Belajar Teknologi, Malvin Tembus Bekerja di Grup Perusahaan Multinasional Ternama

Cerita Malvin Leonardo Hartanto, Lulusan Program Asah 2025

Pernahkah kamu membayangkan bahwa belajar teknologi bisa membawamu bekerja di perusahaan multinasional? Malvin Leonardo Hartanto (22), talenta digital asal Surabaya, membuktikan bahwa kemampuan digital ternyata dapat membuka peluang kerja yang luas, hingga masuk ke perusahaan ternama.

Sebelum mengikuti program Asah, Malvin ingin memperluas kompetensinya di bidang teknologi melalui alur React and Back-End with AI, bidang yang belum pernah ia eksplorasi secara mendalam. Melalui program Asah, ia belajar dengan ritme yang lebih terstruktur, mengasah kedisiplinan, dan mendapatkan pengalaman kolaborasi lintas bidang melalui proyek akhir yang melibatkan machine learning.

Proses itu membantunya membangun bekal teknologi dan soft skills yang relevan ketika memasuki dunia profesional. Kini, Malvin bekerja sebagai IT intern dalam departemen People and Culture di PT HM Sampoerna Tbk. dengan tugas menganalisis data karyawan menggunakan AI dan machine learning

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Malvin - Alumni Program Asah led by Dicoding 2025

Baru Memahami Cara Kerja Teknologi di Usia Remaja

Berasal dari Surabaya, Malvin merupakan anak tunggal. Ketertarikannya pada teknologi muncul ketika ia duduk di kelas tiga SMA, saat rasa ingin tahunya terhadap sistem digital membuatnya mulai mempelajari proses di balik pengembangan teknologi. Padahal, saat itu, Malvin tidak pernah berencana untuk belajar teknologi.

Malvin yang masih remaja di kala itu menyukai musik dan game. Namun, siapa sangka, dari kegemarannya bermain game itulah Malvin menyadari bahwa teknologi tidak berdiri pada satu bidang saja, seperti game yang dia sukai. Di dalamnya ada pemrograman, perancangan sistem, manajemen proyek, dan berbagai aspek lain yang saling terhubung.

Dari beberapa bidang teknologi yang baru dia ketahui itulah akhirnya Malvin memilih untuk mendalami pemrograman. Ia ingin memahami teknologi secara lebih dalam dan melihat bagaimana teknologi dapat menjadi bagian penting dari perkembangan masa depan.

“Saya memilih belajar teknologi karena saya punya pandangan bahwa teknologi adalah fondasi penting bagi masa depan dan akan sangat bermanfaat.”

Ketika akhirnya dia memutuskan berkuliah di jurusan Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, ketertarikannya pun berkembang lebih luas. Malvin mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai bidang seperti AI, web development, dan software engineering. Pengalaman itu membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan karier di bidang teknologi.

Malvin - Alumni Program Asah led by Dicoding 2025

Memperluas Kompetensi Lewat Program Asah dari Dicoding

Malvin mengetahui program Asah dari Instagram Dicoding. Ia tertarik mengikuti program ini karena melihat adanya alur pembelajaran React and Back-End with AI, bidang yang belum pernah ia eksplorasi sebelumnya, terutama dari sisi front-end development.

Bagi Malvin, program Asah menjadi kesempatan untuk memperluas skills di luar bidang yang sudah ia pelajari. Ia ingin memahami bagaimana pengembangan aplikasi berbasis web dapat dikombinasikan dengan teknologi AI.

Karena itu, ia memilih alur react and back-end with AI. Melalui program Asah ini, Malvin dapat mempelajari bidang baru secara lebih terstruktur sekaligus menambah kemampuan yang dapat ia terapkan ke depan.

“Program Asah ini membantu saya memahami bagaimana pengembangan aplikasi berbasis web dapat dikombinasikan dengan teknologi AI,” ujar Malvin.

Ia menggambarkan pengalaman belajar di program Asah sebagai proses yang menarik dan positif. Selain itu, ia juga menyukai sistem pembelajaran yang memberi kesempatan untuk belajar secara mandiri. Materi dan ujian di setiap kelas Dicoding dapat dikerjakan secara fleksibel, sehingga ia bisa menyesuaikan waktu belajar dengan aktivitas lain.

Di sisi lain, program ini tetap memiliki jadwal dan timeline yang terstruktur. Kombinasi antara fleksibilitas dan struktur tersebut membantu Malvin belajar mandiri sekaligus melatih kedisiplinan dalam mengatur waktu.

Malvin - Alumni Program Asah led by Dicoding 2025

Belajar Mandiri dengan Target Terstruktur

Salah satu tantangan yang Malvin hadapi selama mengikuti program Asah adalah membagi waktu. Saat itu, ia masih memiliki beberapa kelas perkuliahan yang terkadang beririsan dengan kegiatan program Asah.

Selain itu, karena baru pertama kali mempelajari front-end development, Malvin membutuhkan waktu lebih lama untuk memahami materi dan menyelesaikan beberapa kelas. Ia perlu mengatur prioritas agar kewajiban perkuliahan dan target pembelajaran di program Asah tetap dapat diselesaikan.

“Salah satu tantangan yang saya hadapi selama mengikuti program Asah adalah membagi waktu. Namun, ujian di setiap kelasnya fleksibel dan bisa saya kerjakan sesuai jadwal luang,” ucap Malvin.

Untuk mengikuti materi dan praktik dalam program Asah yang padat, Malvin membuat target penyelesaian secara bertahap. Ia juga meluangkan waktu tambahan untuk mempelajari materi yang belum dipahami. Dengan cara itu, ia tetap dapat mengikuti proses pembelajaran meskipun harus membagi waktu dengan kegiatan lain.

Bagian terbaik dari tech skills dalam program Asah adalah adanya hands-on walkthrough, ujian pada setiap kelas, serta sesi mentoring. Menurut Malvin, metode ini membuat proses belajar menjadi lebih aplikatif karena ia tidak hanya membaca dan memahami teori, tetapi juga langsung mempraktikkannya melalui coding.

Setelah menyelesaikan program Asah, Malvin memperoleh beberapa hal berharga. Dari sisi teknis, ia menjadi lebih memahami bagaimana front-end development bekerja, khususnya menggunakan React. Dari sisi nonteknis, ia juga mendapatkan materi soft skills dari pemateri berpengalaman yang membantunya memahami penerapan keterampilan di dunia profesional.

Malvin - Alumni Program Asah led by Dicoding 2025

Menerapkan AI di Dunia Profesional

Pengalaman belajar dalam program Asah berpengaruh terhadap proses Malvin mendapatkan pekerjaan saat ini sebagai IT Intern dalam departemen People & Culture di PT HM Sampoerna Tbk., yang berada di bawah naungan multinational company, Philip Morris International. 

Posisi pekerjaannya saat ini yang lekat dengan sumber daya manusia ternyata justru tetap membutuhkan kemampuan di bidang teknologi, sehingga pengalaman dan keterampilan yang ia peroleh selama mengikuti Asah menjadi salah satu hal yang dapat ia tunjukkan kepada perusahaan. Terlebih sebagai mahasiswa teknik informatika, Malvin memang ditugaskan sebagai intern yang mengurus perihal teknologi yang digunakan di divisinya.

Malvin juga mencantumkan pengalaman mengikuti Asah di CV sebagai bagian dari pengembangan kompetensinya. Selain itu, proyek akhir yang ia kerjakan dalam program Asah melibatkan kolaborasi dengan bidang machine learning. Pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena tidak hanya memberi pengalaman teknis, tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama dengan orang dari bidang berbeda.

“Pengalaman membuat proyek di program Asah saya cantumkan dalam CV karena jadi nilai tambah bagi saya, bukti saya punya pengalaman teknis dan punya kemampuan bekerja dalam tim,” pungkas Malvin.

Kini, sebagai IT Intern dalam People & Culture Department di PT HM Sampoerna Tbk., Malvin bertugas menganalisis data karyawan menggunakan AI dan machine learning melalui dashboard. Analisis tersebut digunakan untuk mengidentifikasi apresiasi, masukan, dan keluhan terkait layanan perusahaan, seperti klaim biaya kesehatan, klaim biaya relokasi, dan layanan lainnya. Hasil analisisnya kemudian dipresentasikan kepada para manajer sebagai dasar untuk melihat hal yang sudah baik dan hal yang masih perlu ditingkatkan dalam layanan perusahaan. Tujuannya adalah menjaga kesejahteraan karyawan PT HM Sampoerna Tbk.

Tak hanya itu, Malvin juga turut berkontribusi dalam merancang dan mengimplementasikan solusi digital serta automation sebagai tindak lanjut dari permasalahan yang ditemukan pada hasil analisis kesejahteraan karyawan di PT HM Sampoerna Tbk.

Malvin - Alumni Program Asah led by Dicoding 2025

“Coding saja tidak cukup. Namun, kemampuan coding yang disertai critical thinking skills, problem solving, dan kemampuan mengintegrasikan berbagai teknologi akan membuatmu lebih unggul di dunia kerja,” tutup Malvin.

Perjalanan Malvin menunjukkan bahwa belajar teknologi bukan hanya membuka jalanmu untuk bekerja di industri teknologi, tetapi juga bisa membuka jalanmu untuk bekerja di berbagai industri nonteknologi. Bahkan, pengetahuan tersebut bisa membawamu bekerja sebagai staf tech di bidang sumber daya manusia, karena teknologi serbaguna pasti dibutuhkan di berbagai bidang untuk memudahkan manusia.

Kamu ingin mengikuti jejak Malvin yang berhasil bekerja di multinasional company sebagai tech talent? Ikuti program Asah seperti Malvin! Belajar dengan kurikulum berbasis praktik dan berstandar industri.

Cek materi belajarnya di dicoding.com/asah


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.