Digital Talent Scholarships

Digital Talents Scholarships Buka Peluang Karirku Di Unicorn

Mahasiswa asal Lhokseumawe, Daerah Istimewa Aceh ini tak pernah menyangka. Digital Talent Scholarships membawanya menuju kesempatan karir Android Engineer di Tokopedia. Sebagai “mahasiswa kampus swasta” dan “anak daerah,” Said Faisal  (22 tahun) membuktikan itu semua bukan halangan. Ia berhasil lalui seleksi ketat dan mengungguli ribuan developer di tingkat nasional. “Perjuangan ke titik ini, tidak mudah,” ujarnya. Seperti apa ceritanya? Mari kita simak.  

“Mahasiswa Swasta” dan “Anak Daerah”

Jika kamu mengira Said berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN) apalagi PTN favorit, kamu salah. Said juga bukan anak kota, seperti imaji anak IT pada umumnya. Kampung halamannya, Lhokseumawe, jauh dari kota. Tepatnya terletak lebih dari 273 km dari pusat Banda Aceh. 

Tak heran, label “mahasiswa swasta” dan “anak daerah” melekat kuat pada sosoknya. Kadang ini membuatnya ragu akan kesempatan di masa depan. “Yah..ada mindernya. Namanya juga kuliah di swasta ya,” tuturnya. 

Meski demikian, sejak kecil pemuda ramah ini sudah senang dengan segala hal yang berbau komputer. Said hobi ngulik dan membaca. Ia menyebut dirinya “self-thought.” Tanpa ragu, selepas sekolah lanjutan atas di SMA Negeri Modal Bangsa Arun, Lhokseumawe, Said mantap melanjutkan kuliahnya di jurusan Teknik Informatika, tepatnya di STMIK – STIE Mikroskil di kota Medan, Sumatera Utara.

Tidak Cukup Hanya dengan IPK Tinggi 

Menyandang gelar “mahasiswa swasta” dan “anak daerah” jadi sumber keraguan sekaligus semangat buat Said. Ia merasa ada cambuk yang selalu menggugah dirinya untuk maju dan membuktikan diri. Terbukti, ia terbiasa disiplin belajar beberapa jam sehari dan ulet berusaha. IPK terakhirnya 3.82, salah satu yang tertinggi di angkatannya.  Apakah prestasi akademis ini, bentuk pembuktian yang cukup baginya? 

“IPK tinggi itu tidak cukup. Saya ingin skill lebih. Saya ingin cari jalan untuk sukses.” (Said) 

Menurut mahasiswa semester 8 ini, cakap secara akademis saja, kurang. Said ingin memiliki keahlian riil yang tak ia temukan di dunia kuliah, yang nantinya akan bermanfaat untuk karirnya di masa depan. Apakah itu?

Cita-citanya jadi Expert di Dunia Pemrograman Android 

Pilihan Said mantap. Sejak semester 5 ia bertekad kuasai skill pemrograman mobile Android. Awalnya ia sempat mengambil kursus offline, “tapi kurang dapat (ilmunya -red),” aku Said. Belajar di internet pun, ia mengaku kerap menemui hambatan. Materi yang didapat, cukup namun tak terstruktur alias tak runut alur belajarnya. 

Hingga akhirnya ia berselancar di forum-forum dan menemukan Dicoding.  Dengan basic Kotlin yang ia miliki, Said pun memberanikan diri untuk mengambil kelas Kotlin Android Developer Expert di Dicoding Academy. Ia pun lulus dengan nilai yang baik dan merasa: 

“Di Dicoding saya menemukan titik terang “Di sini saya bisa bikin aplikasi.” 

Mengajar Android untuk Menambah Pengalaman Kerja

Tak hanya belajar, Said juga mengajar Android selama dua (2) tahun terakhir. Profesi sampingan di luar jam kuliah ini ia tekuni demi menambah pengalaman kerja.

Said membawakan materi  dasar-dasar Android dengan bahasa Kotlin. Ia meramu materi dari berbagai sumber, termasuk kelas KADE. Termasuk di dalamnya ada bahasan programming Kotlin, ScoreView, dan modul pengantar Android.

Muridnya ada puluhan dan latar belakangnya pun beragam, seperti pelajar SMK, mahasiswa, hingga dosen. Said mengajar dari level dasar hingga para murid mampu membuat aplikasi dengan database SQLite. “Senang lihat murid saya maju” ujarnya sumringah. 

Digital Talent Scholarships

Beasiswa Digital Talent Scholarships Membuka Peluang Karir di Unicorn 

Dengan latar belakang demikian, Said mantap mendaftar beasiswa Digital Talent Scholarships 2019 yang diberikan oleh Kemenkominfo RI dan didukung oleh Google. Beasiswa ini memberinya  berkesempatan belajar hingga lulus di kelas Menjadi Android Developer Expert dengan baik.

Di saat yang sama Said juga mengikuti seleksi Tokopedia DevCamp yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan 1,700 lebih pelamar. Ada empat lapisan seleksi untuk kesempatan bootcamp berskala nasional ini, yakni (1) screen CV;  (2) test koding; (3) interview dengan personalia; dan (4) interview dengan users.

“Tentu saya ngarep diterima. Ini kan program bagus. Kan kalau diterima, bakal magang 3 bulan, bisa pilih mau di bidang apa. Ini jalan khusus untuk jadi full time engineer di Tokopedia (Said)

Apa yang ia impikan, terkabul. Dengan skill Android-nya, “anak daerah” dan “mahasiswa swasta” ini ternyata tak kalah bersaing dengan rekan-rekan lainnya yang sebagian berasal dari kota besar ataupun kampus favorit. Alhasil, Said pun diundang ke Jakarta untuk bootcamp intensif yang ia impikan. 

Digital Talent Scholarships

Saat mengikuti Tokopedia DevCamp di Jakarta, medio 2019

Di akhir bootcamp Said ditodong pertanyaan bahagia dari personalia tentang “Kapan bisa mulai magang? Mau pilih bidang apa?”

“Dengan beasiswa kelas MADE dari Digital Talent Scholarship, saya jadi PD untuk ambil bidang Android di Tokopedia, dan disetujui! Lagi ditunggu untuk mulai (kerja) di Tokopedia Desember nanti, habis lulus” 

Digital Talent Scholarships

Bersama sesama peserta Tokopedia DevCamp

Masa Depan Karir di Unicorn 

Dengan keahlian Kotlin for Android yang ia miliki, ia ingin ilmunya bermanfaat untuk karir Android Engineer-nya yang akan datang, hingga jadi full time staff dan bikin aplikasi yang bermanfaat untuk banyak orang. “Doakan ya” serunya penuh harap. 

Di Jakarta Said bertekad tak berhenti belajar. Beasiswa Digital Talent Scholarshipnya berlanjut hingga kelas Android Jetpack Pro di Dicoding Academy  yang baru saja ia selesaikan. Kini ia mendapat token beasiswa untuk ambil sertifikasi Google. Misinya, lulus sebagai Google Certified Associate Android Developer! Ia juga ingin aktif gabung komunitas dan ikut ragam events yang ada. Good luck, Said!

Menutup pembicaraan kami, Said meninggalkan pesan: 

“Join Dicoding! Banyak banget materi yang bagus di sini. Bedanya itu, kalau di Dicoding itu belajar dari dasar dan materinya itu nggak bisa dapat dari belajar sendiri.”

Wow, terima kasih Said. Semoga lekas lulus dan karirmu bersinar nanti!

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding