Besar Market Aplikasi & Game Edukasi di Indonesia

Penduduk Indonesia saat ini tercatat 255 juta orang, dengan jumlah smartphone yang terjual hampir 100 juta membuat penetrasi internet saat ini berada di angka 30%. Situasi ini membuat Indonesia berada dalam  posisi download nomor 9 tertinggi didunia dalam Google Play Store. Sebuah posisi yang membuat banyak top publisher dan top developer dari luar berusaha untuk mencari cara agar mendapatkan kue dalam real estate digital yang bernama Indonesia.

Dalam sebulan terakhir banyak sekali acara yang mengatasnamakan developer conference yang tak lain adalah sebuah ajang perkenalan dari pemain asing untuk mencari mitra local agar dapat melokalisasi dan membuat konten nya menjadi relevan dengan market Indonesia. Lalu apakah kita akan diam saja? Ada 3 opsi yang bisa dilakukan oleh kita sebagai pemain lokal, sbb:

  1. Bermitra dengan pemain global untuk membawa konten mereka agar relevan.
  2. Berperang sendiri.
  3. Bermitra dengan sesama.

Kami dalam dicoding memilih opsi nomor 3 dan dalam hal ini kami mengajak teman-teman developer untuk melihat salah satu kue yang agak sulit dimainkan oleh pemain non lokal dan seharusnya bisa kita garap bersama. Kue tersebut bernama edukasi.

Dalam berbagai kesempatan saya telah berdiskusi dengan banyak hardware manufacture dan ternyata penjualan device tablet maupun smartphone di range price bawah sangat tinggi. Tingkat adopsi masyarakat yang tinggi ini tidak diimbangi oleh kehadiran konten edukasi yang mumpuni. Padahal secara market, alasan buyers di range price tersebut membeli device adalah untuk edukasi.

9% dari penduduk Indonesia adalah anak usia taman kanak-kanak. Tercatat 27 juta murid sekolah dasar dengan komposisi 52% laki-laki dan 48% perempuan. Hampir 10 juta anak usia sekolah menengah pertama membuat kombinasi market ini (TK, SD, SMP) hampir 24% dari total penduduk Indonesia.

anak sd

Hal ini yang menjadi alasan kami meluncurkan kampanye untuk mentrigger aplikasi dan games edukasi untuk anak TK, anak SD, dan anak SMP yang harapannya kelak dapat mendulang kue yang besar tersebut. Kami sangat berharap rekan-rekan developer dapat membuat aplikasi atau game yang mendidik. Perlu diketahui bahwa dalam market ini ada beberapa stakeholder yaitu pendidik (guru), pengawas (orang tua) dan murid.

Kunci sukses dalam menggarap market ini adalah bila aplikasi atau game yang dibuat bisa memberikan carrot kepada setiap stakeholder.

Setiap aplikasi yang lolos akan mendapatkan media support dari Dicoding dan dengan dukungan Intel akan mendapatkan akses ke hardware manufacture agar mendapatkan preload dalam top selling device. Semoga kue ini bisa menjadi milik kita bersama. Amin!

 

Notes

Saya akan memaparkan lebih detail di UIN Yogyakarta, JDV Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Co-Founder Dicoding