Black Box Testing Untuk Menguji Perangkat Lunak

Black Box Testing Untuk Menguji Perangkat Lunak

Bagaimana cara untuk mengetahui apakah perangkat lunak yang kita buat sudah berjalan baik? Jawabannya adalah dengan melakukan pengujian. Ada berbagai cara untuk melakukan pengujian perangkat lunak. Kali ini kita akan membahas salah satu pengujian yang sering digunakan, yaitu black box testing. Apa sih black-box testing itu? Apa kelebihan serta kekurangan dalam menggunakan pengujian ini? Kita akan bahas semuanya di sini. Jadi, simak artikel ini dengan baik ya.

Apa itu Black box Testing?

Black box testing atau dapat disebut juga Behavioral Testing adalah pengujian yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari perangkat lunak tanpa mengetahui struktur kode dari perangkat lunak. Pengujian ini dilakukan di akhir pembuatan perangkat lunak untuk mengetahui apakah perangkat lunak dapat berfungsi dengan baik.

Untuk melakukan pengujian, penguji tidak harus memiliki kemampuan menulis kode program. Pengujian ini dapat dilakukan oleh siapa saja.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Teknik-teknik Black Box Testing

Ada beberapa teknik yang biasanya digunakan untuk menguji perangkat lunak. Berikut ini adalah teknik-tekniknya:

  • All pair testing

Teknik all pair testing ini dikenal juga dengan pairwise testing. Pengujian ini digunakan untuk menguji semua kemungkinan kombinasi dari seluruh pasangan berdasarkan input parameternya.

  • Boundary value analysis

Teknik ini berfokus pada pencarian error dari luar atau sisi dalam perangkat lunak.

  • Cause-effect graph

Berikutnya adalah teknik cause-effect graph. Teknik pengujian ini menggunakan grafik sebagai patokannya. Grafik ini menggambarkan relasi antara efek dan penyebab dari error.

  • Equivalence partitioning

Teknik ini bekerja dengan cara membagi data input dari beberapa perangkat lunak menjadi beberapa partisi data.

  • Fuzzing

Fuzzing merupakan teknik pencarian bug dalam perangkat lunak dengan memasukan data yang tidak sempurna.

  • Orthogonal array testing

Selanjutnya adalah orthogonal array testing. Teknik ini digunakan jika input berukuran kecil, akan tetapi cukup berat jika digunakan dalam skala yang besar.

  • State transition

Terakhir adalah state transition. Teknik ini berguna untuk melakukan pengujian terhadap mesin dan navigasi dari UI dalam bentuk grafik.

Keuntungan

Ketika behavioral testing digunakan dalam pengujian perangkat lunak, ada beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari pengujian tersebut. Berikut ini adalah keuntungannya:

  • Penguji tidak harus memiliki pengetahuan tentang suatu bahasa pemrograman.
  • Pengujian dilakukan berdasarkan sudut pandang pengguna. Hal tersebut dilakukan agar dapat menemukan inkonsistensi dalam perangkat lunak.
  • Pengembang dan penguji memiliki ketergantungan satu dengan yang lainnya.
  • Penguji tidak perlu memeriksa kode.
  • Memungkinkan penguji dan pengembang bekerja secara independen tanpa mengganggu proses kerja satu sama lain.

Kekurangan

Selain memiliki keuntungan, behavioral testing juga memiliki kekurangan. Berikut ini adalah beberapa kekurangannya:

  • Memiliki kemungkinan kesalahan tidak terdeteksi karena kurang teliti dan tidak adanya pengetahuan teknis.
  • Ada bagian back-end yang tidak diuji sama sekali.
  • Kemungkinan pengujian dilakukan kembali oleh programmer.

Kesimpulan

Jadi, itulah pembahasan kita mengenai black box testing. Bagaimana, apakah kamu sudah paham sekarang? Pengujian kotak hitam adalah pengujian yang dilakukan untuk mengamati hasil input dan output dari perangkat lunak tanpa mengetahui struktur kode dari perangkat lunak. Pengujian ini memiliki beberapa teknik yang dapat digunakan. 

Black box testing ini juga memiliki kelebihan misalnya, penguji tidak harus mengerti bahasa pemrograman untuk membangun perangkat lunak. Selain itu, penguji juga tidak harus memeriksa keseluruhan kode. 

Namun, pengujian ini juga memiliki kelemahan. Karena penguji tidak perlu mengetahui serta memeriksa kode, ada peluang terdapat kesalahan yang tidak terdeteksi pada bagian kode.

Demikian artikel mengenai black box testing. Seperti yang kita ketahui, selain black box testing, ada juga teknik pengujian yang disebut white box testing. Apakah kalian berminat untuk membaca artikel tentang white box testing? Jika kalian berminat bisa tulis komen di bawah ini ya. Tetap semangat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Black-Box Testing untuk Menguji Perangkat Lunak – end

Baca juga beberapa artikel pilihan berikut untuk menambah wawasan:

  1. Apa Itu MVC? Pahami Konsepnya dengan Baik
  2. Metode SDLC Dalam Pengembangan Software
  3. Apa Itu Programmer? Hal-Hal Yang Wajib Dikuasai

Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Beasiswa Kelas Pemrograman

Dapatkan beragam informasi terbaru mengenai beasiswa dan informasi menarik lainnya melalui Newsletter Dicoding. Subscribe sekarang!