10 Teknologi yang Menjadi Pusat Perhatian Dunia

10 Teknologi yang Menjadi Pusat Perhatian Dunia

Agenda dunia saat ini adalah bagaimana pekerjaan manusia sehari-hari dapat dipermudah dengan adanya suatu teknologi. Setiap tahun beberapa teknologi selalu tercipta dan berkembang. Setiap negara melakukan kompetisi dan perebutan hak cipta teknologi untuk menguasai pasar bidang teknologi tersebut.

Perusahaan riset teknologi menjadi peran penting di bidang ini sehingga investasi besar sangat dibutuhkan untuk melakukan pengembangan. Riset ini secara tidak sadar juga dilakukan oleh Indonesia untuk melakukan risetnya sendiri.

Ada 10 teknologi yang perlu kamu ketahui berikut ini dan ikutilah agenda besar dunia dalam mengalihkan zaman ke era modernitas.

1. Big Data

Big Data

Sumber : Pikisuperstar dari Freepik

Big data adalah salah satu cabang teknologi terkait pengumpulan data yang memiliki kapasitas besar, rumit, dan tidak berstruktur. Teknologi ini dianggap sebagai aset dunia paling berharga dengan kontribusinya dalam mengembangkan zaman modernisasi.

Big data memiliki sifat cepat tumbuh dengan jenis data yang bervariasi, menjadikan tantangan baru bagi para peneliti untuk mengendalikan data-data ini. Big data sangat sukar ditangani apabila hanya mengandalkan aplikasi pengolah data tradisional.

Melalui kehidupan nyata, big data dapat diterapkan di berbagai aspek seperti bisnis, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, kepolisian, dan sebagainya. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk mengendalikan permasalahan suatu organisasi baik internal atau eksternal. Organisasi tersebut dapat menghemat waktu, menghemat biaya, dan menetapkan keputusan secara tepat.

Untuk mengenal lebih dalam tentang big data, terdapat 5V karakteristik yang bisa kamu ketahui berikut ini :

  1. Volume, big data memiliki kuantitas data yang sangat besar dengan kapasitas penyimpanan besar. Sehingga dibutuhkan alat berupa komputer khusus untuk menyimpan semua data tersebut.
  2. Velocity, untuk mengelola data yang sangat besar harus memiliki kecepatan dalam mengakses data tersebut secara real time. Biasanya menggunakan ribuan core processor pada komputer penyimpanan.
  3. Variety, big data memiliki beragam format data yang terstruktur maupun tidak terstruktur. Hal tersebut juga tergantung pada banyaknya sumber data yang digunakan.
  4. Veracity, sekumpulan data tentunya memiliki data yang dapat dipercaya atau tidak tergantung sumber data. Menjadi sangat penting untuk menentukan validitas sebuah data agar bisa dipertahankan.
  5. Value, Nilai yang ada pada data dapat menentukan keputusan yang diambil. Nilai ini muncul setelah proses data terselesaikan.

Adapun alat yang bisa digunakan untuk menganalisa data pada big data. Seperti Gephi, Python, NiFi, Tableau, dan Netlytic.

2. 5G Technology

5 Generation Signal

Sumber : designed by Freepik

5G atau Generasi kelima merupakan istilah yang digunakan untuk cabang teknologi telekomunikasi seluler. Teknologi ini diciptakan sebagai fase standar selanjutnya dari 4G. Meski masih dalam proses perencanaan dan pembentukan, salah satu perusahaan di bidang smartphone yaitu Huawei telah mengumumkan bahwa akan dipasarkannya produk dengan teknologi 5G.

Perlu kamu ketahui bahwa teknologi ini merupakan gelombang radio dengan frekuensi berbeda-beda sesuai generasinya. Kegunaannya adalah untuk dapat berkomunikasi secara jarak jauh dengan mentransfer berbagai data.

5G masih sulit untuk dipahami karena teknologi ini masih belum rilis sehingga sensasi penggunaan belum dapat diceritakan lebih dalam. Mungkin hanya informasi resmi melalui peneliti untuk mengenali konsep teknologi ini.

Sesuai konsep yang direncanakan oleh berbagai pengembang dunia, 5G memiliki keunggulan berupa :

  1. Kecepatan data lebih signifikan dari generasi sebelumnya 4G
  2. Transfer data antar telepon berkecepatan 1 mili detik
  3. Dapat diaplikasikan pada telepon, mobil dan peralatan rumah tangga lainnya.

Banyak yang memprediksi bahwa kecepatan transfer yang diberikan oleh 5G bisa mencapai 800 Giga bytes per second. Kecepatan ini 100 kali lebih cepat dari generasi sebelumnya. Kamu bisa mengunduh film dengan kualitas teratas hanya dalam hitungan detik.

Adapun rencana perilisan teknologi ini di tahun 2020 pada saat ajang besar Tokyo Olympics. Namun secara tanggal yang lebih spesifik masih dirahasiakan oleh pengembang 5G.

3. Cognitive Cloud Computing

Cognitive Computing Cloud

Sumber : macrovector dari Freepik

Sejak tahun 2000, 50% perusahaan yang berada di Fortune 500 mengalami bangkrut, terakuisisi, dan hilang begitu saja. Perusahaan baru bermunculan secara cepat di tempat mereka dan ini menjadi gangguan bagi banyak perusahaan tradisional.

Cognitive Cloud Computing muncul untuk memfasilitasi kelincahan dan fleksibilitas sebuah perusahaan baru yang disebut startup. Startup akan mencuri pangsa pasar raksasa bisnis yang menerapkan sistem kuno. Model bisnis berbasis aplikasi yang membuat startup dapat memaksimalkan data mereka.

Menurut analisa terbaru, terdapat jumlah data sebesar 4,4 zettabytes atau 10 pangkat 21 byte yang terkumpul di dunia. Dari jumlah data tersebut, sebesar 80% data tak terstruktur menganggur. Padahal data gelap seperti video, teks, postingan media sosial, klip audio, dan lainnya memiliki prospek bagi suatu bisnis. Informasi tersebut menjadi wawasan besar tentang perilaku konsumen di seluruh dunia.

Data mining adalah solusi untuk memanfaatkan data tak terstruktur tersebut. Seperti halnya IBM Watson, perangkat raksasa dengan kecepatan yang mencengangkan tersebut dapat membaca 800 juta halaman per detik. Tidak hanya kemampuan membaca, IBM Watson dapat menganalisa data tersebut untuk mengambil keputusan tepat. Dibuktikan melalui acara Jeopardy, IBM Watson dapat menjawab pertanyaan berupa kuis secara cepat dan tepat, hingga mengalahkan pesaingnya 2 manusia yang berlatar belakang orang cerdas.

4. DARQ

DARQ

DARQ

Mungkin sebagian dari kamu menganggap DARQ adalah game horror yang sedang trending. Memang benar, search engine pada google pun masih belum banyak yang membahas tentang teknologi ini karena masih dalam tahap pengembangan.

DARQ yang dimaksud disini memiliki artian Distributed Ledger – Artificial Intelligence – Extended Reality – Quantum Computing. Keempat komponen tersebut dikolaborasikan menjadi teknologi terbaru yang akan membawa era-digital ke era selanjutnya. Berikut penjelasan dari masing-masing komponennya:

A. Distributed Ledger

Distributed Ledger merupakan metode transaksional yang memugkinkan konsumen dan pelaku bisnis untuk mentransfer uang dengan cara yang menurut saat ini tidak mungkin. Contoh sederhananya seperti cryptocurrency dan blockchain, validasi data menjadi sangat penting. Hal tersebut membuat orang mudah bertransaksi tanpa khawatir adanya peretasan dari pihak tidak bertanggung jawab.

B. Artificial Intelligence

Teknologi ini sudah tidak asing terdengar karena masih menjadi topik hangat di berbagai media. AI yang saat ini telah kita rasakan sebenarnya masih berada di tahap awal karena mesin sedang tahap belajar. Teknologi AI setiap harinya mengalami peningkatan akurasi hingga 95% saat ini. Beberapa tahun mendatang, mesin AI akan menjadi sangat pintar sehingga tidak lagi diragukan kemampuan teknologi yang satu ini.

C. Extended Reality

Teknologi ini dapat kamu temukan dalam game yang berbasis VR (Virtual Reality) dan AR (Augmented Reality) serta MR (Mixed Reality). Saat ini Extended Reality masih belum berada pada kekuatan yang sesungguhnya, karena koneksi internet dan perangkat di pasaran yang masih belum mendukung untuk semua orang. Dunia maya yang saat ini kamu rasakan melalui layar, akan berubah menjadi dunia fiksi. Sebuah produk/aplikasi dapat kamu lihat dari berbagai sisi dan mengujinya sebelum diluncurkan ke dalam dunia nyata.

D. Quantum Computing

Quantum Computing sering disebut sebagai komputasi mikro yang sangat kuat dan dinamis sehingga dapat menyelesaikan masalah yang saat ini tidak mungkin diselesaikan. Teknologi ini pertama dibangun pada tahun 1994 dan berkembang hingga saat ini. Masalah utama teknologi ini adalah biaya pembuatan yang sangat mahal. Sehingga penelitian yang berlangsung hingga kini adalah membuat komputer kapasitas tinggi berbiaya murah untuk masyarakat luas.

5. 3D Printing

3D Printing

Sumber : upklyak dari Freepik

3D printing bukanlah teknologi baru seperti yang kamu anggap sekarang. Teknologi ini telah ada sejak tahun 1984, Chuck Hull yang mengenalkan pertama kali dengan hasil yang sederhana.

Percetakan 3D saat ini sudah mulai dikenali oleh banyak orang dengan pasar yang bertumbuh dengan baik. Percetakan ini adalah proses dimana beberapa materi dikombinasikan oleh komputer untuk menghasilkan produk 3 dimensi. Tujuan teknologi ini adalah membentuk produk berupa purwarupa yang berasal dari AMF (Additive Manual File).

Proses yang digunakan untuk pencetakan 3D dimulai dengan menambahkan lapis demi lapis secara berurutan. Saat ini, 3D printing sudah bisa dibuat dengan menggunakan bahan stainless steel dengan mencampurkan material besi, karbon dan nikel.

Pengembangan teknologi ini masih berada tahap penelitian untuk menjawab kebutuhan dan kegelisahan astronot atau peneliti luar angkasa. Entah berapa tahun lagi, teknologi ini memungkinkan bisnis makanan untuk membuat produknya seperti kue ulang tahun secara virtual melalui smartphone.

6. Internet of Things

Internet of things

Sumber : vectorpouch dari Freepik

Internet of Thing atau biasa disebut dengan IoT merupakan sistem komputasi yang saling berkaitan. Mesin mekanik dengan digital, objek (benda, hewan, tumbuhan, dan orang) yang dilengkapi dengan identifikasi unik, serta kemampuan transfer data secara otomatis tanpa perlu campur tangan manusia.

Dalam penerapannya, IoT dapat berupa transponder biochip pada hewan ternak, mobil memiliki sensor untuk mengetahui ban kekurangan udara. Serta objek lainnya yang bisa diberikan alamat IP (Internet Protocol) sehingga bisa melakukan transfer data melalui jaringan.

IoT memiliki ekosistem berupa perangkat pintar yang dihubungkan dengan web serta menggunakan sistem tertanam seperti prosesor, sensor, dan lainnya. Perangkat pintar tersebut berbagi data hasil sensor ke gateway IoT lalu data dikirim ke cloud untuk dianalisa. Perangkat tersebut tidak membutuhkan campur tangan manusia, kecuali untuk mengatur dan memberi instruksi akses data.

7. DevOps

DevOps

Sumber : upklyak dari Freepik

DevOps adalah singkatan dari Development and Operations, dimana pekerjaan antar tim di perusahaan berbasis IT dapat mengatur produknya menjadi lebih baik. Manajemen pekerjaan tersebut memungkinkan untuk melakukan proses build, test, dan release suatu software agar lebih cepat dan berkinerja baik.

Tujuan adanya DevOps adalah membuat produk (aplikasi/software/game) tetap melakukan update agar lebih nyaman digunakan pengguna. Nilai dari produk itu sendiri akan meningkat seiring sejauh mana perusahaan menerapkan DevOps.

Praktek ini akan meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antar divisi baik fisik maupun non-fisik. DevOps yang baik akan memberikan dampak positif tidak hanya pada divisi development, melainkan tim marketing, sales dan lainnya yang ada pada perusahaan. Melalui DevOps, memproduksi fitur-fitur baru yang lebih baik terhadap produk dapat mudah dilakukan.

8. Hyper Automation

Hyper Automation

Sumber : upklyak dari Freepik

Seperti yang disebutkan oleh Gartner,Inc (perusahaan berbasis riset dan penasehat teknologi) menyebutkan bahwa hyper-automation merupakan kombinasi antara teknologi AI dan Machine Learning. Tujuannya adalah untuk mengotomatiskan proses sebuah tools dengan prinsip discover, analyze, design, automate, measure, monitor, dan reassess.

Prinsip otomatisasi ini berbeda dengan otomatisasi biasa lainnya. Tugas-tugas dengan low-value dapat dilakukan secara optimal dengan inovasi teknologi yang masih berlanjut. Hyper-automation tidak membutuhkan alat untuk mengelola tugas, karena masih membutuhkan manusia untuk pengoperasiannya.

Sebagai contoh kasusnya, bayangkan bisnis online bekerja. Suatu perusahaan selalu mencari cara untuk mendapatkan sentimen pelanggan dengan informasi yang tersedia untuk tim marketing. Namun, manusia harus menggunakan wawasannya untuk mempertimbangkan jenis promosi atau intensif apa saja untuk dijadikan rencana bisnis selanjutnya. Sedangkan dengan teknologi ini semua dilakukan secara otomatis oleh sebuah program komputer.

Teknologi ini juga memungkinkan tim keuangan mendapatkan data terbaru dan terpusat secara instan tanpa melakukan survei data. Tim keuangan hanya bekerja untuk menentukan keputusan strategis dari data yang diperoleh secara otomatis. Sehingga dapat meningkatkan akurasi keputusan dengan mengidentifikasi resiko dan peluang sesegera mungkin.

9. Cyber Security

Cyber Security

Sumber : Pikisuperstar dari Freepik

Cyber security muncul untuk mengamankan dunia maya dari praktek ilegal seperti pencurian data, peretasan, dan lainnya. Perlindungan ini dapat digunakan di berbagai perangkat keras dan sistem jaringan terhubung.

Ancaman kejahatan di dunia maya selalu meningkat setiap tahunnya. Menurut laporan RiskBased Security mengungkap adanya 7,9 miliar catatan pelanggaran dalam waktu 9 bulan di tahun 2019. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Layanan medis dan retailers sering mengalami pelanggaran ini, menurutnya data keuangan dan medis menjadi hal yang berharga sebagai kejahatan.

Melalui lembaga pendidikan IT di Amerika, telah banyak menciptakan kerangka kerja cyber security. Hal tersebut bertujuan untuk memerangi kode berbahaya dan bantuan deteksi dini. Kerangka kerja tersebut mayoritas merekomendasikan pemantauan secara terus menerus atau real-time dari semua sumber daya elektronik.

Banyak sekali jenis kejahatan yang ada pada dunia maya seperti malware, SQL injection, phising, serangan warga, dan serangan suatu layanan. Seperti halnya virus jenis Emotet yang muncul di Australia, emotet tumbuh subur pada user yang menggunakan password sederhana. Pengingat akan pentingnya membuat kata sandi rumit adalah solusi yang dapat diatasi dari ancaman ini.

10. AI as a Service

Artificial Intelligence

Sumber : vectorpouch dari Freepik

AI as a Service (AIaaS) pada dasarnya adalah perusahaan sebagai pihak ketiga menawarkan outsourcing kecerdasan buatan. Jadi, semua orang dapat menggunakan dan mengambil keuntungan dari AI tanpa mengeluarkan banyak uang untuk membuatnya sendiri.

Ada beberapa platform penyedia AI yang memberikan produk berupa AI serta machine learning. Pelanggan seperti lembaga dapat membelinya dan memastikan produk tersebut bekerja pada perusahaannya atau tidak. Layanan ini tersedia melalui cloud AI, jadi pelanggan tidak perlu membeli komputer berkapasitas besar untuk mengoperasikannya.

Teknologi ini nampaknya menjadi solusi bagi kebanyakan lembaga seperti perusahaan komersil atau pemerintah. Adapun perusahaan IT besar yang mulai menyediakan layanan AI seperti Google (Platform Cloud), Amazon (Web Services), Microsoft (Azure), IBM (Developer Cloud). Dan beberapa startup kecil seperti BigML, Dataiku, dan Forecast mulai menyediakan layanan AI ini.

Persaingan teknologi ini dilakukan oleh penyedia layanan dengan seberapa cepat dan problem solver secara real-time.

Penutup

Perlu kamu ketahui bahwa kontribusi teknologi lokal juga tidak kalah bersaingnya dengan mancanegara. Sebut saja Gojek, perusahaan tersebut telah menerapkan AI di berbagai fiturnya. Salah satunya adalah pemilihan driver dengan pendekatan variabel jarak terdekat, rating, dan lainnya. Big data yang dimiliki juga telah dikelola dengan baik oleh divisi data scientific sebagai aset terbesar perusahaan tersebut.

“Teknologi mungkin tidak menjadi prioritas pembelajaranmu saat ini. Jika tetap seperti itu, mungkin hidupmu mendatang akan dikendalikan oleh agenda teknologi dunia” (Alfian Dharma Kusuma)

Baca juga artikel terkait lainnya melalui link berikut :

  1. Dirakit – Komunitas Internet of Things Berbasis Web Indonesia
  2. Sekilas Info Masa Depan Manusia dengan Michio Kaku
  3. Azure Cognitive Service with Android

10 Teknologi yang Menjadi Pusat Perhatian Dunia – karya Alfian Dharma Kusuma, Intern Junior Content Writer di Dicoding

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding