Kenali Budaya Indonesia Menggunakan Kamus Budaya Indonesia

Budaya Indonesia merupakan kekayaan negara kita yang harus terus dirawat dan dipertahankan. Banyak cara kreatif yang bisa kita, generasi muda, lakukan untuk membantu melestarikan kebudayaan kita. Developer asal Yogyakarta yang bernama Plaps Studio mencoba untuk turut serta berperan dan berkontribusi membela kekayaan budaya dengan aplikasi yang bernama Kamus Budaya Indonesia.

Background Developer & Challenge 

plaps studio

plaps studio

Plaps Studio merupakan studio aplikasi yang berdiri pada bulan Januari 2015. Studio didirikan oleh empat orang mahasiswa dari kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yakni Nur rohman, Agil Mubarok, Mona Arcelia, dan Ahmad Subhan yazid. Awalnya studio ini terbentuk karena mengikuti kegiatan kompetisi dan semenjak itu berkomitmen untuk terus berkarya.

Aplikasi karya Plaps Studio yang berjudul Kamus Budaya ini telah memenangkan chalange di Dicoding yakni Create Any Education Appllication or Games for Junior High School.

Background App

Screenshot_2015-10-27-23-06-24

Kamus Budaya dikembangkan dengan niat untuk membantu mengedukasi masyarakat, terutama anak-anak. Dibuat dengan tujuan untuk mengikuti tantangan di Dicoding, aplikasi ini menyasar anak SMP untuk bisa menggunakan Kamus Budaya.

Dengan Kamus budaya, diharapkan siswa dan siswi SMP dapat dengan mudah mendapatkan informasi tentang budaya Indonesia. Aplikasi yang disediakan secara cuma-cuma ini akan dapat membantu meringankan pengeluaran siswa dan siswi SMP untuk membeli buku dan mendapatkan informasi tersebut di Kamus Budaya.

Review App

Screenshot_2015-10-27-23-06-30

Kamus Budaya merupakan kumpulan informasi budaya Indonesia yang berisi informasi terkait kebudayaan tersebut. Ada banyak sekali ragam budaya yang bisa kita temukan di dalam aplikasi ini seperti tari-tarian, alat musik, dan lain sebagainya. Kita bisa melihat informasi lebih detil tentang ragam budaya yang ada di dalam aplikasi ini.

Konsep Kamus Budaya mungkin bisa dibilang mirip dengan Wikipedia yang dibuat khusus untuk konten budaya. Di sini kita sebagai pengguna bisa memasukan jenis kebudayaan yang belum terdapat di dalam kamus ini. Bahkan kita juga bisa menyunting berbagai konten yang tersedia tanpa melalui kurasi dari pihak developer. Tentu hal ini bisa jadi pedang bermata dua. Di satu sisi konten yag tersedia akan semakin banyak, di sisi lain kredibilitas dari suatu informasi akan menjadi kurang valid.

Development Tools

Android Studio

Android Studio

Development tools yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi Kamus Budaya sangat sederhana. Aplikasi ini dibangun dengan Android Studio yang merupakan native SDK untuk pengembangan aplikasi berbasis Android. Lalu untuk kebutuhan visual, digunakan CorelDraw yang merupakan salah satu tools untuk desain graphic yang cukup populer.

Aplikasi ini dikembangkan hanya oleh satu orang dalam waktu seminggu. Nur Rohman yang merupakan founder dari Plaps Studio yang mengerjakan aplikasi Kamus Budaya.

Monetization

 Admob by Google

Admob by Google

Untuk monetization, Plaps Studio memanfaatkan model in advertising atau memasang iklan di dalam aplikasinya. Dengan menggunakan model ini, kita bisa mendapatkan keuntungan setiap ada pengguna yang melihat atau membuka iklan yang kita tampilkan di dalam apliskasi ini. Plaps Studio menggunakan layanan Admob dari Google sebagai penyedia jasa iklan untuk perangkat mobile.

Kesimpulan

Screenshot_2015-10-27-23-06-03

Kamus Budaya merupakan aplikasi yang cukup bermanfaat, terutama bagi para pelajar yang membutuhkan informasi terkait ragam budaya Indonesia. Namun sayangnya proses input data tanpa kurasi dapat membuat Kamus Budaya Indonesia ini kurang bisa dipertanggungjawabkan konten yang ada di dalamnya. Masih banyak ruang pengembangan yang bisa dilakukan oleh Plaps Studio namun patut kita apresiasi semangatnya untuk membantu sektor edukasi, terutama edukasi budaya, di Indonesia.

Unduh Kamus Budaya Indonesia: Google Play (free)

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

CEO and GameDev @arsanesia | Blogger http://ardisaz.com | Writer @Trenologi and @Dicoding | GGMU | gadgetboy | and many more