Diciding Challenge

Semart Hydro, Pemenang Dicoding Challenge Solo 2019: Solusi Bertani Masa Kini

Semart Hydro, Pemenang Dicoding Challenge Solo 2019: Solusi Bertani Masa Kini

Agung Nur Fachdillah, Yazid Al Imron, dan Bagus Setiangga boleh bangga. Karya ketiga member Dicoding ini -“Semart Hydro” namanya- terpilih sebagai pemenang Local Thematic Challenge Solo 2019. Seperti apa? Kita simak

 

Menanam Sayur Metode Hidroponik dan Tantangannya

Go green berkembang jadi gaya hidup masa kini. Salah satu bentuknya adalah urban farming alias bercocok tanam di wilayah perkotaan. Metode urban farming favorit, salah satunya adalah hidroponik.

Hidroponik adalah bercocok tanam, umumnya sayur mayur, dengan media air. Hidroponik popular karena lebih praktis dibanding bertani konvensional dengan media tanah.

Meski praktis, ada satu masalah. Umumnya pengaliran air dilakukan secara manual dengan pompa. Untuk kaum urban yang sibuk, tentunya ini menyulitkan. Belum lagi kalau berpergian lama.

Tantangannya, bagaimana merawat tanaman hidroponik dengan lebih praktis?

Tiga developer asal Ponorogo yang tergabung dalam tim “Dark Logic Team,” punya solusinya.

 

Semart Hydro: Solusi Bertanam Sayur Hidroponik

Dark Logic Team menawarkan solusi yang mereka beri nama “Semart Hydro.” Seperti apakah itu?

Semart Hydro adala instalasi yang menggabungkan Internet of Things, teknologi informasi, dan teknik elektro.

Dicoding Challenge

Semart Hydro menawarkan 3 (tiga) fitur unik yang memudahkan para petani urban merawat tanaman hidroponik mereka. Cukup menggunakan HP android dan aplikasi Semart Hydro, kita bisa:


#1  
Mengairi hidroponik secara otomatis

Saat di luar kantor atau luar kota sekalipun, kita tinggal menyentuh tombol “ON” untuk mengautomasi pengairan. Kapanpun di manapun, tanaman hidroponik kita tetap terawat.   

Dicoding Challenge


#2  
Membantu fotosintesis secara buatan

Saat malam, proses fotosintesis pada tanaman pun berhenti karena tidak ada cahaya matahari. Untuk merekayasa ini, tim Dark Logic menambahkan sensor LDR di dalam instalasi mereka. Saat sensor tak lagi mendeteksi adanya sinar matahari, ia akan menyalakan lampu secara otomatis. Penerangan ekstra ini membantu tanaman melakukan fotosistensis.


# 3  
Memantau suhu dan kelembapan

Dengan peranti android dan aplikasi ciptaan mereka, kita bisa mendeteksi suhu dan kelembaban di ruangan. Data-data tersebut akan dikirimkan dari instalasi hidroponik ke database google firebase. Google firebase mengirimkan data ke handphone kita.

Semart Hydro, Pemenang Local Thematic Dicoding Challenge, Solo 2019  

Tiga developer di balik Semart Hydro ini adalah Agung Nur Fachdillah (electrical dan programming arduino), Yazid Al Imron (UI designer) dan Bagus Setiangga (Android Engineer). Mereka bertiga adalah mahasiswa Teknik Informatika dari Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Istimewaya, Semart Hydro juga menjuarai Local Thematic Challenge 2019 yang digelar Dicoding beberapa minggu lalu. “Semart Hydro terpilih sebagai pememang karena dipercaya bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Hadiahnya 2,000 Dicoding Points yang dapat mereka tukarkan menjadi kelas, T shirt, hingga perangkat keras di dicoding.com/rewards.

Instalasi ini dibuat pada Maret 2019 untuk  mengikuti sebuah lomba IoT yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Informatika kampus Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Mereka senang telah berhasil menyabet juara kedua di lomba tersebut. Kala itu trio Agung, Yazid, dan Bagus hanya perlu seminggu untuk menyelesaikannya.

Saat diwawancarai di sela-sela Bekraf Developer Day Solo 2019, Agung mengaku masih banyak PR yang harus mereka lakukan untuk membuat produk Semart Hydro ini lebih inovatif dan bernilai jual lebih tinggi. Salah satunya menambahkan fitur keempat, yaitu pemupukan secara otomatis.

“Kami senang sudah menang Dicoding Challenge. Jadi semangat untuk serius bikin startup Semart Hydro dan instalasi tanaman hidroponik,” ujar Agung.

Semangat ya Dark Logic Team! Semoga berhasil!


Semart Hydro, Pemenang Dicoding Challenge Solo 2019: Solusi Bertani Masa Kini

Penasaran ingin ikutan juga Dicoding Challenge? Klik ini untuk lihat sedang ada Challenge apa saja ya, saat ini.
Dicoding Challenge

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Editor @ Dicoding