Jangan Minder, Belajar Pemrograman Tidak Mengenal Umur

Tidak Perlu Minder, Belajar Pemrograman Tidak Mengenal Umur – karya Perdana Samudra, Intern Junior Content Writer di Dicoding

“Umur saya sudah 40 tahun, bisa ga sih saya belajar programming?” – suka ada pertanyaan seperti itu di beberapa forum atau media sosial. Padahal sejatinya tidak perlu minder, belajar pemrograman tidak mengenal umur. Umur akan terus bertambah seiring berjalannya waktu, kalau tidak sekarang kapan lagi? Misalnya sekarang umur kamu 35 tahun dan kamu bilang, “Kenapa ga belajar ngoding dari muda dulu ya?”, setelah berumur 40 akan bilang lagi seperti ini,“Kenapa 5 tahun lalu ga belajar ngoding aja ya?” dan begitu seterusnya. Kalo ga mulai-mulai belajar yang kamu dapati hanya penyesalan.

Programming adalah bidang yang berapa pun umur kamu jika kamu punya keinginan untuk belajar dan berkembang kamu akan bisa jadi programmer. Ini ada cerita dari beberapa programmer yang tidak perlu mementingkan umur

Masako Wakamiya

Belajar Pemrograman Tidak Mengenal Umur seoerti Masako Wakamiya

Masako Wakamiya bersama Tim Cook, CEO Apple, Foto: DPA

Wakamiya merupakan seorang wanita berusia 82 tahun yang menjadi developer iOS dan mengembangkan game gratis bernama “Hinadan-the doll staircase”. Awalnya pensiun dari dunia kerja pada umur 1990-an , Wakamiya merasa bahwa di usia-nya yang menginjak 60 tahun saat itu bukan berarti dia harus mematikan keinginan belajar dan kreativitasnya.

Setelah pensiun, Wakamiya merasa banyak waktu yang terbuang percuma jika tidak diisi dengan hal bermanfaat. Setelah menyelesaikan masa baktinya sebagai pegawai bank di Tokyo, dia mengisi waktu luangnya dengan belajar komputer. Jaman sekarang orang tua umur 50 saja masih banyak kan yang buta teknologi, padahal umur Wakamiya saat baru pertama kali memegang komputer sudah kepala enam.

“Saya senang bisa pensiun, karena dengan itu saya memiliki lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Lalu saya bergabung dengan klub online untuk manula yang bernama Mellow Club. Saat itu lah dunia saya mulai berkembang. Pada saat itu juga memasuki era internet, dan minat saya mulai tumbuh juga. Hal ini membuat saya bahagia”, cerita Wakamiya sambil tersenyum.

Di usia tua ini banyak orang-orang yang mencari cara agar terlihat lebih muda, padahal katanya itu adalah hal yang sia-sia layaknya mencegah matahari terbenam. Jadi daripada membuang waktu dengan hal yang tidak berguna seperti mengurusi penampilan luar, dia merasa lebih baik meningkatkan kemampuan dalam diri sehingga dia bisa berguna bagi orang banyak.

Kesuksesan Wakamiya dalam mempelajari pemrograman dan membuat aplikasi di umur tua, membawa dia ke Worldwide Developer Conference dan bertemu langsung dengan Tim Cook.

Tanmay Bakshi

Belajar Pemrograman Tidak Mengenal Umur seperti Tanmay

Foto: IBM

Tanmay memulai belajar pemrograman sejak usia 5 tahun dengan dikenalkan Foxpro dan Batch. Di saat orang tua sekarang berpikir bahwa di usia segitu adalah usia bermain anak dan belum saatnya untuk belajar serius, ayah Tanmay yang memang seorang programmer, mendukung keinginan belajar anaknya yang tertarik dengan pemrograman.

Pada umur 8 tahun di saat anak sedang asik-asiknya bermain, sedang nakal-nakalnya, Tanmay belajar mengembangkan aplikasi iOS. Pada umur 9 tahun, dia sudah mempublikasikan aplikasi iOS pertamanya. Baginya belajar pemrograman memiliki perasaan yang menyenangkan seperti saat bermain dengan mainan.

Semangat untuk terus belajar, Tanmay sukses mendapat predikat sebagai Developer IBM Watson termuda di dunia.

Di Indonesia juga ada cerita mirip Tanmay Bakshi yaitu Alvin Gunawan yang sejak SD sudah bisa membuat aplikasi.

Dua cerita di atas merupakan bukti bahwa berapa pun usia mu, selama kamu memiliki keinginan kuat dan rasa penasaran di dunia teknologi, semua orang pasti bisa belajar pemrograman hingga menjadi profesional. Jangan perdulikan kata orang jika kamu ingin belajar suatu hal yang menurutmu dapat membawamu menjadi pribadi yang baik. Segeralah melangkah dan jangan ragu. Sebagian orang hanya melihat tokoh di atas dari hasil pencapaiannya saja. Tetapi kita tidak tahu bahwa setiap satu kesuksesan ada ratusan bahkan ribuan halangan yang mereka hadapi.

Tidak Perlu Minder, Belajar Pemrograman Tidak Mengenal Umur

-end-

Artikel ini ditulis oleh Perdana Samudra, Junior Content Writer Dicoding
“Dengan Dicoding kamu tidak belajar sendiri tetapi juga dengan ribuan developer di seluruh Indonesia.”

Mulailah bergerak dari sekarang di https://www.dicoding.com/academies

Mau cerita sukses lain? https://www.dicoding.com/blog/jago-bikin-aplikasi-android/ 

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Intern Junior Content Writer di Dicoding