Ngoding Web Dinamis atau Statis, Apa Perbedaannya?

Ngoding Web Dinamis atau Statis, Apa Perbedaannya?

Ngoding Web Dinamis atau Statis, Apa Perbedaannya? – karya Fiska Sukma Esaputra, Intern Junior Content Writer di Dicoding

Sebuah website merupakan kumpulan dari dokumen-dokumen yang berisi teks, gambar, video, atau audio. Beberapa dekade lalu, semua website merupakan website statis, semuanya hanya menampilkan konten yang sama kepada semua pengguna. Pengunjung tidak bisa berinteraksi secara langsung terhadap sesuatu website.

Jaman sekarang, hampir semua website merupakan website dinamis. Semua pengunjung bisa berinteraksi secara langsung seperti menambah database, merubah ataupun menghapus data dari database dengan cara tertentu.

Ngoding Web Dinamis vs Statis

Sebuah website baik itu dinamis atau statis memiliki fungsinya masing-masing. Namun dalam pembuatan website dinamis akan lebih sulit dan memerlukan waktu lebih dibanding mengembangkan sebuah website statis. Kalau teman-teman mau ngoding web dinamis, tentunya teman-teman harus mengerti beberapa bahasa server-side seperti PHP, ASP dan masih banyak yang lainnya.

ngoding web dinamis atau statis

Lantas apakah ngoding web statis lebih mudah dari ngoding web dinamis ? Eiiitss, belum tentu. Ngoding web statis pun tidak semudah itu, memang lebih mudah dari ngoding web dinamis, namun tetap teman-teman perlu memahami beberapa bahasa terutama untuk front-end seperti CSS, Javascript, ataupun teknik-teknik untuk membuat UI/UX yang lebih menarik.

Dari tadi bahas ngoding web dinamis, ngoding web statis, tapi sebenarnya apa itu web dinamis dan web statis? Berikut perbedaannya.

Web Statis

Dimulai dari pembuatan website tradisional. Kenapa disebut tradisional? Karena dulu orang kalau ngoding web pasti membuat sebuah web yang statis. Web statis bisa dibilang lebih baik dalam hal performa dari web dinamis. Kecepatan load yang dimiliki oleh sebuah web statis juga keamanan yang lebih tahan dari serangan hacker menjadikan beberapa orang masih memilih untuk membuat sebuah website statis.

Web statis pun lebih mudah dalam proses pengembangan karena tidak memerlukan fungsi-fungsi yang kompleks seperti kalau kita ngoding web dinamis.

Tapi web statis juga punya kekurangannya sendiri. Problem utama pada web statis adalah apabila si pemilik web ingin memperbarui konten yang ada di dalam webnya. Pemilik web harus merombak isi kodenya untuk bisa memperbarui isi kontennya. Kalau si pemilik bisa ngoding sih gak masalah, tapi kalau gabisa? Terpaksa harus kembali menghubungi desainer atau developer yang membuatkan website untuknya.

Kekurangan lain ialah jika membuat sebuah toko online yang mempunyai banyak produk di dalamnya. Si pemilik website harus selalu mengupdate barangnya kalau-kalau barang tersebut habis atau tambah barang baru.

ngoding web dinamis atau statis

Web Dinamis

Web dinamis merupakan sebuah website yang memungkinkan penggunanya untuk berinteraksi secara langsung, dalam artian pengguna dapat menambah, memodifikasi, ataupun menghapus konten di dalam sebuah web tanpa harus membuka struktur kode dari web tersebut. Karena fungsi inilah, ngoding web dinamis menjadi lebih rumit daripada ngoding web statis.

Sebuah web dinamis memungkinkan untuk menampilkan sebuah halaman web yang sama tapi dengan tampilan yang berbeda kepada pengguna yang berbeda pula. Dalam hal update juga, seorang pemilik web gak harus jago ngoding, cukup menggunakan opsi dari fitur-fitur yang telah dibuatkan oleh si pembuat web tersebut. Web dinamis juga bisa dibilang lebih powerful karena mempunyai fitur seperti login, daftar pengguna, proses pembayaran, dan lain sebagainya.

Tapi karena kaya fitur itulah proses ngoding web dinamis tidak semudah membuat web statis. Diperlukan pemahaman bahasa pemrograman yang lebih, juga memerlukan biaya yang lebih dari web statis dalam hal pembuatan, maintenance, dan penambahan fitur lain seperti pengolahan database.

Dalam hal keamanan pun, web dinamis bisa dikatakan cukup rentan terhadap serangan cyber. Fitur seperti pembayaran dan pendaftaran data diri seseorang yang bisa saja diretas sehingga data-data tersebut bocor.

ngoding web dinamis atau statis

Nah itu dia teman-teman perbedaan web dinamis dengan web statis. Kalau teman-teman prefer ngoding yang mana?

Ngoding Web Dinamis atau Statis, Apa Perbedaannya?

end­

Artikel ini ditulis oleh Fiska Sukma Esaputra, Intern Junior Content Writer di Dicoding.

“Ayo buruan gabung dengan ribuan developer lainnya di Dicoding!”

SAMPUN, aplikasi Android yang mengubah sampah jadi faedah, baca ceritanya disini https://www.dicoding.com/blog/sampun-aplikasi-android-pengubah-sampah-jadi-faedah/

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding