Cerita Cherillya Rahmita Nurul Nucha, Lulusan Program Badan Ekraf Digital Talent 2024
Bagi sebagian orang, tumbuh besar di lingkungan akademis yang kental dengan teknologi informasi bisa menjadi sebuah tekanan tersendiri. Namun, bagi Cherillya Rahmita Nurul Nucha (20), hal tersebut justru menjadi kanvas besar tempat ia melukis rasa ingin tahunya.
Cheril, sapaan akrabnya, adalah sosok yang tidak bisa diam jika melihat sebuah sistem yang belum ia pahami cara kerjanya. Di balik pembawaannya yang tenang, tersimpan ambisi besar untuk membuktikan bahwa ia mampu menaklukkan dunia teknologi bukan karena privilege keluarganya, melainkan melalui dedikasi dan kerja kerasnya sendiri.
đź’» Mulai Belajar Pemrograman
Belajar pemrograman di Dicoding Academy dan mulai perjalanan Anda sebagai developer profesional.
Daftar SekarangKetertarikannya pada dunia digital bukanlah sebuah kebetulan yang datang tiba-tiba. Cheril tumbuh dengan melihat sang ayah bergelut dengan barisan kode dan logika komputer. Ayahnya bukan sekadar praktisi, melainkan seorang dosen informatika yang kini dipercaya mengemban amanah sebagai dekan.
Meski tumbuh dalam lingkungan yang sangat mendukung, Cheril tidak pernah dipaksa untuk mengikuti jejak sang ayah. Namun, diskusi-diskusi hangat di meja makan dan melihat bagaimana teknologi mampu memberikan solusi praktis bagi kehidupan manusia perlahan-lahan menumbuhkan benih minat yang kuat dalam dirinya.
Ingin Dalami Teknologi dengan Serius, Cheril Berkuliah Teknik Informatika

Keputusan Cheril untuk mendalami Teknik Informatika di UIN Sunan Kalijaga adalah langkah sadar yang ia ambil untuk meresmikan minatnya. Ia ingin memahami teknologi secara fundamental, mulai dari struktur data hingga algoritma yang kompleks.
Baginya, memiliki ayah yang seorang dosen informatika adalah sebuah keuntungan dalam hal bimbingan moral. Namun, dalam hal kompetensi teknis, ia harus berjuang di garis start yang sama dengan rekan-rekannya.
“Orang tua saya selalu menekankan pentingnya menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab. Mereka tidak pernah memaksakan saya untuk menjadi sesuatu yang spesifik, tetapi selalu mendukung saya untuk berkembang di bidang yang saya pilih,” ujar Cheril.
Prinsip kemandirian inilah yang mendorongnya untuk tidak hanya mengandalkan materi perkuliahan di kelas, tetapi juga aktif mencari program pengembangan diri di luar kampus.
Melengkapi Ilmu yang Sudah Diperoleh di Bangku Kuliah dengan Belajar dalam Program Badan Ekraf Digital Talent

Pencarian Cheril akan pengembangan diri membawanya pada program Badan Ekraf Digital Talent (BDT) tahun 2024. Program yang diinisiasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ini menjadi titik balik penting dalam perjalanan belajarnya.
Jika di kampus ia banyak berkutat dengan teori, dalam program BDT, ia justru dihadapkan pada kurikulum yang sangat dinamis dan berorientasi pada kebutuhan nyata industri. Melalui platform Dicoding, ia mendalami berbagai modul teknologi yang sedang relevan saat ini.
Cheril merasakan bahwa struktur pembelajaran di BDT dirancang sedemikian rupa untuk membuat peserta tidak hanya sekadar “tahu”, tetapi juga “paham” hingga ke akar teknisnya. Pengalaman ini menurutnya sangat berbeda dengan metode belajar konvensional yang terkadang terasa kaku.
“Penting bagi mahasiswa untuk membangun fondasi yang kuat dan tidak takut mendalami hal-hal teknis, agar kita tidak hanya memahami teknologi di permukaan, tetapi juga secara menyeluruh. Program seperti BDT memberikan akses tersebut dengan sangat maksimal,” ungkapnya
Bagi Cheril, fleksibilitas dan kedalaman materi di BDT memungkinkannya untuk bereksperimen dengan berbagai proyek nyata. Ia belajar bagaimana mengelola proyek digital dengan standar profesional, sebuah keterampilan yang sulit didapatkan hanya dari buku teks kuliah.
Berkembang sebagai IT System Analyst

Kini, Cheril telah berhasil membuktikan kapasitasnya di dunia profesional. Berdomisili di Bandung karena diterima bekerja di ITAsoft Indonesia sebagai IT System Analyst, ia membawa bekal berharga dari BDT untuk menjawab tantangan di industri yang bergerak sangat cepat. Program BDT tidak hanya memberikannya sertifikasi, tetapi juga kepercayaan diri untuk bersaing di level yang lebih tinggi.
Cheril menyadari bahwa akses terhadap pendidikan teknologi berkualitas tinggi sering kali menjadi kendala bagi banyak talenta muda. Namun, melalui BDT, ia melihat bahwa hambatan tersebut mulai terkikis. Ia menekankan betapa besarnya dampak program ini terhadap kesiapannya untuk memasuki dunia kerja.
“Akses untuk berkembang sebenarnya terbuka luas, selama kita mau mencari dan memanfaatkannya dengan maksimal. Dari BDT, saya belajar menemukan cara belajar yang paling sesuai sekaligus membangun pengalaman yang relevan,” ujar Cheril.
Ilmu yang ia peroleh dari program tersebut kini menjadi senjata utamanya dalam menyelesaikan berbagai tugas kompleks di pekerjaannya saat ini. Ia kini menjadi seorang profesional IT yang kompeten dan mampu memberikan solusi efektif bagi perusahaan.
Menginspirasi Generasi Baru Talenta Digital

Cheril adalah representasi dari generasi baru talenta digital Indonesia yang berani keluar dari zona nyaman. Ia tidak ingin terjebak dalam stigma bahwa perempuan atau mereka yang memiliki latar belakang keluarga tertentu akan mendapatkan kemudahan. Ia justru memilih jalur yang menantang dengan terus memperbarui kemampuannya melalui pembelajaran mandiri. Mengenai peluang yang ada di program seperti BDT, ia berpesan kepada sesama talenta muda.
“Jangan ragu untuk mulai meskipun belum merasa benar-benar siap. Ketertarikan dan rasa ingin tahu bisa menjadi modal awal yang sangat penting. Melalui program BDT, kita diberikan kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi secara setara.”
Sebagai lulusan BDT, Cherillya terus melangkah maju. Dengan semangat mandiri yang ditanamkan kedua orang tuanya dan fondasi teknis kuat yang didapatkan dari program BDT, ia tidak hanya sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun masa depan digital Indonesia yang lebih baik. Bagi Cheril, perjalanan ini baru saja dimulai, dan ia siap untuk menaklukkan setiap baris kode yang ada di hadapannya.
