Arsa Kids: menyajikan games edukasi yang dirancang khusus untuk mengembangkan daya berpikir anak

‘Pippo Belajar Alfabet’ dan ‘Pippo Belajar Bentuk’, dua games edukasi karya Arsa Kids untuk anak usia prasekolah

Bandung – Belum meratanya pendidikan di Indonesia menjadi masalah klasik yang menyerukan perlunya langkah-langkah kreatif dan inovatif untuk meningkatkan mutu maupun akses terhadap pendidikan di tanah air. Melihat kebutuhan tersebut, Arsanesia, sebuah perusahaan pengembang game asal Bandung meluncurkan Arsa Kids, unit usaha baru yang akan secara khusus menciptakan konten pendidikan untuk anak-anak melalui edugames.

“Anak-anak zaman sekarang adalah digital natives yang sudah sangat akrab dengan penggunaan teknologi dalam keseharian mereka,” ungkap Adam Ardisasmita, CEO Arsanesia, “Tanggung jawab kami sebagai pengembang adalah mengawal konten edukasi terbaik bagi anak negeri melalui edugames yang menarik sekaligus mendidik secara positif.”

Dalam mengembangkan usahanya, tiga hal yang menjadi misi utama Arsa Kids adalah:

  1. Menggunakan teknologi yang didesain khusus untuk mengembangkan daya berpikir anak. Edugames dari Arsa Kids tidak hanya menyajikan konten edukasi, tapi juga dirancang untuk membantu perkembangan emosional anak.
  2. Menyajikan konten yang dibuat secara khusus untuk anak-anak usia dini. Arsa Kids menghadirkan metode belajar, visual, animasi, dan feedback suara yang dapat memotivasi anak untuk belajar.
  3. Memastikan keamanan teknologi untuk anak menjadi prioritas dalam setiap produk yang dikembangkan. Arsa Kids mengikuti aturan perlindungan anak yang berlaku untuk mencegah adanya muatan konten yang tidak sesuai untuk anak-anak.

Saat ini pendidikan di Indonesia masih belum mampu dilaksanakan secara merata, baik secara kualitas maupun kuantitas, karena ketersediaan sarana dan prasarana untuk penyelenggaraan pendidikan yang masih belum memadai. Tahun 2015 lalu Indonesia menduduki peringkat ke-110 dari 188 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Indeks/ HDI) – indeks yang mengukur tingkat pembangunan manusia dari segi harapan hidup, pendidikan, dan pendapatan. Peringkat HDI Indonesia yang turun dari posisi 108 pada tahun 2014 menjadi salah satu indikator masih belum meratanya tingkat pendidikan di Indonesia.

Di sisi lain, penetrasi internet dan smartphone di Indonesia semakin tinggi. Kenyataan ini menunjukkan peluang untuk menyampaikan muatan edukasi berkualitas kepada anak-anak Indonesia yang semakin terbuka. Oleh karena itu, teknologi internet dan smartphone sudah seharusnya dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas jangkauan terhadap akses konten pendidikan yang berkualitas.

“Salah satu kunci untuk memajukan pendidikan di tanah air adalah dengan menjadi penggagas sekaligus content creator teknologi yang tepat guna, bermanfaat, dan edukatif bagi generasi muda,” ujar CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, “Dicoding turut bangga atas lahirnya Arsa Kids, dan kami berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang dapat mengakselerasi para developer Indonesia agar menjadi content creator terbaik.”

Pippo Belajar Alfabet merupakan salah satu edugames dari Arsa Kids yang telah berhasil memenangkan “Intel Education Apps and Games Challenge”, sebuah tantangan yang diselenggarakan oleh Dicoding dan Intel Indonesia akhir tahun 2015 lalu. Selain itu, juga ada Pippo Belajar Bentuk, game yang mengenalkan ragam bentuk dengan cara yang menyenangkan untuk anak usia prasekolah. Kedua games tersebut dapat diunduh secara gratis di Play Store oleh para pengguna smartphone Android.

Sebagai unit usaha yang khusus mengembangkan konten edugames, maka target Arsa Kids adalah meluncurkan satu judul edugame baru setiap bulannya untuk platform Android maupun iOS.

“Kami yakin bahwa pemanfaatan teknologi yang dilakukan dengan baik akan dapat memberikan dampak yang positif bagi anak-anak, terutama dari segi edukasi,” tambah Adam.

Belajar mengembangkan aplikasi atau game dengan kurikulum yang telah divalidasi langsung oleh industri dengan Dicoding Academy.

Belajar di Dicoding Sekarang →
Share this:

Chief Operation Officer at Dicoding Indonesia