Bermodal Laptop Pinjaman, Elnoah Raih Karier Pertamanya Saat Masih SMK

 

Cerita Elnoah Manalu, Lulusan Program Sertifikasi Kompetensi 2025 by Dicoding

“Lulusan SMK dari program Sertifikasi Kompetensi (Sertikom) Dicoding berhasil mendapat pekerjaan dalam tempo 1,1 bulan sejak selesai sekolah. Ini 20 kali lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.” (Tracer Study by Dicoding 2026)

Elnoah adalah salah satu di antara lulusan SMK dari program Sertikom Dicoding yang berhasil diterima magang sebagai “Web Developer”, bahkan meraih status kerja formal pertamanya saat ia masih berstatus siswa SMKN 6 Surakarta.  Di usianya yang sangat belia, Elnoah (18) mengawali ikhtiar belajarnya dari sebuah laptop pinjaman. Namun, sulitnya tantangan ekonomi tidak meruntuhkan semangat belajarnya di bidang IT. 

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Terlahir dari keluarga sederhana, Elnoah memiliki seorang Ibu yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan Ayah yang menggeluti dua pekerjaan lepas. Untuk memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya, sang Ayah sehari-hari membawa motor satu-satunya berkeliling kota Surakarta guna mencari nafkah sebagai mitra ojek daring. Di samping narik penumpang, ia juga menjadi guru terapis anak berkebutuhan khusus (ABK).

Terlepas dari kesederhanaannya, Elnoah menjadi bukti nyata bahwa SMK mampu mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. Bagi Elnoah pada tahun 2020 silam, tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa ia bisa menekuni bidang teknologi. Bagaimana tidak? Perangkat laptop saja ia tak punya. Bahkan di tengah pandemi, keterbatasan akses membuatnya kesulitan mengeksplorasi minat dan menentukan jurusan SMK. Akan tetapi, jalan hidup Elnoah di tahun-tahun berikutnya, ternyata mengatakan sebaliknya. 

Laptop Tak Punya, Minat di Bidang Teknologi pun Nihil

Mulanya, Elnoah yang saat itu berusia 13 tahun sangat tertarik pada dunia desain dan kreatif. Ketertarikannya ini dimulai saat ia memulai pelayanan sebagai Koordinator Sosial Media Youth and Teens Impact di Gereja Keluarga Allah. Bahkan, ia ingin masuk ke jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) di SMK. 

Nahas, harapan tersebut pupus ketika orang tuanya tidak berpihak pada pilihannya menggeluti dunia kreatif karena menyadari bahwa kebutuhan industri saat ini lebih banyak membuka di bidang IT. Titik balik itulah yang membuatnya berkecimpung di bidang teknologi. Ditambah lagi, saran dari orang tuanya untuk mengambil jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG).

Namun, sayangnya pada waktu itu orang tuanya belum bisa membiayainya untuk membeli laptop demi mendukung studinya. Mau tidak mau, Elnoah sebagai siswa SMKN 6 Surakarta hanya bisa mengandalkan perangkat milik sekolah yang dapat digunakan saat pelajaran produktif dan harus dikembalikan setelah pembelajaran selesai. 

Dalam serangkaian kelas PPLG yang menantang dan keterbatasan perangkat yang dimiliki,  ia justru merasa tertantang dan perlahan membangun ketertarikannya pada bidang teknologi. Bahkan, ia menemukan sesuatu yang sebelumnya tak ia bayangkan: teknologi dan bidang kreatif. Belakangan, Elnoah memahami bahwa mimpi lamanya di dunia kreatif ternyata bisa berjalan beriringan dengan belajar teknologi informatika.

Dari situlah ia mulai lebih semangat menekuni dunia teknologi, tetapi ia menyadari bahwa keleluasaannya untuk mengeksplorasi sangat terbatas akibat tak punya laptop. Bahkan, ketika sekolahnya mewajibkan Elnoah dan siswa lainnya untuk mengikuti program Sertifikasi Kompetensi Dicoding, ia masih menggunakan laptop sekolah. 

“Rasanya seperti membawa barang jaminan dengan bom waktu yang entah kapan bisa saja barang yang saya bawa ini rusak,” kenangnya sambil tertawa ketika menggambarkan suasana hatinya yang selalu was-was saat menggunakan laptop yang bukan miliknya.

Pasrah Tak Ada di Kamusnya: Ikut Lomba demi Dapat Laptop hingga Pekerjaan Pertamanya

Keterbatasan perangkat ternyata tak menghentikan langkah Elnoah memasuki dunia profesional, meski langkahnya tertatih-tatih. Pada Juli 2025, saat masih menjadi siswa SMKN 6 Surakarta, Elnoah—dengan masih bergantung pada laptop pinjaman—diterima di Enuma Technology, suatu perusahaan riset dan pengembangan teknologi yang berbasis di kota Surakarta. Akan tetapi, pekerjaan sehari-harinya yang mewajibkannya berkutat dengan laptop membuat keterbatasan itu semakin terasa. Ia pun bermanuver dengan mengikuti kompetisi IT. Harapannya, ia bisa mendapat uang hadiah lomba.

“Sekaligus nambah portofolio biar keterima saat seleksi SNBP,” ungkapnya. 

Namun, lagi-lagi jalan yang Elnoah lalui begitu terjal untuk mengerjakan proyek kompetisi ini. Dia sangat perlu laptop. Tak hanya itu, uang sakunya yang nyaris tak ada membuatnya tidak memiliki ongkos perjalanan untuk menuju lokasi kompetisi yang berjarak 10 km dari rumahnya.

Meskipun demikian, berkat bantuan transportasi dari rekan setim, benih yang ia tabur akhirnya berhasil dituai ketika ia dan timnya meraih Juara 1 SMK AI Innovation Challenge 2025 yang diadakan oleh Haraka Communication bersama Direktorat SMK.

Tanpa pikir panjang, ia langsung menggunakan uang hadiah lombanya untuk membeli laptop. Gawai yang menjadi wujud jerih payahnya juga lantas tak ia sia-siakan. Elnoah sempat mengikuti berbagai lomba lainnya dan juga meraih Juara 1 Web Design Bytesfest 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Sebelas Maret, serta beberapa penghargaan lain dari sejumlah kompetisi web design dan UI/UX lainnya.

Namun, baginya, kompetisi bukan sekadar tempat mengumpulkan piala. Portofolio yang ia bangun menunjukkan ketertarikannya menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata. Elnoah sempat mengikuti salah satu kompetisi dari Dicoding, yaitu IDCamp Developer Challenge.

Dalam kompetisi tersebut, ia membangun SiJelih, platform yang dirancang untuk membantu verifikasi informasi mengenai bencana dengan memanfaatkan data real-time BMKG. Ia juga pernah mengembangkan Kindtrack, platform untuk mencatat perbuatan baik.

Lebih lanjut, dalam kompetensi Direktorat SMK yang ia menangkan, ia berhasil memanfaatkan AI untuk membantu kebutuhan promosional pelaku UMKM.  Tak berhenti di kompetisi, pada masa PKL-nya ia juga mendapat kesempatan untuk memberi dampak ke masyarakat luas dengan memperkenalkan pemanfaatan generative AI kepada siswa SMK, bahkan hingga siswa SMA. 

Gagal di SNBP Justru Membuka Jalan Baru di Dunia Kerja

Simpul manfaat dari Sertifikasi Kompetensi Dicoding yang mengawali perjalanannya membangun portofolio pun tak berhenti di situ. Berkat keikutsertaannya dalam Sertifikasi Kompetensi SMK pula, Elnoah memperoleh kelas-kelas gratis dari Dicoding yang ia babat habis. Ia telah lulus 12 kelas dengan fokus pada alur belajar Front-End, Back-End, dan Gen AI Engineer. 

Mulai dari beasiswa terkait materi Front-End, Back-End, UX Design, hingga artificial intelligence (AI), ia ikuti di sela-sela waktu yang sangat padat, mengingat ia juga sedang mengikuti program magang dan beberapa kompetisi lainnya. Upaya ini ia lakukan demi meraih portofolio yang apik, harapannya agar lolos SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) atau program tanpa jalur tes untuk masuk perguruan tinggi.

Namun, bak batu karang yang terus menerima terjangan badai, angannya untuk berkuliah gagal terwujud. Kegagalannya dalam SNBP membuat kedua orang tua Elnoah mendorongnya untuk mencari kerja, demi membantu kedua orang tua serta sang adik. Akhirnya, Elnoah pun mengambil pekerjaan yang membuatnya tetap berada di dekat keluarganya, yaitu menjadi videografer di Harcourts Solo Raya, suatu perusahaan real estate.

Sehari-harinya ia kini menaiki Bus Solo Trans menuju tempat kerjanya, mengais rupiah untuk membantu keluarga sekaligus menyisihkannya untuk biaya masuk kuliah kelak. Pekerjaan sementaranya ini memang tidak sepenuhnya selaras dengan bidang teknologi kreatif, sebagaimana yang ia harapkan. Namun, Elnoah menyebutkan bahwa upayanya belajar IT tak pernah sia-sia. 

“Menurutku materi Sertikom membantu banget buat berpikir komputasional dalam pengerjaan brief video yang harus kukerjakan,” ungkapnya ketika ditanya terkait pekerjaannya sebagai videografer.

Jawabannya sejalan dengan temuan Dicoding: 78% alumni Sertikom 2025 yang sudah bekerja menyatakan bahwa kompetensi dari sertifikasi ini bisa diaplikasikan dalam pekerjaan mereka. Ambisi Elnoah untuk meningkatkan taraf hidup keluarga senada dengan harapan Dicoding dalam memberikan Sertifikasi Kompetensi untuk murid SMK. Tercatat 48% lulusan Sertikom yang telah bekerja seperti Elnoah memiliki gaji lebih tinggi dari Upah Minimum Provinsi (UMP) (Tracer Study Sertikom 2025 by Dicoding).

Dari Keterbatasan Akses ke Misi Membuka Jalan bagi Siswa SMK

Cerita perjalanan Elnoah tak akan berhenti di situ. Di usia yang baru menginjak 18 tahun, Elnoah tentu masih berada di awal perjalanan kariernya menjadi talenta digital kreatif. Namun, ada satu benang merah dari berbagai hal yang telah ia lakukan: teknologi yang ia pelajari hampir selalu ia hubungkan dengan manfaat bagi orang lain. Hal tersebut terlihat dari proyek-proyek sosial yang dibuatnya, keterlibatannya dalam kegiatan anak muda, hingga pengalamannya berbagi pengetahuan mengenai teknologi kepada siswa lain.

Bekal tersebutlah yang membuatnya menjawab tidak ketika ditanya apakah ia minder dengan persaingan di dunia kerja. Berkat sertifikat kompetensi serta proyek-proyek lombanya, Elnoah mampu membangun kepercayaan dirinya. Pengalaman bertahun-tahun belajar dengan perangkat pinjaman juga membentuk pandangannya mengenai kesempatan memperoleh pendidikan.

Ke depan, Elnoah ingin agar lebih banyak anak muda dapat memperoleh akses belajar yang setara, terlepas dari keterbatasan yang mereka miliki karena ia memahami sendiri betapa berartinya sebuah kesempatan belajar ketika akses tidak selalu tersedia.

Satu pesan Elnoah untuk teman-teman SMK: “Serahin semua kepada Tuhan, jangan menyerah, perbanyak portofolio, dan jangan minder. Soalnya ijazah itu penting, pendidikan itu penting untuk membuka wawasan, tapi kita juga butuh portofolio untuk membuktikan bahwa wawasan tersebut sudah kita pahami atau belum.”

Untuk kamu, murid SMK yang ingin mengikuti jejak langkah Elnoah meraih karier pertama di bidang IT, cari tahu kesempatan mana saja yang bisa kamu raih dengan mengecek website Dicoding di smk.dicoding.com.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.