6 Tools UI UX Design yang Sering Dipakai Designer

6 Tools UI/UX Design yang Sering Dipakai Designer

UI/UX memiliki peranan yang sangat penting dalam pembuatan sebuah aplikasi. UI berfokus pada antarmuka pengguna dan berhubungan dengan sisi estetika suatu desain, sedangkan UX berfokus pada pengalaman pengguna. Salah satu hal yang memengaruhi pengalaman pengguna adalah usability sehingga pastikan kamu sudah memahami faktor yang mempengaruhi usability.

Tools UI/UX Design

Terdapat banyak sekali tools UI/UX design yang sering dipakai oleh seorang UI/UX designer dalam membuat sebuah desain aplikasi. Dalam UI/UX, tools terbagi menjadi 2 yaitu tools UI desain, dan tools UX desain. Tools UI desain digunakan oleh designer untuk membuat rancangan wireframe, high-fidelity, hingga prototype. Namun, tools UX desain dibutuhkan oleh designer untuk membantu menyusun arsitektur informasi (IA), sitemap, user flow, dll.

Penasaran dengan beberapa tools yang sering dipakai oleh UI/UX designer? Berikut rangkumannya.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

1. Figma

Tools UI/UX Figma

Mungkin kalian tidak asing dengan yang namanya Figma. Ya, Figma adalah salah satu tools desain yang populer. Figma sangat cocok digunakan oleh seorang UI/UX designer dalam melakukan pekerjaan mereka.

Figma merupakan platform yang berbasis cloud, jadi kamu bisa menyimpan file hasil desainmu secara online, tanpa perlu menyimpannya di PC/Laptop kamu secara manual seperti aplikasi lain pada umumnya. Figma dapat berjalan pada web browser, seperti Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, dll, sehingga Figma dapat digunakan di semua sistem operasi, baik Windows, MacOS, dan Linux.

Salah satu kelebihan dari Figma adalah dapat digunakan untuk berkolaborasi secara realtime. Hal ini memungkinkan kita untuk melakukan perubahan pada file secara bersamaan sehingga efektif untuk developer, designer, dan stakeholder lainnya dalam berkolaborasi secara langsung. Banyak fitur menarik yang ada di dalam Figma, seperti auto layout yang memudahkan kita untuk mengatur antar komponen, fitur prototyping yang dapat digunakan untuk menguji rancangan alur dan desain yang telah kita buat, dan masih banyak fitur lain yang bisa kamu coba secara langsung di Figma.

2. Sketch

Tools UI/UX Sketch

Tidak kalah populer dengan Figma, Sketch juga salah satu tools UI design yang digunakan oleh banyak UI/UX designer. Sketch dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan mulai dari membuat tampilan high-fidelity, membuat icon, user flow, ilustrasi, hingga prototyping. Di dalam sketch juga terdapat banyak plugin yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan.

Beberapa fitur yang dapat kamu coba di Sketch antara lain fitur create grid yang dapat digunakan untuk menentukan banyaknya baris dan kolom yang digunakan pada suatu objek. Selain itu, ada juga fitur smart guides untuk melihat jarak antar objek. Selain itu ada satu fitur menarik yang ditawarkan Sketch, yaitu symbols. Fitur ini dapat digunakan untuk membuat aset dan elemen UI yang bisa digunakan kembali atau reusable. Fitur symbols ini sangat membantu desainer dalam membuat desain yang rapi dan konsisten.

3. Adobe XD

Tools UI/UX Adobe XD

Adobe XD adalah tools UI design yang dibuat oleh perusahaan Adobe. Adobe XD dirancang khusus oleh Adobe untuk membuat desain UI atau antarmuka aplikasi baik mobile maupun website. Adobe XD digunakan oleh hampir semua kalangan UI/UX designer mulai dari pemula hingga profesional karena memiliki banyak fitur menarik serta kemudahan dalam penggunaannya.

Banyak sekali fitur yang terdapat dalam Adobe XD, seperti fitur repeat grid yang dapat digunakan untuk membuat duplikasi dan pengulangan suatu objek, fitur Content-Aware layout yang memudahkan dalam menyesuaikan layout dan spasi pada suatu objek. Selain itu, ada juga fitur bernama component yang biasa digunakan untuk membuat aset, seperti tombol, form, dll. Dengan fitur ini, semua aset yang telah dibuat dapat digunakan kembali sehingga konsistensi desain akan terjaga. Fitur menarik lain yang dapat ditemukan di Adobe XD adalah fitur responsive size. Fitur ini memudahkan seorang UI/UX designer dalam memodifikasi komponen untuk ukuran layar yang berbeda. Tidak hanya itu, masih banyak fitur yang bisa dicoba di Adobe XD, seperti voice trigger dan auto animate.

4. Whimsical

Tools UI/UX Whimsical

Whimsical adalah sebuah tools yang mengombinasikan whiteboard atau papan tulis dan dokumen dalam sebuah kolaborasi. Whimsical dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti membuat wireframe atau low-fidelity, berbagai macam flowchart seperti ERD dan DFD, bahkan Whimsical dapat digunakan untuk membuat sebuah mind map.

Salah satu fitur yang mudah digunakan oleh seorang UI/UX designer adalah membuat wireframe karena telah disediakan banyak komponen yang mendukung untuk pembuatan sebuah wireframe. Sama seperti Figma, Whimsical juga memungkinkan pengguna untuk berkolaborasi secara realtime di semua fitur yang ditawarkan.

5. Miro

Tools UI/UX Miro

Miro adalah salah satu tools alternatif pengganti Whimsical. Miro memiliki fitur yang hampir sama dengan Whimsical. Miro adalah virtual whiteboard yang memudahkan penggunanya untuk dapat berkolaborasi dalam suatu proyek secara realtime.

Kita dapat menggunakan Miro untuk berbagai kebutuhan, seperti membuat customer journey, user story map, bahkan untuk membuat wireframe. Selain itu, kita juga bisa meng-export whiteboard yang sudah dibuat dalam format pdf maupun gambar. Miro juga terintegrasi dengan Sketch, Adobe XD, Figma, Notion, dll sehingga tools ini dapat memudahkan seorang UI/UX designer dalam menyelesaikan pekerjaannya.

6. Maze

Tools UI/UX Maze

Sebagai UI/UX Designer, kita tidak selalu berhadapan dengan tools desain, seperti Figma, Sketch, dan Adobe XD. Sebagai UI/UX designer, kita juga harus melakukan pengujian terhadap desain aplikasi yang telah dibuat. Salah satu metode pengujian yang bisa dilakukan adalah usability testing.

Terdapat banyak tools yang bisa kamu gunakan untuk melakukan usability testing ini, salah satunya adalah Maze. Dengan Maze, kamu dapat melakukan usability testing dari jarak jauh atau secara remote. Maze memungkinkan UI/UX designer untuk melakukan pengujian dengan atau tanpa prototype.Selain Maze, masih banyak tools ui/ux design yang digunakan oleh desainer dalam mempermudah pekerjaaannya. 

Bagaimana Cara Memilih Tools yang Tepat?

Sejatinya tidak ada sebuah tools UI/UX yang dapat memenuhi kebutuhan semua desainer sehingga penting bagi desainer untuk memikirkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Berikut beberapa pertanyaan yang dapat kamu jadikan acuan dalam memilih tools UI/UX sesuai kebutuhan.

  1. Seberapa berguna tools ini?
  2. Seberapa cepat saya bisa mulai menggunakan tools ini dengan baik dan lancar?
  3. Apakah tools ini memungkinkan kolaborasi dengan anggota tim lain?
  4. Sistem operasi apa saja yang dapat menggunakan tools ini?
  5. Seberapa baik integrasi tools ini dengan tools UI/UX lainnya?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, diharapkan kamu dapat membuat catatan tentang perbandingan tools yang telah kamu jelajahi mulai dari kualitas, aksesibilitas hingga harga. Sehingga nantinya kamu dapat menemukan tools yang sesuai dengan kebutuhanmu.

Setelah membaca artikel di atas, mana tools yang menurut kamu fleksibel, memenuhi kebutuhan, dan sering kamu gunakan? Bagikan pendapatmu dalam kolom komentar di bawah.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Dibuka: Pendaftaran Bangkit 2023

Program kesiapan karier eksklusif dari Google ini menawarkan pelatihan intensif di bidang teknologi, softskills, dan bahasa Inggris.

Gratis. Daftar sekarang!