Sejarah Aljabar dan Implementasinya dalam Kehidupan

Sejarah Aljabar dan Implementasinya dalam Kehidupan

Sejarah Aljabar dan Implementasinya dalam Kehidupan

Selama masa sekolah, tentu kamu pernah mendengar istilah Aljabar, bukan? Lantas, apa itu aljabar? siapakah penemunya? dan bagaimana implementasinya dalam kehidupan sehari-hari? Yuk, simak artikel berikut untuk menambah wawasanmu mengenai aljabar.

Apa itu Aljabar?

Aljabar merupakan salah satu cabang dalam bidang ilmu matematika yang mempelajari simbol-simbol dan aturan untuk mempelajari simbol tersebut. Ia seringkali dianggap sebagai teka-teki angka dan huruf. Aljabar sendiri  berasal dari bahasa arab yaitu “Al jabr” yang artinya pemulihan atau pengembalian. Aljabar pertama kali dikenalkan oleh seorang ilmuwan Persia yaitu Al-Khawarizmi dalam bukunya yang berjudul Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing)

Biografi Al Khawarizmi

Al-Khawarizmi Bapak Matematika dan Penemu Aljabar

Al-Khawarizmi

Al-Khawarizmi atau yang dikenal orang barat sebagai Al Goritmi, Al Gorismi, Al Cowarizmi memiliki nama lengkap Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi. Beliau lahir pada tahun 780 M di sebuah kota yaitu Al-Khawarizm, yang saat ini lebih dikenal sebagai kota Khiva di Uzbekistan. Al Khawarizmi kecil dibawa pindah oleh orang tuanya ke sebuah daerah di selatan kota Baghdad. Di kota inilah kontribusi Al-Khawarizmi dimulai. Saat ia remaja, Al-Khawarizmi bekerja sebagai ilmuwan di Bayt Al-Hikmah atau House of Wisdom, sebuah pusat penelitian, lembaga penerjemah dan perpustakaan terbesar di kota Baghdad kala itu. 

💻 Mulai Belajar Pemrograman

Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.

Daftar Sekarang

Semasa hidupnya, Al-Khawarizmi mengabdikan dirinya untuk bidang pendidikan dan riset keilmuan, utamanya pada ilmu alam dan matematika. Kecintaanya pada ilmu pengetahuan membuatnya terbuka dalam mengadopsi ilmu pengetahun dari mana pun. Hal itulah yang mendorong Al-Khawarizmi menghasilkan banyak karya dalam bidang ilmu pengetahuan.  Salah satu karyanya yang terkenal berjudul  Al-kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa’l-muqabala (The Compendious Book on Calculation by Completion and Balancing). Karya tersebut membahas tentang Aljabar yang masih terus dikembangkan hingga saat ini. Al-Khawarizmi menjadi orang pertama yang mengenalkan aljabar dalam bentuk elementer. Mengenalkan rincian dari fungsi trigonometri meliputi sinus, cosinus, tangen, cotangen, dan konsep diferensiasi. Karena karya dan penemuannya itulah, Al-Khawarizmi diberi gelar sebagai Bapak Aljabar yang juga telah diakui oleh ilmuwan barat.

Tidak hanya itu, Al-Khawarizmi menjadi orang pertama yang mengenalkan penggunaan angka 0, 1 sampai 9. Dalam karyanya yang berjudul al-Jam’ wat-Tafriq bi-Hisab al-Hind (The Book of Addition and Subtraction According to The Hindu Calculation), Al-Khawarizmi menjelaskan tentang penjumlahan dan pengurangan berdasarkan kalkulasi Hindu. Bukan hanya itu, Al-Khawarizmi juga telah mengenalkan konsep algoritma yang merupakan sebuah ilmu tentang langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah. Algoritma inilah yang menjadi jantung dari ilmu informatika komputer. Karena kontribusinya dalam bidang ilmu matematika itulah yang membuat Al-Khawarizmi dinobatkan sebagai Bapak Matematika.

Implementasi dalam Kehidupan 

Aljabar sering kali dianggap sebagai domain ilmu matematika dan hanya digunakan oleh para ilmuwan serta asing terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, ternyata ia memiliki peran penting dalam kehidupan kita. Sejak kemunculan konsepnya untuk pertama kali, telah banyak bermunculan penerapan aljabar dalam berbagai bidang kehidupan. Beberapa di antaranya seperti pada bidang teknologi dan komputasi, transportasi dan logistik, bisnis dan investasi, serta ilmu pengetahuan dan teknik. 

Dalam bidang teknologi dan komputasi, aljabar memiliki peran utama dalam perkembangan teknologi. Ia dimanfaatkan untuk merancang logika program komputer menyelesaikan masalah kompleks. Sebagai contoh, pada bidang pengolahan citra, konsep aljabar linear yang dikembangkan menjadi transformasi linear dimanfaatkan untuk memanipulasi efek gambar yang dapat kita nikmati pada perangkat elektronik kita.

Pada bidang bisnis dan investasi, dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren dan pola data penjualan. Sehingga, perusahaan dapat mengambil keputusan terbaik untuk memaksimalkan keuntungan.

Pada bidang transportasi dan logistik, aljabar dimanfaatkan untuk mengoptimalkan rute pengiriman, mengelola inventaris, dan merancang sistem transportasi yang efisien. Sehingga, dengan memanfaatkannya, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi layanan pengiriman.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, aljabar juga memiliki peranan penting yang dimanfaatkan dalam ilmu fisika, kimia, dan ilmu pengetahuan lainnya. Dalam bidang ilmu fisika, dimanfaatkan untuk menggambarkan hubungan antar variabel, seperti kecepatan, percepatan, dan juga gaya. Lalu, dalam ilmu kimia, digunakan untuk menghitung massa molar, menggambarkan reaksi kimia, dan analisis data percobaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, ponsel yang sering kita gunakan memanfaatkan aljabar untuk meningkatkan cara kita berinteraksi dengan dunia. Hal ini dikarenakan, ia berperan dalam pemrosesan sinyal audio dan video, sehingga kita dapat berkomunikasi melalui panggilan suara, video conference, dan video streaming. Secara tidak langsung, Aljabar membantu kita dalam berkomunikasi dengan keluarga, ataupun kerabat kita yang yang berbeda wilayah tempat tinggal dengan kita. Aljabar pula, memudahkan kita dalam mengakses berita, maupun informasi lainnya secara real-time melalui media streaming seperti youtube, instagram, dan media streaming lainnya. Dengan demikian, kita tahu bahwa aljabar yang dikenalkan oleh Al-Khawarizmi memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari.


Belajar Pemrograman Gratis
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.