Melangkah ke Tahun 2021, Dicoding Setia Kembangkan Talenta Digital Berstandar Global.

Bandung, 5 Januari 2021 – Melangkah ke tahun 2021, Dicoding setia kembangkan talenta digital Indonesia berstandar global. Sejak 2015 Dicoding tumbuh sebagai platform edu-tech terbesar dengan lebih dari 370.000 member dari 515 kota di Indonesia. Lebih lanjut, sebanyak 1,100 anggota dari kalangan perusahaan perintis (startup) juga memanfaatkan program-program Dicoding untuk memotivasi, mendukung, dan meningkatkan kualitas karya digitalnya. Merengkuh ekosistem developer yang sedemikian besar, komitmen kami tetap sama: mencetak developer berkualitas yang keahliannya sangat dibutuhkan Indonesia di era percepatan digitalisasi ini.

Faktanya, menurut data yang dilansir World Bank, Indonesia memerlukan 600.000 SDM digital setiap tahun. Semua demi memajukan transformasi digital di semua sendi kehidupan. Meski didera pandemi, Indonesia dapat merealisasikan target tersebut dengan dukungan ekosistem IT tanah air, termasuk platform pendidikan teknologi seperti Dicoding. 

Kelas programming di Dicoding tersaji secara online, berbahasa Indonesia, dan komprehensif mencakup 6 pilihan alur belajar berkurikulum industri global, yakni: 1) Android Developer; 2) Azure Cloud Developer; 3) Front-End Web Developer; 4) iOS Developer; 5) Multi-Platform Developer; dan 6) Machine Learning Developer. Setiap alur berisi jenjang kelas bertingkat dari level dasar sampai dengan profesional. Kami hanya mengajarkan kurikulum dari patron teknologi dunia seperti Google, IBM, Microsoft, Line, dan AWS agar developer Indonesia siap bersaing dan berkarier global. 

Tentunya upaya menyajikan materi berstandar tinggi seperti ini, sangatlah menantang bagi perusahaan dengan 35 orang personil. Tapi bagi kami, tujuan mengembangkan talenta digital Indonesia berstandar global adalah harga mati yang tak bisa ditawar. Terbukti, kami dipercaya menjadi satu-satunya Mitra Pelatihan Resmi Google di Indonesia. Tahun 2019 silam Dicoding juga menjadi perusahaan Indonesia pertama yang meraih ASEAN Business Awards: Skill Development, sebuah kompetisi bergengsi untuk entitas bisnis se-Asia Tenggara.

Kilas balik 6 tahun ini, kami bersyukur atas dukungan yang tak henti mengalir. Mitra utama kami merentang dari Pemerintah (Baparekraf, Kemenkominfo), perusahaan teknologi global (Google, Microsoft, AWS, IBM, dan LINE), hingga perusahaan teknologi nasional (Indosat Ooredoo), dsb. Para pemangku kepentingan ini telah bersama-sama menguatkan pilar Academy, Challenge, Event, dan Job Dicoding. 

  • Derap kolaborasi di atas nyata mencetak lebih dari 45.000 lulusan Academy yang lantas membangun startup-nya sendiri, bekerja di unicorn, hingga berkarier di perusahaan multinasional mancanegara. Kisah-kisah mereka bisa dinikmati di www.dicoding.com/blog.
  • Kolaborasi tersebut di antaranya adalah Bangkit yang merupakan program kesiapan karir dari Google berupa Kampus Merdeka di mana Dicoding berperan sebagai penyedia kurikulum setara 20 SKS; program Digital Talent Scholarship bersama Kemenkominfo; program Baparekraf Developer Talent; program IDCamp bersama Indosat Ooredoo; program IBM New Scholar & Skill Accelerator Center, program LINE Developer Academy, dsb.
  • Dari sisi Challenge, sebanyak 191 kompetisi karya digital telah kami rilis. Hasilnya berupa 6.000 aplikasi dan games dari developer peserta yang sukses mendulang lebih dari 225 juta kali unduhan.
  • Pilar Event -platform kegiatan seminar IT kami- telah merealisasikan lebih dari 1.000 acara offline dan online berkaliber nasional seperti Baparekraf Developer Day hingga level komunitas. Event telah merengkuh hampir 100.000 peserta di dalam dan luar negeri.
  • Terakhir, fitur Job telah menjadi andalan hampir 200 mitra perusahaan kami yang merentang dari Gojek, ExxonMobile, hingga startup, untuk mencari kandidat developer dari lulusan Academy.

Lebih lanjut, CEO dan Founder Dicoding, Narenda Wicaksono, bertutur: 

“Kini semua bangsa bergerak menuju dunia digital yang bertumpu pada inovasi teknologi di semua sendi kehidupan. Kami yakin pendidikan teknologi adalah fondasi bagi setiap bangsa agar menjadi yang terdepan dalam menghadapi dunia digital.

Kami ingin memperkuat komitmen kami sebagai platform pendidikan teknologi yang membantu menghasilkan talenta digital berstandar global. Semua demi mengakselerasi Indonesia di era pandemi ini agar bangkit menjadi yang terdepan.“

Untuk mulai belajar pemrograman di Dicoding, peserta dapat memanfaatkan fitur: 1) Langganan; 2) Beasiswa dari mitra (tersedia pada waktu-waktu tertentu, sesuai lini waktu beasiswa); ataupun 3) Beasiswa Pendidikan bulanan (www.dicoding.com/p/beasiswa). Sebagai wujud solidaritas di masa pandemi ini Dicoding juga telah menyalurkan Beasiswa Sehat pada lebih dari 25.000 developer Indonesia. 

Pendaftaran studi di Dicoding terbuka setiap saat. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi website https://www.dicoding.com/ maupun sosial media Dicoding (IG: @dicoding; FB: @dicoding; Twitter: @dicoding; Youtube: Dicoding Indonesia).

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this: