Game Engineer Dicoding Hadiri Level Up KL 2019 di Malaysia

Mimpi Jadi Nyata: Game Engineer Dicoding Hadiri Level Up KL 2019

Mimpi Jadi Nyata: Game Engineer Dicoding Hadiri Level Up KL 2019

Halo teman-teman,

perkenalkan kami Agil Julio dan Buchori Rafsanjani. Biasanya kalau di kantor kami dipanggil kakak beradik karena memang memiliki satu passion, yaitu di bidang Game.

Kami ingin berbagi cerita dan pengalaman awal bulan lalu selama 5 hari (5-9 November 2019) di Malaysia untuk menghadiri sebuah acara yang luar biasa dan terbesar di Asia Tenggara, apa itu? Level Up KL! 

Level Up KL adalah acara festival game terbesar di Malaysia yang diselenggarakan oleh Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC) sebagai ujung tombak ekonomi digital di Malaysia. Tujuannya adalah untuk menciptakan platform bagi Gamer, Publisher, Game Developer, perusahaan, dan Esports untuk memanfaatkan pasar hiburan terbesar sebagai pertumbuhan ekonomi utama di Malaysia.

Dalam 4 tahun terakhir, Level Up KL telah menjadi acara industri utama di Asia Tenggara untuk pengembang game. Dengan tujuan menyatukan pemain lokal dan internasional ke kancah pengembangan game regional di Asia Tenggara. Level Up KL juga menyediakan platform bagi para pelaku di industri untuk berinteraksi, belajar, dan berbagi pengetahuan. Nah, yang membuat kami tertarik untuk menghadiri acara ini adalah:

  1. Lebih dari 60 pembicara terkemuka dari industri game internasional;
  2. Lebih dari ratusan peserta konferensi yang hadir untuk menemukan talenta, menjalin koneksi serta bisnis, dan membentuk kemitraan bisnis. 

Keren gak, tuh? Banget! Maka dari itu kami pun tertarik hadir untuk menjalin relasi dengan Game Developer dari negara lain. 

Level Up KL juga terbagi menjadi dua bagian acara, yakni: Level Up KL Biz dan Level Up KL Play. Nah, kalau kami menghadiri yang Level Up KL Biz (kebetulan karena kami Game Developer hehe).
Level up KL 2019

Level Up KL 2019: Pengalaman Pertama Kalinya ke Luar Negeri 

Jadi, bagaimana sih kami bisa terbang ke acara tersebut? Jawabnya adalah, kami ditugaskan Dicoding untuk menghadiri acara tersebut. Tujuannya, supaya bisa membagikan insight dan knowledge yang didapat dari sana ke teman-teman di tanah air, termasuk yang sekarang lagi membaca pengalaman kami ini. Semoga bermanfaat, ya.

Sebelum pergi ke luar negeri, ada yang perlu diperhatikan pastinya tak lain dan tak bukan yaitu paspor. Tidak hanya itu, SIM Card/data roaming untuk internet juga diperlukan, penukaran uang cash untuk kebutuhan sehari-hari di sana. Dan tentunya minimal bisa/paham bahasa Inggris agar dapat berbicara dengan foreigner dan peserta/speaker Level Up KL untuk saling bertukar informasi.

Mungkin kalian berpikir bahwa ke Malaysia adalah hal yang sama dengan pergi ke ujung barat atau timur Indonesia? Tentu tidak! Penulis merasakan yang namanya homesick akan makanan khas Indonesia, mengapa? Karena di sana kami susah payah untuk menemukan makanan tanpa harus menggunakan jasa layanan antar makanan, kalau di Indonesia pasti dengan mudahnya kami menemukan makanan di Warteg atau Warkop. Apakah teman-teman di sini mengalami hal yang serupa saat pergi ke luar negeri? Tulis di kolom komentar, ya.

 

Ilmu yang Bermanfaat

Level up KL 2019

Acara Level Up KL Conference yang digelar selama 2 hari terbagi dalam 4 track, antara lain:

  1. Production Track:
    p
    roses pengembangan game seperti tips dalam membuat game, bagaimana membuat mekanik game yang bagus, dsb. Biz & Tech Track membahas tentang sisi teknis dan teknologi terbaru yang digunakan dalam game seperti teknologi AR/VR, Unity, Unreal, dan masih banyak lagi.

  2. Biz & Tech Track:
    T
    idak hanya tentang teknologi, melainkan juga tren industri game saat ini terutama di daerah Asia Tenggara.
  3. Esports Track:
    Track ini sangat cocok bagi teman-teman yang berkecimpung sebagai profesional gamer, streamer, maupun influencer yang ingin mengetahui apa saja sih yang sedang hype di dunia Esports saat ini.
  4. Indie Track:
    M
    engupas kisah-kisah para Indie Game Developer dalam mengembangkan studio game-nya, cara untuk publishing game sebagai Indie Game Dev, hingga marketing.

 Materi yang disampaikan dalam semua track sangat relevan dengan kebutuhan industri game saat ini. Mulai dari membahas tips mengembangkan game, teknologi dalam pengembangan game, tips untuk mempublikasikan game yang sudah dibuat hingga tren industri game saat ini. Pokoknya paket lengkap banget, deh. 

Berbicara mengenai materi yang dibahas, tentu saja kita ingin tahu dong siapa pematerinya? Tentunya pemateri yang mengisi setiap track keren-keren banget. Mulai dari yang bekerja di studio game terkenal, perusahaan teknologi, hingga publisher yang siap berjejaring dan berbagi informasi dengan kita. Oh iya, untuk cerita lengkapnya mengenai apa saja sih oleh-oleh ilmu dari Level UP KL 2019 Malaysia, nanti di akhir artikel ini akan ada siaran ulang Webinar Dicoding Live yang membahas tentang acara Level Up KL 2019 di Malaysia. Simak terus kisah penulis di bawah ini ya, masih ada lho cerita lanjutannya.
Level up KL 2019

Bertemu dengan Idola

Pucuk dicinta ulam tiba, kata-kata itulah yang membuat kami bahagia tiada henti. Bayangkan jika kalian bertemu dengan idola kalian dan ingin menyapa, berbincang, dan berfoto bersama, itulah yang kami rasakan dan mereka ada di depan mata. Kami hanya mendapat kesempatan dari salah satu idola yang kami kagumi untuk berbincang dan berfoto bersama, yaitu Daisuke Hiragami, Director game Naruto dan Ninja Gaiden dari Soleil. Arigatou Gozaimasu!
Level up KL 2019
Tidak hanya bertemu dan bertegur sapa dengan Daisuke Hiragami, kami pun bertemu idola kami yang lain yaitu Wan Hazmer. Beliau adalah ex Lead Game Designer yang menggarap proyek game terbesar dengan judul Final Fantasy XV besutan Square Enix.

Dengan penuh bangga, kami banyak belajar dari idola kami satu ini, seperti pepatah menyebutkan “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China” dan “Rumah, sejauh apa pun berada, dia kan selalu menjadi tujuan terakhir untuk kembali pulang”.

Wan Hazmer lulusan Asia Pacific Institute of Information Technology (APIIT) di Kuala Lumpur ini memiliki background di bidang desain dan melanjutkan passion-nya hingga ke negeri Sakura. Setelah proyek game Final Fantasy XV rampung, beliau pun ingin melanjutkan passion-nya dan ingin kembali ke negara asalnya yaitu Malaysia untuk mengembangun studio-nya sendiri bersama rekannya. Selang beberapa bulan, Wan Hazmer dan Daim Dziauddin (Concept Artist dari game Street Fighter V) membangun studio yang bernama Metronomik.
Level up KL 2019

Game Indonesia Mengepakkan Sayapnya di Kancah Internasional

Dan di penghujung acara tak disangka-sangka, 3 game Indonesia masuk nominasi dan menjadi pemenang penghargaan dari Sea Game Awards 2019. Tidak cuma itu, game milik Freemergency mendapatkan 2 penghargaan sekaligus:

  • When The Past Was Around (Mojiken Studio)
    Level up KL 2019
  • Valz (Klappanome)
    Level up KL 2019

  • Retrograde Arena (Freemergency)
    Level up KL 2019
  • Retrograde Arena (Freemergency)
    Level up KL 2019

Kesimpulan

Semoga artikel ini bermanfaat bagi yang telah membaca dan mendapatkan referensi jika ingin menghadiri Level Up KL di tahun mendatang. Untuk pembahasan lengkapnya kalian dapat menyimak semua pembahasan dan pengalaman kami selama di acara Level Up KL:

Atau kalian juga dapat melihat pengalaman kami selama di Malaysia:

Mimpi Jadi Nyata: Game Engineer Dicoding Hadiri Level Up KL 2019 – end

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Game Engineer at Dicoding Indonesia | AR/VR Enthusiast