7 Contoh Penerapan Design Thinking

7 Contoh Penerapan Design Thinking

Ketika membuat sebuah produk, kamu tentu sudah mengetahui alasan dan tujuan ia diciptakan. Ia bisa jadi merupakan sebuah solusi dari masalah tertentu. Ternyata, penemuan alasan dari pembuatan sebuah produk adalah salah satu tahapan design thinking.

Secara singkat, design thinking adalah sebuah strategi dalam pemecahan masalah dengan cara yang kreatif. Nah, banyak perusahaan besar di dunia, termasuk di Indonesia, menggunakannya sebagai strategi untuk menghasilkan produk.

Apakah kamu penasaran dengan contoh penerapannya? Mari kita simak artikel berikut yang menjelaskan implementasi design thinking dalam berbagai perusahaan.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

 

Pengertian Design Thinking

Agar mengetahui pengertiannya lebih rinci, kamu perlu membaca definisi dari beberapa ahli sebagai berikut.

  • Menurut Martin (2009), design thinking adalah sebuah paradigma bisnis yang dianggap dapat membantu untuk mencapai tujuan jangka panjang. Alasannya, ia mengizinkan seseorang untuk berpikir di luar batas pengetahuannya.
  • Teun den Dekker (2020) beranggapan bahwa design thinking merupakan sebuah cara berpikir yang berbeda dengan lainnya. Ia dapat digunakan untuk melihat kemungkinan dari sesuatu yang tidak mungkin, menghubungkan beberapa hal meski tak pernah terpikirkan, dan bekerja secara lintas bidang dalam tantangannya untuk memecahkan masalah.
  • Karen, dkk. (2022) dengan mencantumkan pendapat dari Carroll, dkk. serta Rauth, dkk. bahwa design thinking merupakan sebuah proses untuk berempati dengan pengguna, menentukan masalah, serta menggagas solusi dan mengujinya berdasarkan kebutuhan pengguna.

Nah, dari beberapa definisi di atas, kita mendapat simpulan bahwa design thinking adalah sebuah cara memecahkan masalah lewat beberapa proses yang dapat menciptakan hal baru dengan kreatif dan solutif berdasarkan kebutuhan pengguna.

 

Alasan Design Thinking Patut Diterapkan

Design thinking tidak akan lahir tanpa adanya tujuan yang jelas. Ia diterapkan sebagai strategi dalam penciptaan sebuah produk dengan kebutuhan pengguna sebagai dasarnya.

Inilah yang membuat proses di dalamnya juga melibatkan pemikiran mengenai masalah-masalah dalam kehidupan. Masalah tersebut harus hadir dari empati terhadap (calon) pengguna produk dan didefinisikan secara jelas. Selanjutnya, solusi untuk masalah tersebut pun digagas untuk akhirnya diuji coba oleh pengguna. 

Design thinking dianggap tidak hanya sebagai sebuah cara efektif untuk memecahkan masalah dan menghasilkan produk baru. Lebih dari itu, strategi ini dapat mendorong pelakunya (dalam hal ini perancang atau inovator) untuk belajar dan berkembang menjadi lebih baik.

Proses inovasi yang berhasil memiliki tiga indikator: solusi yang unggul, keterlibatan karyawan, serta minim biaya. Design thinking diduga efektif untuk diterapkan dalam proses inovasi karena mencakup tiga indikator tersebut.

Fokusnya pada kebutuhan pengguna dan eksplorasi yang mendorong sebanyak mungkin orang untuk mengungkapkan idenya adalah karakter dari design thinking. Itu merupakan tanda-tanda bahwa strategi ini pantas diaplikasikan dalam pemecahan masalah.

 

Perusahaan yang Menerapkan Design Thinking

Setelah memahami definisi dan alasan dari penerapannya, kini saatnya kamu mengenal berbagai perusahaan yang mengaplikasikannya. Berikut penjelasannya.

 

Google

Logo Google

Dalam membuat sebuah produk, Google selalu menerapkan tiga prinsip di dalam prosesnya: empati, brainstorming, dan eksperimen. Google mencontohkan produk Loon sebagai langkah inisiatif atas empati terhadap daerah-daerah yang tidak terpapar koneksi internet. 

Loon adalah sebuah proyek untuk memperluas koneksi internet pada daerah-daerah yang sulit mendapatkannya, baik karena geografis ataupun biaya. Bentuknya serupa dengan balon udara, maka ia pun juga dikenal sebagai balon internet Google.

Contoh Proyek dengan Penerapan Design Thinking

Cara kerja Loon mirip seperti satelit. Ia memanfaatkan tenaga surya dan terbuat dari lembaran polietilen. Lalu, agar bisa digunakan, Loon diterbangkan ke lapisan stratosfer. Jadi, meskipun masih di bawah orbit satelit, ia tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan.

Loon berhasil mengembangkan solusi yang terbatas, yakni dari mulanya memasang lebih banyak kabel fiber untuk koneksi internet menjadi membuatnya terbang di angkasa. Prototipenya diuji coba sekitar tahun 2013 sampai 2020.

 

Tokopedia

Logo Tokopedia

Poin-poin dalam design thinking juga diterapkan oleh Tokopedia. Misalnya, pembuatan “fitur promo” berangkat dari harapan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan di rumah yang terjangkau dan juga efisien.

Itu merupakan salah satu contoh dari bentuk empati. Selain itu, Tokopedia juga menerapkan tahapan-tahapan design thinking lainnya ketika membuat sebuah produk.

 

Apple

Logo Apple

Steve Jobs sebagai salah satu pemeran penting dari Apple mengaplikasikan design thinking pada penciptaan produknya, yang otentik sampai sekarang. Misalnya, iMac dibuat dengan kualitas suara serta layar yang sangat jernih.

Tidak hanya mengedepankan desain yang estetik, Apple juga mengutamakan kenyamanan dalam pengalaman pengguna ketika memakai produknya. Jika kamu sadar, hal itulah yang membuat produk-produk Apple selalu dinanti-nantikan. Belum lagi loyalitas penggunanya yang tidak main-main.

 

Traveloka

Logo Traveloka

Prinsip-prinsip yang selalu menjadi dasar dalam proses perancangan desain antarmuka di Traveloka nyatanya pun sejalan dengan design thinking. Prinsip tersebut antara lain: data informed, empathy, deliver, dan iterate

Pembuatan desain selalu berdasarkan data yang dikumpulkan dari pengguna. Lalu, disusun berdasarkan empati terhadap permasalahan yang dialami pengguna. Selanjutnya, desain disajikan untuk diuji dan proses perancangan akan diulang hingga menemukan yang tepat.

Misalnya, dalam tampilan story (kisah) di balik destinasi-destinasi terkenal atau foto-foto dari destinasi yang kurang populer, diharapkan pengguna bisa lebih betah dibandingkan tampilan sebelumnya yang hanya mengedepankan promosi. 

 

Adobe

Logo Adobe

Sebagai perusahaan yang memang bergerak dalam bidang desain, rasanya memang mafhum jika Adobe menerapkan design thinking dalam menciptakan inovasi. Salah satunya adalah Adobe XD, lahir dari keresahan karena dua produk paling andalan mereka: Illustrator dan Photoshop, tidak mumpuni untuk membuat desain antarmuka.

Dalam proses penciptaan Adobe XD, tahapan-tahapan design thinking diterapkan, mulai dari fase berempati (dengan wawancara, observasi, dan menggali pengalaman), mendefinisikan masalah dan tantangan, memaparkan gagasan, menciptakan prototipe, dan mengujinya.

 

IBM

Logo IBM

 

Tidak seperti Adobe, IBM bukanlah perusahaan yang khusus bergerak dalam bidang desain. Namun, IBM berperan dalam memopulerkan strategi design thinking. IBM bahkan membuat guidelines tersendiri khusus untuk itu.

IBM sadar bahwa untuk tetap menjadi raksasa di bidang teknologi, intuisi terhadap kebutuhan pengguna harus sangat kuat agar produk nantinya bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Gojek

Logo Gojek. perusahaan yang menerapkan design thinking

Jika perusahaan-perusahaan sebelumnya hanya dicontohkan dengan salah satu produk atau fitur, Gojek sebagai sebuah perusahaan berdiri dengan didasari design thinking. Perusahaan ini lahir dari keresahan Nadiem Makarim saat mengarungi kemacetan di Jakarta dan mendengarkan kisah tukang ojek pangkalan yang penghasilannya tak pasti. 

Bentuk empatinya tersebut lalu didefinisikan dengan aplikasi yang diharapkan bisa mengakomodasi kedua kebutuhan tersebut, yakni kendaraan untuk menghadapi kemacetan dan kejelasan penghasilan bagi tukang ojek.

Berawal dari customer service yang hanya memiliki 20 driver pada tahun 2010, lima tahun setelahnya berkembang menjadi sebuah aplikasi Gojek dengan jumlah 800 pendaftar mitra. Bahkan, kini Gojek pun tidak hanya menghadirkan layanan ojek daring, tetapi ia juga meluncurkan beberapa layanan berdasarkan kebutuhan pengguna, seperti pesan-antar makanan, jual-beli tiket secara online, dan lain-lain.

 

Nah, itulah beberapa contoh penerapan design thinking dalam berbagai perusahaan. Efektivitasnya sudah teruji dan menghasilkan berbagai produk yang bahkan dekat dengan kita serta dipakai dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kamu tertarik untuk menerapkannya? Atau malah kamu sudah pernah mengaplikasikannya? Yuk, sharing di kolom komentar.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.