Maret Belajar Bahasa Pemrograman C Untuk Pemula

Belajar Bahasa Pemrograman C Untuk Pemula

Hallo sobat! 

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai bahasa pemrograman C. Sebelumnya, apakah kamu sudah pernah belajar pemrograman C pemula? Apa mungkin sudah khatam? Jika belum pernah belajar bahasa pemrograman C, maka jangan khawatir ya. Kita akan coba memahami konsep dasarnya.

Bahasa pemrograman C sangat cocok untuk memperkenalkan konsep pemrograman untuk pemula. Dalam artian, pemula yang belum pernah nyobain coding. Usia bahasa pemrograman C memang sudah tua, namun masih banyak orang yang menggunakannya hingga saat ini.

Memahami Apa itu Bahasa Pemrograman C?

bahasa pemrograman C

Bahasa C atau dibaca “si” adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi dan general-purpose yang digunakan dalam sehari-hari. Maksud dari general-purpose adalah bisa digunakan untuk membuat program apa saja.

Perlu kamu tahu bahasa C telah menginspirasi banyak bahasa pemrograman lain seperti C++, C#, Java, PHP, Javascript, dll. Bahasa-bahasa tersebut memiliki sintaks mirip dengan C. Bahasa C dijuluki juga sebagai “God’s programming language”, artinya bahasa C ayah dari semua bahasa pemrograman lain.

Lalu, bahasa C dikembangkan oleh siapa sih? Bahasa  C dikembangkan oleh Dennis Ritchie dan Ken Thompson.

Kenapa Kita Harus Mempelajari Bahasa C?

why

Berikut beberapa manfaat untuk mempelajari bahasa C:

  1. Cocok untuk dipelajari oleh pemula yang ingin merasakan per-codingan.
  2. Mudah dipelajari dan sumbernya banyak.
  3. Induk dari semua bahasa pemrograman.
  4. Masih digunakan hingga saat ini
  5. Dapat digunakan di berbagai macam platform, seperti Windows, Linux, MacOS, Android dsb.
  6. Berjalan dengan cukup cepat ketika digunakan pada mesin.

Tools yang Biasa Dipakai Untuk Belajar Bahasa C

Typing Docs

Apa saja yang mesti disiapkan atau di-instal? Sebenarnya kita hanya akan membutuhkan dua alat, yaitu teks editor dan compiler. Selain install teks editor, kamu mesti juga install compiler. Contoh tools yang bisa kamu gunakan di antaranya sbb:

  • Teks editor: Notepad++, Vs Code dll.
  • Compiler: MinGW (offline), Jdoodle, Glot.io, Repl.it (online).

Teks editor digunakan untuk menuliskan kode program, sedangkan compiler digunakan untuk menterjemahkan program tersebut agar dapat dimengerti oleh komputer.

Pemrograman C dapat dijalankan juga menggunakan IDE (Integrated Development Environment). IDE adalah sebuah teks editor khusus dengan compiler di dalamnya.

Jadi pilih mana ya? Bingung? Pilihlah salah satunya. Tapi jika kamu ingin install sekaligus tanpa perlu install compiler biar gacape dua kali sih, maka saya sarankan pakailah IDE.

IDE yang akan kita gunakan adalah Codeblocks. Kamu bisa download di link yang sudah tersedia http://www.codeblocks.org/downloads/26.

codeblocks download

Setelah itu install seperti halnya aplikasi biasanya. Lalu jalankan IDE tersebut. Buatlah berkas proyek baru dengan“New”–>”Empty file” atau seperti ini:

new file code blocks

Memulai Pemrograman

Untuk pertama kalinya buatlah kode program sederhana dengan menampilkan kata “Hello World” seperti di bawah ini:

Kode Lab:

Jalankalah kode tersebut dan lihatlah bagian terminal/console, maka hasilnya jadi seperti ini:

Hello World!

Mantap! Kamu sudah belajar program C pertama, yaitu program “Hello World!”. Selanjutnya kita akan belajar tentang struktur kode program bahasa C. Bagaimana bentuk struktur dasar program C?

Kamu kan tadi sudah salin kode program di atas ke IDE dan dijalankan. Pastinya terlintas dibenakmu dan bertanya-tanya akan fungsi setiap baris kode program tersebut.

Apa itu #include <stdio.h>? Apa itu int? Apa itu main? Apa itu printf?

Baiklah, selanjutnya kita akan membahas struktur dasar C.  

Struktur Dasar Bahasa C

Setiap kali kita ingin menuliskan kode program C, pastikan strukturnya seperti ini:

Ini adalah struktur dasar yang wajib kamu pahami. Kalau kamu perhatikan, struktur program tersebut dibagi menjadi dua bagian utama, yakni bagian include dan blok main.

code blocks

1. Mengenal Apa Itu #Include?

Include adalah bagian dari struktur bahasa C. Tujuannya untuk mengimpor fungsi-fungsi yang sudah didefinisikan pada header file. 

Header file sendiri merupakan file yang berisi definisi fungsi yang sudah dibuat. Header file bertujuan agar bisa digunakan pada program C yang lain. File ini berekstensi .h, contoh: stdio.h.

Kamu telah mengimpor file stdio.h. File ini berisi deklarasi fungsi-fungsi dasar yang kita butuhkan untuk membuat program, seperti printf(). File stdio.h sudah ada dikomputer kita ketika menginstall gcc.

2. Mengenal Apa itu Fungsi main()?

Fungsi main merupakan fungsi utama sebuah program. Fungsi ini juga akan dieksekusi untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, kamu harus selalu menyertakan fungsi main() dalam sebuah program, contohnya seperti ini:

Maksud dari int di depan main adalah jenis tipe data yang akan dikembalikan nilainya kembali. Di dalam fungsi main(), wajib kamu sertakan return 0. Artinya, fungsi main akan mengembalikan nilai 0 setelah dieksekusi. 

Cara lain kamu bisa gunakan void, yang artinya tidak ada (kosong). Jika menggunakan void, maka kita tidak perlu menuliskan return di akhir fungsi. Sebab, void tidak mengembalikkan nilai apapun.

Contoh:

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan selain struktur dasar C, yaitu penulisan statements, blok kode, komentar, dan case sensitive.

Penulisan Statements

Statement adalah perintah atau fungsi untuk melakukan suatu instruksi. Contohnya: printf(“Hello Dicoding!”); 

Maksud dari kode program tersebut adalah mencetak hasil program berupa teks “Hello Dicoding!” ke console.

Penulisan Blok Kode

Blok kode merupakan kumpulan dari statements dan ekpresi. Blok kode pada C dibungkus dengan tanda { }, contohnya seperti ini:

Kamu nantinya akan terbiasa menggunakan statements seperti if, for, while, while do, function, dll.

Penulisan Komentar Pada Kode Program C

Komentar sangat diperlukan juga oleh sebagian programmer. Mengapa? Sebab komentar akan digunakan sebagai keterangan pada sebuah kode program.

Kamu bisa coba praktikkan dan jalankan kode di atas. Apakah komentar akan berpengaruh pada fungsi kode program? Tentu tidak akan mempengaruhi fungsi pada program. 

Case Bersifat Sensitive

Bahasa C akan memperhatikan huruf besar dan huruf kecil dalam penulisan kode. Inilah yang disebut dengan Case Sensitive.

Contoh:

Kedua variabel“nama” dan “Nama” akan berbeda karena menggunakan huruf kecil dan pakai huruf besar.

Sebenarnya masih banyak yang akan kita bahas, namun untuk kali kita cukupkan terlebih dahulu ya. Supaya kamu bisa belajar di rumah, saya akan kasih PR. Coba tuliskan kode program dan ubah sesuai dengan nama dan alamatmu ya!

Mau pemahaman tentang fudamental pemrograman makin kuat? Sebagai langkah awal kamu, silakan ikuti kelas Memulai Pemrograman Dengan C GRATIS!

Baca juga artikel Langkah Awal Untuk Memulai Belajar Pemrograman Web bagi kamu yang ingin berselancar ke dunia pemrograman web.

“Mahir C, mahir juga bahasa pemrograman lainnya” (Rendi Juliarto)

Bagikan pegalaman teman-teman seputar ngoding melalui kolom komentar. Kami tunggu ya!

Belajar Bahasa Pemrograman C Untuk Pemula – karya Rendi Juliarto, Intern Junior Content Writer di Dicoding

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding