Programmer Web Bikin Aplikasi Mobile? Yuk Ngoding dengan PWA

Programmer Web Bikin Aplikasi Mobile? Yuk Ngoding dengan PWA

Programmer Web Bikin Aplikasi Mobile? Yuk Ngoding dengan PWA – karya Fiska Sukma Esaputra, Intern Junior Content Writer di Dicoding

Hallo teman-teman! Apa Kabar? Mudah-mudahan baik yaa… Artikel kali ini masih akan membahas seputar ngoding web. Tapi kali ini sedikit berbeda, alih-alih membuat sebuah website pada normalnya, kita akan ngoding dengan PWA. Apa sih PWA itu?

Ngoding dengan PWA – Apa itu PWA?

PWA, terdengar asing? atau sudah ada teman-teman yang ngoding dengan PWA? Kalau belum kita kenalan dulu ya.

Dicoding punya kelas Membangun Progressive Web Apps loh, cek buruan!

PWA atau singkatan dari Progressive Web Apps pada dasarnya merupakan sebuah web, tapi lebih baik dan memiliki fitur-fitur seperti aplikasi native. PWA adalah aplikasi web yang menggunakan teknologi web modern yang memberikan pengalaman seperti menggunakan aplikasi native. Aplikasi ini diluncurkan pada server, dapat diakses lewat URL seperti web pada umumnya, dan terindeks pada mesin pencari seperti Google.

ngoding dengan PWA

Apa yang diperlukan PWA?

Ngoding dengan PWA dasarnya memang hampir sama dengan ngoding web pada umumnya. Namun ada requirement tertentu agar aplikasi teman-teman bisa termasuk kedalam PWA. Sebuah aplikasi web dapat dikategorikan sebagai PWA apabila:

  1. Progressive

Aplikasi harus bekerja untuk semua pengguna tidak terbatas dengan browser apa yang digunakan.

  1. Responsive

Syarat yang ini juga termasuk kedalam aplikasi web pada umumnya. PWA juga harus responsive, bisa digunakan oleh pengguna mobile, tablet, ataupun komputer desktop.

  1. Connected

Salah satu keunggulan dari Progressive Web Apps adalah bisa diakses dengan kualitas koneksi yang buruk atau bahkan secara offline.

  1. Up to date

PWA dituntut untuk selalu diperbarui. Tidak seperti halaman web yang bisa terkadang tampilannya tidak diupdate setelah beberapa lama. PWA haruslah up to date untuk memanjakan penggunanya.

  1. Secure

Karena menggunakan HTTPS, PWA menjadi lebih aman dari kejahatan cyber yang mungkin terjadi pada aplikasi web biasa.

  1. Installable

Seperti dijelaskan sebelumnya, PWA merupakan sebuah web yang memiliki kemiripan dengan aplikasi native. Ini membuat PWA mungkin untuk diinstall ke perangkat pengguna dengan menambahkannya ke home screen perangkatnya tanpa harus melalui app store.

Kenapa harus PWA?

Ngoding PWA memang memiliki beberapa benefit. Banyak sekali perusahaan-perusahaan yang mencari seorang programmer yang mampu membuat PWA. Kenapa? Karena menurut sebuah studi, rata-rata sebuah aplikasi native kehilangan 20% penggunanya dari saat pertama kali user berinteraksi dengan aplikasi tersebut sampai benar-benar menggunakan aplikasi. Contohnya kita harus nyari dulu aplikasi di playstore misalnya, download, install, baru kita bisa menggunakan aplikasi tersebut, belum lagi kalau perangkatnya penuh misalkan.

ngoding dengan PWA

PWA membuat semuanya menjadi sederhana. Ketika kita ngoding PWA dan meluncurkannya, user yang mengakses aplikasi kita bisa langsung berinteraksi dengan aplikasi kita sekaligus menggunakannya tanpa harus mendownload terlebih dahulu. Kalau mau, user bisa menginstallnya dengan menambahkan ke homescreen perangkatnya. Dan jika ada update, user tidak perlu ribet untuk mengupdate aplikasinya.

Kesimpulan

Dengan semakin berkembangnya teknologi web, PWA menjadi sebuah pilihan saat kita ingin ngoding web yang handal dan dapat diakses secara cepat. Saat ini memang aplikasi native masih menjadi pilihan para penggunanya, namun bukan tidak mungkin beberapa tahun kedepan PWA bisa mengambil alih peran aplikasi native.

Fitur-fitur yang ditawarkan dan tampilan yang hampir mirip dengan aplikasi native, namun dengan proses instalasi yang sangat sederhana, bisa menjadikan nilai lebih bagi PWA. Karena dengan PWA, kalau kita mau mengakses sebuah website dan konektivitas internet sedang terganggu, kita tetap dapat mengaksesnya secara offline.

Programmer Web Bikin Aplikasi Mobile? Yuk Ngoding dengan PWA

-end-

Artikel ini ditulis oleh Fiska Sukma Esaputra, Intern Junior Content Writer di Dicoding

“Daripada mager-mager di kasur, mending belajar ngoding di Dicoding Academy!”

“Ada cerita dari pelajar SMK pemenang Dicoding Challenge yang direkrut Telkom nih, baca disini https://www.dicoding.com/blog/menang-dicoding-challenge-pelajar-smk-ini-direkrut-telkom/

“Selamatkan Lingkungan Hidup dengan teknologi, Recycletor. Baca artikelnya disini https://www.dicoding.com/blog/recycletor-menjadi-pemenang-challenge-selamatkan-lingkungan-hidup-dengan-teknologi/

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding