Strategi Sukses Berkarier Menjadi Developer Lead di Usia Muda

Cerita Guido Arya Satya Lulusan Program Intensif Dicoding

Menjadi seorang programmer bukanlah sebuah perjalanan yang bisa ditempuh dalam semalam. Diperlukan lebih dari sekadar kemampuan mengetik baris kode; dibutuhkan mentalitas yang kuat, disiplin, dan kemauan untuk terus beradaptasi. 

Sosok yang berhasil membuktikan hal itu adalah Guido Arya Satya. Di usianya yang menginjak 25 tahun, Guido telah berkarier sebagai Developer Lead di PT Mobilitas Digital Indonesia (MODA). Pencapaian luar biasa ini tidak datang begitu saja. Ia memulai segalanya dari nol, bermodalkan rasa ingin tahu dan fondasi yang ia bangun dengan penuh ketekunan.

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Seperti apa strategi Guido dalam membangun kariernya hingga bisa menjadi Developer Lead di usia muda? Simak perjalanannya di bawah ini!

Diterima di Dua Jurusan Berbeda, Guido Memilih Jurusan Sistem Informasi

Perjalanan karier Guido di dunia teknologi tidak direncanakan sebelumnya. Saat masih duduk di bangku SMA, ia sempat mengalami kebingungan mengenai arah masa depannya. Seperti banyak remaja lainnya, ia belum benar-benar mengenali apa yang menjadi minat dan bakat terpendamnya. Titik balik dalam hidupnya terjadi ketika ia diterima di dua jurusan yang sangat berbeda: Hubungan Industri dan Sistem Informasi.

Dihadapkan pada dua pilihan besar, Guido melakukan refleksi diri yang mendalam. Ia mencoba mengingat kembali kebiasaan sehari-harinya dan menyadari bahwa ia sangat gemar bermain game online bersama teman-temannya. Dari sekadar bermain, muncul rasa penasaran terhadap aspek teknis di baliknya, seperti spesifikasi perangkat, instalasi aplikasi, hingga cara kerja jaringan internet.

Refleksi sederhana inilah yang akhirnya memantapkan langkahnya untuk memilih jurusan Sistem Informasi di UPN Veteran Jakarta. Guido melihat bahwa teknologi berkembang sangat pesat dan akan terus menjadi bidang yang relevan serta dinamis di masa depan. Keyakinannya semakin kuat saat melihat bahwa meskipun otomatisasi dan AI mulai bermunculan, hal tersebut justru menandakan bahwa teknologi akan terus berevolusi dan membutuhkan talenta yang kompeten.

“Sempet galau pilih jurusan, sampai mikir sebenernya saya tertarik apa? Dari situ langsung yakin, ambil jurusan sistem informasi,” ucap Guido.

Belajar Materi yang Praktis dan Terstruktur Agar Siap kerja

Memasuki dunia perkuliahan, Guido merasa perlu mencari wadah pengembangan diri yang menawarkan materi lebih praktis dan terstruktur untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus dari perkuliahan nanti. Pilihannya pun jatuh pada program intensif Dicoding.

Di dalam program intensif Dicoding, Guido memutuskan untuk mengambil alur pembelajaran yang berfokus pada pengembangan frontend dan backend. Bagi Guido, pengalaman belajar di program ini sangatlah berkesan karena menawarkan kombinasi yang seimbang antara belajar mandiri secara otodidak dan pendampingan mentor. Ia sangat menghargai kehadiran mentornya, Mas Arif, yang rutin mengadakan sesi konsultasi mingguan (weekly consultation).

Dalam sesi-sesi tersebut, Guido tidak hanya belajar mengenai aspek teknis pemrograman, tetapi juga mendapatkan insight berharga mengenai dinamika dunia kerja dan tren industri teknologi terkini. 

“Sesi mentoring paling saya tunggu. Karena topiknya berganti setiap minggu, insightful, dan membahas fakta lapangan di dunia kerja,” tambah Guido.

Mengasah Kemampuan Soft Skills Lewat Capstone Project

Perjalanan belajar coding bagi seorang pemula tentu tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Guido adalah manajemen waktu dan penguasaan kemampuan teknis yang benar-benar baru baginya. Karena memulai dari nol, ia harus bekerja ekstra keras untuk mengejar deadline setiap modul tanpa mengorbankan kualitas pemahamannya. Ia memegang prinsip bahwa materi harus dipahami secara mendalam, bukan sekadar diselesaikan agar tugas gugur.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, Guido menerapkan disiplin yang ketat. Ia membagi setiap materi besar menjadi bagian-bagian kecil agar lebih mudah dicerna dan dikuasai satu per satu. Tantangan lain muncul saat pengerjaan proyek akhir (capstone project), di mana ia sempat kebingungan menentukan topik. Namun, melalui diskusi intensif dan kolaborasi tim, ia berhasil menemukan solusi yang tepat.

Dari proses inilah Guido belajar bahwa menjadi seorang developer yang sukses bukan hanya tentang keahlian teknis secara individu tapi juga perlu soft skills yang baik. Kemampuan komunikasi dan kerja tim sangatlah krusial, terutama dalam memahami kebutuhan pengguna dan menerjemahkannya ke dalam solusi teknis yang tepat. Pengalaman memecahkan masalah (problem solving) secara nyata dalam tim inilah yang membentuk mentalitas profesionalnya sebelum benar-benar terjun ke industri.

“Pengerjaan capstone project jadi pengalaman nyata bekerja secara tim dan belajar problem solving,” ujar Guido.

Meraih Karier Impian dengan Portofolio dan Ilmu Praktis

Konsistensi Guido dalam mengikuti program intensif Dicoding membuahkan hasil yang sangat manis. Ia berhasil lulus dengan predikat lulusan terbaik, membawa pulang bukan hanya sertifikat, tetapi juga portofolio proyek nyata yang sangat relevan dengan kebutuhan industri. Bekal inilah yang memberinya kepercayaan diri besar saat mengikuti seleksi magang hingga akhirnya mendapatkan posisi pekerjaan tetap.

Saat wawancara kerja, Guido mampu menjelaskan dengan lancar mengenai pengalaman proyeknya, cara ia menyelesaikan masalah teknis, hingga bagaimana ia berkolaborasi dalam tim. Hal-hal praktis seperti ini menjadi nilai tambah yang signifikan di mata perusahaan. 

“Berkat portfolio dari program intensif Dicoding, saya lebih gampang dapat magang. Banyak nilai tambah yang saya dapat dan bisa tampilkan saat wawancara kerja,” ucap Guido.

Kini, Guido telah bekerja sebagai Developer Lead di PT Mobilitas Digital Indonesia (MODA), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang logistik dan merupakan perusahaan joint venture antara PT Astra International Tbk dan Toyota Motor Corporation.

Dalam kesehariannya, Guido bertanggung jawab penuh dalam mengembangkan aplikasi serta menerjemahkan kebutuhan user menjadi baris kode yang efisien. Sebagai lead, Guido juga bertanggung jawab untuk memastikan pekerjaan timnya sesuai tenggat waktu, serta memantau deployment dan implementasi.

Ke depannya, Guido berharap dia bisa melanjutkan studi S2 di bidang software engineering dan bisa menjadi mentor bagi lebih banyak programmer pemula di luar sana, seperti dirinya yang dulu masih membutuhkan bimbingan sebelum berkarier.

Bagi para programmer pemula, Guido berpesan agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin dan belajar dengan arah yang jelas. Karena di industri teknologi, konsisten dan kemampuan beradaptasi adalah kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

 “Jangan berjalan tanpa tujuan. Tentukan skillmu, pelajari roadmap-nya, lalu konsisten jalankan.” tutup Guido.

Apakah kamu siap membangun fondasi karier teknologi seperti Guido? Jangan tunda lagi untuk meningkatkan kapasitas dirimu.

Bergabunglah sekarang dalam program intensif Dicoding untuk mendapatkan kurikulum berbasis industri, bimbingan mentor ahli, dan proyek nyata yang akan memperkuat portofoliomu. Ambil langkah pertamamu hari ini untuk menjadi talenta digital masa depan!

Nantikan pendaftaran program intensif Dicoding: Asah 2026 di dicoding.com


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.