Kerja di Unicorn

Masih Kuliah, Sudah Diterima Kerja Di Unicorn: Kok Bisa?

Masih Kuliah, Sudah Diterima Kerja Di Unicorn: Kok Bisa?

Meski masih kuliah, Rui Fernando (21 tahun) sudah mengantongi tiket emas kerja di unicorn. Jika tiada aral melintang, Rui akan mulai debutnya  sebagai programmer Juni 2020 mendatang di Tokopedia. Kok bisa? Bagaimana ceritanya? Apa yang bisa kita pelajari dari kisahnya? Simak

Bicaranya ceplas ceplos tapi terstruktur dan runut. “Rui” panggilannya sehari-hari. Siapa sangka hobi matematikanya sejak kecil, jadi langkah awalnya menekuni dunia programming. Arek Suroboyo ini kini mahasiswa semester 7 Teknik Informatika, Sekolah Tinggi Teknik Surabaya.

“Semoga bentar lagi lulus. Doakan ya,” ujarnya. Meski dag dig dug menuntaskan skripsi, Rui bisa bernafas lega.

Pasalnya, ia tak perlu lagi cari kerja sana sini saat lulus nanti. Tiket emas jadi engineer Tokopedia, sudah di genggaman. Ia mendapatkan posisi tersebut setelah unggul berkompetisi dengan 1,700 developer lainnya se-Indonesia!

Penasaran kan, apa rahasianya? Simak 4 tipsnya berikut ini

#1 Ikuti Ajang Pencarian Bakat di Kampus 

Rui mengikuti ajang pencarian bakat dari sebuah unicorn di kampusnya yang bertajuk  “Seleksi Tokopedia Devcamp.” Di ajang tersebut, Rui berbagi tentang 5 (lima) lapisan seleksi yang ia jalani:

  1. Seleksi CV 
  2. Competitive programming

Tahap ini mengetes sejauh mana skill, kecepatan, dan efisiensi kandidat saat memecahkan masalah. Lebih tepatnya, mencari algoritma penyelesaian masalah dan mengimplementasikan algoritma tersebut menjadi sebuah program komputer. Rui merasa beruntung. Ia telah memiliki bekal problem-solving ini dari Olimpiade Matematika-nya saat SMA dulu.

  1. One-on-one coding test

Pernah tes coding pakai kertas HVS sebagai medium? Ternyata kamu masih memerlukannya untuk lamar kerja (di unicorn)!

  1. Wawancara dengan bagian personalia  
  2. Psikotes

Sebanyak 1,700 orang pelamar berguguran hingga terpilih 39 orang. Lalu menyempit lagi jadi 5 orang. Kelima developer dari Surabaya ini, termasuk Rui, berhasil tembus seleksi program Devcamp di Jakarta

Kerja di Unicorn

Terpilih menjadi salah satu perserta Tokopedia DevCamp 2019

#2 Menyiapkan Skill untuk Dilirik Kerja di Unicorn

Tak mungkin bisa ikut seleksi tanpa bekal yang cukup. Tapi modal materi kuliah saja, jelas kurang. Kurang materi Android tepatnya, bidang favorit Rui. Karena itulah ia sempat mengikuti kelas online berbahasa inggris tentang android, tapi kurang sreg.

Ia bersyukur menemukan Dicoding tahun 2018 atas rekomendasi teman. Motivasinya ikut Dicoding supaya “Jadi programmer yang bisa menyelesaikan masalah dengan coding yang simpel dan maintainable”

Pertengahan 2018, ia mengikuti program Google Developer Kejar. Rui pun belajar di Academy via beasiswa Kotlin Android Developer Expert. Seperti apa sih pendapatnya tentang kelas di Dicoding?

“Materi dari Dicoding sangat-sangat lengkap dan dikemas dengan baik. Saya mengambil ilmu dari Dicoding bagaimana cara membuat aplikasi Android dengan benar.

Biasanya itu yang ada di kursus lainnya, hanya buat. Tapi kalau Dicoding itu mengajarkan bagaimana cara untuk testing. Poin testing itu, adalah nilai plus. Dengan GDK pula, saya jadi belajar tentang core components yang diperlukan untuk membuat sebuah aplikasi.” (Rui)

Kerja di Unicon

Salah satu perserta Google Developers Kejar Batch 2 yang dibimbing oleh fasilitator Agus Dwi Prastyawan.

Sejalan dengan minatnya di Android, Rui memang fokus belajar di 3 kelas Android di Dicoding, yaitu kelas Membuat Aplikasi Android untuk Pemula, Kotlin Android Developer Expert, dan Belajar Android Jetpack Pro.

#3 Keep up Teknologi Terbaru dengan Berkomunitas

Menurut Rui, ini adalah sifat wajib yang harus dimiliki oleh setiap developer. Programmer harus punya pengetahuan akan teknologi terbaru. Dengan belajar hal-hal terbaru, kita bisa menemukan cara baru untuk membuat pekerjaan kita jadi lebih efisien.

Lalu bagaimana caranya kita bisa keep up setiap saat?

“Berkomunitas!” ujar Rui lantang. “Komunitas gak cuma tempat temukan solusi, tapi sumber meetup bulanan membahas teknologi terbaru,” ujar member aktif Android Dev Surabaya ini.

#4 Jangan Cepat Puas 

Teknologi berkembang cepat. Saat kita lulus dari MADE atau KADE, jangan merasa hebat. Jangan lengah. Tiap unicorn punya tech stack-nya sendiri-sendiri. Kita harus selalu penasaran, bisa cepat adaptasi saat ada perubahan, dan kerja dengan ritme cepat.

Solusinya, kita bisa baca-baca  artikel, dari medium. Berdiskusi dengan developer lain. Kalau untuk Riu, hobinya menonton sesi Android Developer di Google I/O via youtube. Dari situ ia mendapatkan informasi baru, seperti library anyar.

Keempat tips di atas telah membawa Rui ke pintu gerbang karirnya di unicorn. Fakta menariknya: Riu juga seorang pianis pemegang rekor MURI loh, saat pentas bersama kelompoknya di Poland, Warswa. loh. Unik ya?

Kerja di Unicorn

Bagaimana denganmu?  Apa kamu juga ingin bekerja di unicorn? Apa rahasiamu agar karirmu kelak, cemerlang?

Jika kamu ingin kenalan dan belajar lebih lanjut di Academy, klik di sini ya.

Masih Kuliah, Sudah Diterima Kerja Di Unicorn: Kok Bisa

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding