Apa itu Plagiarisme Submission Dicoding?



Dicoding tidak menoleransi segala bentuk tindakan plagiarisme pada seluruh proses pembelajaran di platform Dicoding. Dalam Dicoding, plagiarisme submission merupakan tindakan mengeklaim atau menggunakan proyek orang lain sebagai milik sendiri ketika mengumpulkan submission. Tindakan plagiarisme berlaku juga ketika siswa menyalin, mengikuti, mengubah urutan kode pada proyek submission.

Setiap submission yang ada di kelas Dicoding didesain untuk memiliki tujuan pembelajaran (learning outcome). Tujuan ini dicapai dengan berbagai cara, misalnya dengan menghadapkan siswa pada studi kasus (kriteria submission), eror, dan hal lainnya yang merupakan representasi dari tantangan pemrograman di dunia nyata.

Di bawah ini merupakan contoh tindakan plagiarisme pada submission secara spesifik:

  • Mengirimkan proyek milik orang lain.
  • Proyek submission yang dikerjakan memiliki tingkat kemiripan tinggi (di atas batas minimum) dengan submission siswa lainnya.
  • Menyalin kode milik orang lain secara langsung, baik dari Youtube, GitHub, atau sumber lainnya.
  • Menggabungkan kode milik orang lain dari berbagai macam sumber.
  • Menyalin kode milik orang lain dan hanya mengubah sebagian dari kodenya (contohnya: mengubah nama variabel atau fungsi, komentar kode, mengubah urutan kode, dan sebagainya).
  • Bekerja sama dengan siswa lain dalam mengerjakan submission dan mengumpulkan kode yang mirip, atau terdeteksi memiliki kesamaan tingkat tinggi.

Bukan tindakan plagiarisme pada submission:

  • Menyalin atau menggunakan kode dari modul kelas Dicoding untuk mengumpulkan submission di bawah batas minimum plagiarisme di kelas yang dikerjakan.
  • Diskusi bersama siswa lainnya dan mengerjakan submissionnya secara individu.

Guideline untuk Mengerjakan Submission



Dalam mengerjakan submission pada platform Dicoding Academy, siswa seharusnya menuliskan kodenya sendiri tanpa menyalin seluruh atau sebagian kode dari sumber manapun.

Perlu dicatat bahwa dalam konsep penerapan di dunia kerja, diperlukan sebuah pemahaman mendalam dalam menuliskan kode. Karena kode yang ditulis akan menjadi tanggung jawab developer di kemudian hari.

Jika siswa mengerjakan submission bersama dengan siswa lainnya, disarankan untuk memahami konsep dari materi yang ada. Lalu, pastikan setiap orang memahami kriteria dari submission yang akan dikerjakan dan melakukan penulisan kode secara individu.

Mengapa Tindakan Plagiarisme Merugikan?



Tindakan plagiarisme dapat merusak dan merugikan diri sendiri dalam proses belajar siswa di Dicoding Academy, seperti:

  • Menolak untuk belajar dan berkembang untuk mendapatkan pengalaman baru.
  • Menolak kesempatan untuk mempraktikkan skill yang akan dibutuhkan di masa yang akan datang.
  • Menolak kesempatan untuk mendapatkan feedback terbaik untuk memperbaiki skill dan portofolio yang telah dibuat.
  • Merampas hak proyek milik orang lain atas hak kekayaan intelektualnya.
  • Menunjukkan rasa tidak hormat kepada rekan-rekan atau siswa lainnya yang sudah belajar dengan hasil kerjanya sendiri.
  • Menunjukkan rasa tidak hormat kepada seluruh komunitas Dicoding Academy atas tindakan plagiarisme.

Tindakan plagiarisme dapat mengurangi peluang kesuksesan siswa, karena siswa yang menjiplak sering gagal untuk mendapatkan pemahaman mendalam pada suatu materi. Gagalnya pemahaman yang mendalam akan berdampak nantinya pada saat dunia kerja.

Konsekuensi Plagiarisme



Saat mengikuti kelas Dicoding, setiap peserta telah menyetujui aturan pakai Dicoding termasuk di dalamnya konsekuensi terhadap tindakan plagiarisme pada submission. Kami memiliki sistem untuk memeriksa plagiarisme dan semua bukti akan tersimpan di sana. Selain itu, pengalaman para reviewer dalam menemukan plagiarisme sudah cukup teruji.

Kami memiliki hak mutlak untuk mengenakan sanksi kepada peserta plagiat yang melanggar ketentuan di atas. Sanksi tersebut berupa penangguhan akun Dicoding. Artinya Anda tidak dapat melakukan submission apapun di kelas Dicoding Academy selama masa penangguhan. Progress belajar peserta kelas Dicoding Academy pun, otomatis kami reset ke 0 (nol), tanpa terkecuali.

Sebagai informasi, berikut adalah sanksi jika Anda melakukan plagiasi saat mengirimkan submission di kelas Dicoding Academy:

  1. Plagiarisme pertama
    Dikenakan penangguhan akun Dicoding (tidak dapat melakukan submission apa pun di kelas Dicoding Academy) selama 3 hari.

  2. Plagiarisme kedua
    Dikenakan penangguhan akun Dicoding (tidak dapat melakukan submission apa pun di kelas Dicoding Academy) selama 10 hari.

  3. Plagiarisme ketiga
    Dikenakan penangguhan akun Dicoding (tidak dapat melakukan submission apa pun di kelas Dicoding Academy) selama 30 hari dan progress kelas akan direset ke titik 0.

  4. Plagiarisme keempat, dan seterusnya akan mengikuti sanksi pada poin 3.

Sanksi plagiarisme melekat pada setiap akun Dicoding, tanpa terkecuali.

Banding Plagiarisme



Banding plagiarisme adalah proses yang dapat Anda tempuh ketika Anda memiliki keyakinan bahwa Anda tidak melakukan plagiarisme, meskipun mungkin ada dugaan sebaliknya.

Ketika Anda merasa bahwa tindakan yang telah Anda lakukan kemungkinan merupakan plagiarisme, langkah yang bijak adalah memulai kembali proyek submission Anda dari awal. Dengan cara ini, Anda akan memiliki kesempatan untuk menghindari segala bentuk tindakan plagiarisme dan memastikan bahwa proyek yang dikerjakan benar-benar asli dan sesuai dengan standar dan ketentuan mengirimkan tugas submission yang telah Dicoding tentukan.

Untuk memastikan bahwa proyek yang Anda kirimkan tidak dianggap sebagai tindakan plagiarisme, sangat penting untuk menjelaskannya secara komprehensif kepada reviewer. Selain itu, Anda harus melengkapi penjelasan Anda dengan beberapa informasi tambahan berikut:

  • Penjelasan mengenai proses Anda mengerjakan submission tersebut.

    Silakan berikan deskripsi lengkap tentang bagaimana Anda mengerjakan submission ini. Ini bisa mencakup langkah-langkah yang Anda ambil, tools atau teknologi yang Anda gunakan, dan bagaimana Anda mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama proses pengerjaan.

  • Informasi referensi yang Anda gunakan di luar modul Dicoding.

    Sebutkan secara detail sumber referensi apa yang Anda gunakan selain modul Dicoding. Ini bisa berupa buku, artikel, tutorial online, atau sumber lainnya yang Anda konsultasikan untuk mendukung pengerjaan submission Anda.

  • Perbedaan kode yang digunakan di modul dan kode yang Anda buat.

    Jika Anda mengikuti panduan yang ada dalam modul belajar, jelaskan bagaimana kode Anda berbeda dari apa yang ada di dalam modul tersebut. Fokuskan pada bagian-bagian yang Anda modifikasi, tambahkan, atau ubah agar sesuai dengan kebutuhan proyek submission Anda.

  • Alasan Anda yakin bahwa kode yang dituliskan tidak sama dengan yang dituliskan oleh siswa lainnya atau sama dengan referensi yang ada di luar modul Dicoding.

    Jelaskan secara rinci mengapa Anda yakin bahwa kode yang Anda tulis merupakan karya asli Anda. Apakah Anda memiliki pendekatan atau ide yang berbeda? Apakah Anda melakukan penelitian tambahan untuk memastikan orisinalitas kode Anda? Jelaskan alasan-alasan ini.

  • Screenshot/gambar untuk memperkuat argumen Anda.

    Lampirkan screenshot atau gambar yang relevan untuk mendukung penjelasan Anda. Ini bisa berupa perbandingan antara kode Anda dengan referensi yang ada di luar modul Dicoding atau modul itu sendiri. Gambar-gambar ini akan membantu reviewer dalam mengevaluasi argumentasi Anda.

Jika Anda tidak mengikuti aturan atau menyediakan beberapa informasi di atas, maka pengajuan banding Anda akan otomatis ditolak.

Untuk setiap submission yang dinyatakan sebagai tindakan plagiat, peserta hanya memiliki satu kesempatan untuk mengajukan banding. Oleh karena itu, sangat penting untuk memastikan bahwa keterangan atau penjelasan yang Anda sertakan dalam pengajuan banding memiliki tingkat keakuratan dan kekuatan argumen yang tinggi. Penggunaan Template Pengajuan Banding Plagiarisme sangat disarankan untuk memfasilitasi dan mempercepat proses peninjauan banding Anda.

Untuk memahami dengan lebih rinci bagaimana melakukan proses banding terkait kasus plagiarisme, Anda dapat mempelajari panduan langkah demi langkah dalam "Cara Banding Akun yang Dinyatakan Melakukan Tindakan Plagiarisme." Dengan memahami langkah-langkah ini, Anda akan dapat mengajukan banding dengan lebih efektif dan efisien.

Hal yang Tidak Ditoleransi Ketika Banding



Ketika melakukan proses banding submission, terdapat beberapa alasan yang tidak dapat reviewer terima dalam melakukan tindakan plagiarisme.

  • “Submission saya tidak terlalu bagus”
    Ketika merasa submission yang Anda buat memiliki kualitas yang kurang dan Anda merasa bahwa submission yang dikirimkan akan ditolak oleh reviewer, ini merupakan kesempatan untuk belajar dari sumber yang disediakan oleh Dicoding Academy. Dicoding Academy memiliki reviewer yang tersertifikasi secara global dan di antaranya memiliki pengalaman kerja di bidang profesional. Ini merupakan kesempatan Anda untuk mendapatkan feedback dalam mempraktikan ilmu yang didapatkan.

  • “Saya tidak tahu bahwa submission yang dikirimkan ini merupakan tindakan plagiarisme”
    Pengetahuan tentang tindakan plagiarisme merupakan tanggung jawab dari setiap siswa yang belajar di platform Dicoding. Jika Anda merasa submission yang dikirimkan bukanlah tindakan plagiarisme, sertakan bukti yang menunjukkan submission Anda memang bukan plagiat ketika mengajukan banding. Anda dapat mengirimkan screenshot atau bukti lainnya jika tidak melakukan tindakan plagiarisme.

  • "Submission 1 saya tidak terdeteksi plagiat, tetapi terdeteksi plagiarisme pada submission akhir"
    Proses pemeriksaan plagiarisme pada Dicoding menentukan kelulusan siswa saat belajar. Setiap submission pada kelas Dicoding memiliki tingkat pemeriksaan plagiarisme yang berbeda-beda. Pada submission akhir, tingkat pemeriksaan plagiarisme diatur semaksimal mungkin. Jika siswa melakukan plagiarisme pada akhir submission, siswa perlu membuat proyek submissionnya dari awal untuk menghindari kembali tindakan plagiarisme.