termasuk memahami bahwa sebuah aplikasi tidak hanya mementingkan tampilan, tetapi juga berbagai komponen di belakangnya.
“Program ini membuat saya yakin bahwa teknologi tidak hanya untuk mereka yang punya background IT, tetapi untuk siapa saja,” tambah Ibu Kartika.
Raih Prestasi Setelah Lulus AWS AI Academy

Setelah berhasil menyelesaikan kelas di AWS AI Academy hingga tingkat menengah, Ibu Kartika mengaku memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai sistem digital dari aplikasi yang ia bangun melalui AI. Ia tak hanya memahami tampilan luar dari sebuah aplikasi, tetapi juga “jeroan” di belakangnya.
Ibu Kartika menyampaikan bahwa pengalaman belajar yang ia peroleh dari AWS AI Academy bermanfaat untuk kariernya. Saat ini, ia tengah mengabdi di Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Bandar Lampung.
“Saat ini, saya bekerja di bidang pengembangan destinasi pariwisata. Dalam pekerjaan saya, saya mulai melihat kebutuhan akan sistem digital dan pengelolaan data yang lebih baik,” ungkapnya.
Bekal yang ia peroleh dari AWS AI Academy membuatnya lebih percaya diri untuk terlibat dalam pembahasan di tempat kerja mengenai pengembangan sistem digital. Ia pun dapat berdiskusi dan menyalurkan ide yang dimiliki demi kemajuan sistem tersebut.
Tak sampai di sana. Wawasan yang Ibu Kartika dapatkan dari AWS AI Academy juga membantunya untuk masuk ke ronde semifinal kala mengikuti sebuah hackathon yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan. Dalam hackathon tersebut, Ibu Kartika membangun JUR-AI Platform Job Matching berbasis AI. Itu merupakan pencapaian yang sangat membanggakan bagi beliau.
Tak Ada Kata Terlambat bagi Ibu untuk Terus Belajar

Meski telah meraih berbagai pencapaian, perjalanan belajar Ibu Kartika belum selesai. Ia ingin terus memperdalam AI dan melihat bagaimana teknologi dapat mendorong digitalisasi pengelolaan data serta informasi pariwisata yang menjadi bagian dari pekerjaannya sebagai ASN.
Semangat tersebut juga ingin ia tularkan kepada para ibu lainnya. Bagi Ibu Kartika, berbagai tanggung jawab yang dimiliki seorang ibu mungkin membuat proses belajar berjalan lebih lambat, tetapi bukan berarti kesempatan untuk berkembang telah berakhir.
“Kita mungkin tidak punya banyak waktu seperti orang lain, tetapi kemauan dan kegigihan untuk terus belajar akan membantu kita untuk terus bertumbuh, walaupun mungkin tak secepat orang kebanyakan. Saya pun seorang ibu yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan waktu belajar. Meski mulanya sulit, konsistensi membantu saya berhasil,” tutup Ibu Kartika.
Perjalanan Ibu Kartika menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya dapat dipelajari oleh mereka yang berlatar belakang IT. Dengan rasa ingin tahu dan konsistensi untuk terus belajar, siapa pun dapat memanfaatkan teknologi untuk bertumbuh dan membawa manfaat dalam bidang yang mereka tekuni.